Dulu aku sering mengutuk hidup ku sendiri. Kenapa aku terlahir sebagai perempuan yang notabennya sering dianggap lemah, kenapa aku harus terlahir dari orang tua yang tidak harmonis, kenapa aku terlahir jadi anak perempuan satu-satunya di keluarga ini, kenapa aku bisa jadi penyuka sesama jenis, kenapa...kenapa...kenapa...pertanyaan yang selama ini jadi momok di hati ku. Karena tak bisa menjawab pertanyaan sendiri, mulailah mencari kambing hitam. Menyalahkan Tuhan yang memberikan ku kehidupan ini, menyalahkan takdir yang memilih ku untuk menjalani kehidupan ini.
Tidak ada yang bisa aku lakukan untuk menyelamatkan diri dari jurang penyalahan ini. Mulai membenci diri sendiri dan orang-orang di sekitar ku, tak bisa melihat ada orang-orang yang dengan tulus mencintai dan menyayangi ku, mulai menutup diri dengan orang-orang dan lebih banyak berinteraksi dengan benda mati, klimaksnya ketika aku pernah mencoba untuk bunuh diri.
Seiring waktu, aku mulai bisa berdamai dengan keadaan. Lahir dan berkembang menjadi seorang gadis yang bisa bersyukur dengan apa yang di berikan dan belajar dari semua pengalaman yang pernah pernah terjadi. Fisik memang masih tetap Putri Ande yang lama, tapi perlahan-lahan aku mulai merombak hati ini agar bisa menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Melahir sosok Putri Ande yang seperti itu memang butuh waktu, dan tak jarang proses ini meninggalkan luka, duka dan air mata.
Saat ini aku hanya ingin melakukan apa yang baik menurut ku. Mulai memilah-milah perndapat orang lain mengenai aku, bukan mengabaikannya seperti sebelumnya. Aku tidak akan pernah malu lagi dengan keadaan keluarga ku, tak malu lagi dengan keadaan ku.
Aku perkenalkan Putri Ande, seorang gadis yang memiliki kedua orang tua yang masih utuh dan tiga saudara laki-laki yang sangat-sangat menyayanginya. Walau umurnya oktober ini memcapai 24 tahun, tapi dia tidak pernah malu merengek-rengek minta izin naik gunung kepada ibunya sekalipun hal itu di lakukan di depan adik tingkatnya. Gadis yang sering menjahili teman satu kosnya walaupun dia sendiri yang paling tua di sana, yang seharusnya bisa menjadi contoh yang baik buat yang lain. Gadis yang pernah menangis di depan murid-muridnya ketika mengajar karena dia sendiri tidak bisa marah. Gadis yang sering melompat-lompat ketika kegirangan.
Gadis itu adalah aku, dan aku tidak pernah malu sekalipun orang-orang beranggapan aku terlalu kekanak-kanakan di usia ku sekarang ini. Karena aku yakin selain sisi kekanak-kanakan ku yang menonjol, aku juga memilki sisi dewasa yang bisa dan mampu menyelesaikan masalah ku sendiri. tak perduli orang berkata apa tentang ku, tentang hidup ku, aku akan tetap menjalani hidup ini dengan cara ku sendiri. Karena ini hidup ku bukan hidup orang lain.
Biarkan aku terjatuh dan berdiri sendiri, sekalipun aku harus merangkak dulu sebelum mampu berjalan, aku akan tetap menjalaninya. karena diri situ aku akan belajar agar tidak terjatuh di lobang yang sama. Aku tau masih akan ada luka dan air mata menemani sisa hidup, tapi aku tidak takut. Bukan hidup namanya jika kita hanya menikmati kesenangan saja. Selain itu aku juga percaya Allah tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuannya. Aku akan tetap menunggu Ande sepuluh atau duapuluh tahun kedepan akan menjadi seperti apa.
IT’S MY LIFE
By: Bon Jovi
It`s my life take it or leave it
Set me free what`s that crap papa-knew-it-all
I got my own life you got your own life
Live your life and set me free
Mind your business and leave my business
You know everything papa-knew-it-all
Very little knowledge is dangerous
Stop bugging me stop bothering me
Stop bugging me stop forcing me
Stop fighting me stop yelling me
It`s my life
Chorus:
It`s my life it`s my life my worries
It`s my life it`s my life my problems
It`s my life it`s my life my worries
It`s my life it`s my life my problems
It`s my life do you understand
I live the way
I want to live
I make decisions day and night
Show me signs and good examples
Stop telling me how to run your business
Take a trip to east and west



.jpg)