Selasa, 22 Juli 2014

Sahur Bareng sambil Nobar


Setelah sekian lama tidak menjamah blog ku, hari ini akhirnya aku pun segera mengeposh tulisan ku yang telah tertunda. Dimana aku sebelumnya telah berjanji akan menulis tentang pengalaman ku dengan teman kost mengenai Nobar Piala Dunia. Seharusnya tanggal 14 juli 2014 kemarin aku sudah menyelesaikan tulisan ini dan segera menpostingnya. Tapi apa mau dikata, ada beberapa hal mendesak yang harus aku kerjakan, jadi tulisannya harus di tunda dulu. Walaupun sudah basi, tapi mudah-mudahan masih bisa menghibur.

Nobar kali ini menurut ku cukup istimewa, kenapa? karena kami semua penghuni kost sepakat untuk begadang sambil Nobar plus masak Mie instan rame-rame. Coba anda bayangkan, Nobar yang sebelum-sebelumnya cukup tenang karena cuma aku dan Ola saja yang nonton, tiba-tiba menjadi gemah ripah lo jinawi, karena semua suara ada. Tapi gpp, justru aku senang bgt, jadi kerasa kayak di rumah saja. Karena ini pertama kalinya kami semua berkumpul, masak bareng, nonton bareng dan sahur bareng.

Begitu selesai masak kami pun berkumpul di depan TV, karena pertandingannya sudah mulai. Pertandingan Final antara Jerman VS Argentina, dimana postingan sebelumnya aku menyebutkan kalau aku mendukung Jerman sebagai juaranya sedangkan Ola milih untuk mendukung Argentina sebagai pemenangnya. Selain kami berdua ternyata yang lain juga punya jagoan masing-masing, seperti Ayu yang memilih Jerman, Caca memilih Argentina sedangkan Dey dan Riri lebih memilih netral. Mungkin karena mereka tidak terlalu tau Dunia sepak bola atau karena mereka tidak ingin menambahkan suasana panas yang tercipta diantara kita.

Singkat cerita, Jerman pun akhirnya menang dari Argentina dengan skor tipis 1-0. Ola dan Caca harus rela melihat negara jagoannya tidak jadi menerima Trofi kebanggaan Fifa World Cup yang mereka perebutkan. Tapi diantara mereka berdua yang paling kecewa adalah Ola. Apalagi ketika dia melihat wajah pemain idolanya Leonil Messi yang terlihat lesu. walaupun Leonil Messi mendapat penghargaan personal sebagai Pemain Terbaik,  tapi dia tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya karena tidak berhasil membawa negaranya menduduki puncak Fifa World Cup dan memboyong trofi berlapis emas itu.

Apapun itu yang namanya permainan akan selalu ada yang menang dan yang kalah. Dimana yang kalah harus berbesar hati menerima kekalahannya dan mengucapkan Selamat kepada yang menang.


Minggu, 13 Juli 2014

Pertandingan (Brazil VS Belanda)


Ketika sebelumnya aku memposting tentang kegiatan ku ketika Nobar piala dunia bareng Ola (baca: Nonton Piala Dunia Saat Ramadhan). Di situ aku juga menuliskan jadwal pertandingan selanjutnya antara Brazil VS Belanda pada tanggal 13 Juli 2014 pukul 03:00, atau lebih tepatnya dini hari tadi. Jujur sebenarnya ketika aku menulis postingan yang kemaren, aku benar-benar tidak tau kalau kemaren adalah tanggal 12 Juli 2014. Kalau Ola tidak mengingatkan ku akan jadwal pertandingan Piala Dunia selanjutnya mungkin aku akan melewatkannya juga.

Singkat cerita aku pun meminta Ola membangunkan aku pukul 03:00 wib ketika pertandingan sudah mulai. Tapi karena asiknya menulis dan memperbaiki blog ku, ga kerasa ternyata mata ku mampu juga bertahan sampai pukul 03:00 wib. Karena masih ada beberapa hal yang masih harus aku selesaikan, jadi walau waktu sudah menunjukkan pukul 03:00 wib aku masih belum mau beranjak dari depan laptop. Ketika jam sudah menunjukkan pukul 03:17 aku pun segera menuju ruang TV, karena tak ingin ketinggalan pertandingan lebih jauh lagi. Tapi apa mau dikata, ternyata aku telah melewatkan moment 1 goal dari Belanda untuk Brazil. Pada menit ke-3 tendangan finalty dari Robin Van Persie yang juga merupakan kapten dari Belanda berhasil membobol gawang Brazil.

Ingin rasanya membangunkan Ola yang masih tidur, tapi aku ga tega. Kata Riri sich, dia udah mencoba untuk membangunkan Ola tapi tetap tidak berhasil. Jadinya aku nonton bola hanya dengan Riri yang masih tetap terjaga.

Pada menit ke-16 Brazil harus rela gigit jari lagi, karena tendangan Blind mampu menembus pertahanan kiper Brazil dengan menciptakan Goal kedua kalinya untuk Belanda. Begitu Goal tercipta, tanpa sadar aku langsung teriak goal….!!!

Teriakan ku sebenarnya tidak terlalu kencang, tapi teriakan ku mampu membangunkan Ola. Baguslah, setidaknya aku ga harus mengeluarkan energi lebih untuk membangunkan dia. Bangun-bagun dia langsung bertanya

“Udah berapa-berapa kak?”
“Eh…udah bangun! Pulas tidurnya bu? Tadi katanya mau begadang?”
“He…he…iya nich kak, maaf aku ketiduran. Kakak belum jawab pertanyaan aku, skornya dah berapa kak?”
“Oh…udah 2-0, Belanda 2 sedangkan Brazil masih nol besar”
“Yah…Neymar main ga kak?”
“Neymar ada sich, tapi Cuma di bangku cadangan. Mungkin cederanya belum sembuh”
“Duh..ga asik donk…”
“He…he..kayaknya kali ini kamu bakalan kalah lagi dech La”

Babak pertama pun selesai dengan skor Belanda 2-0 Brazil. Sebelumnya aku lupa menyampaikan negara yang kami dukung. Ola masih tetap setia mendukung negara Brazil, sedangkan aku sendiri mendukung negara Belanda. Tapi walaupun aku mendukung Belanda, aku tidak berharap Belanda akan membantai Brazil dengan skor yang jauh, seperti Jerman kemaren. Kalau sampai terjadi, itu pasti akan menjadi pukulan berat kepada Brazil, karena di pecundangi di rumah sendiri.

Ternyata skor Belanda 2-0 Brazil bukanlah akhir dari pertandingan. Brazil harus menanggung malu lagi, karena pada menit ke-91 Wijnaldum pun dengan manis melesatkan  bola ke dalam gawang Brazil. Dan sampai akhir pertandingan skor Belanda 3-0 Brazil pun membawa Belanda menjadi Runner Up 2 Piala Dunia. Congrate untuk Belanda, dan tetap semangat untuk Brazil. Mudah-mudahan ini bisa menjadi pelajaran untuk Piala dunia 2018 nanti.

Teristimewa buat teman ku Ola, jangan terlalu bersedih hati ketika negara pilihan mu tidak menang, namanya juga pertandingan pasti ada yang menang dan kalah. Tetap semangat Ola…

Untuk pertandingan selanjutnya adalah Final Piala Dunia pada tangggal 14 Juli 2014 pukul 03:00 wib. Dimana Jerman VS Argentina akan bertemu langsung dan beradu kekuatan. Siapa yang kan menyabet gelar juara 1? Kali ini Ola mendukung Argentina, sedangkan aku pastinya mendukung Jerman. Bagaimana hasilnya, kita lihat saja besok.






Sabtu, 12 Juli 2014

Hobby Ku


Dulu aku sering heran kalau mendengar seseorang bisa mengeluarkan uang sampai ratusan juta bahkan milyaran hanya sekedar untuk memuaskan hobbynya. Bahkan terkadang hobby yang dilakoninya terkesan ekstrim untuk beberapa orang, seperti misalnya Terjun payung, Hiking, Climbing, Arung Jeram, Skydiving dan masih banyak lagi. Tapi itulah hobby, mau ekstrim, sulit, bahkan mahal sekalipun kita pasti akan berusaha dengan cara apapun agar dapat menikmatinya.

Apa sich hobby, minat atau kegemaran? Karena penasaran jadi aku berusaha cari-cari di perpustakaan Om Google hobby, minat atau kegemaran menurut beberapa ahli. Dari beberapa artikel yang ku otak-atik, aku lebih tertarik pada artikel berikut yang memaparkan hobby menurut beberapa Ahli dalam dan luar negeri. Cek it dot:

Menurut Crow & Crow (dalam Abror, 1993:112) minat adalah sesuatu yang berhubungan dengan daya gerak yang mendorong kita cenderung atau merasa tertarik pada orang, benda, kegiatan ataupun bisa berupa pengalaman yang efektif yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri.

Rast, Harmin dan Simon (dalam Mulyati, 2004:46) menyatakan bahwa dalam minat itu terdapat hal-hal pokok diantaranya: (1) adanya perasaan senang dalam diri yang memberikan perhatian pada objek tertentu, (2) adanya ketertarikan terhadap objek tertentu, (3) adanya aktivitas atas objek tertentu, (4) adanya kecenderungan berusaha lebih aktif, (5) objek atau aktivitas tersebut dipandang fungsional dalam kehidupan dan (6) kecenderungan bersifat mengarahkan dan mempengaruhi tingkah laku individu.

Definisi minat menurut Shaleh (2004:262) adalah suatu kecenderungan untuk memberikan perhatian dan bertindak terhadap orang, aktivitas atau situasi yang menjadi objek dari minat tersebut dengan disertai perasaan senang. Klik This

Sedangkan kalau menurut aku sendiri minat itu adalah kecendrungan untuk melakukan, memiliki, membuat apa yang dapat menjadikan hidup lebih bergairah, senang, gembira dan dapat memicu adrenalin. Atau bahasa singkatnya, aku mengutip dari iklan “Membuat hidup lebih hidup”.

Setiap orang pasti memiliki hobby yang berbeda-beda, baik itu yang berat atau pun yang ringan. Jadi tidak adil rasanya kalau kita mengejek, merendahkan atau bahkan mengolok-olok hobby orang lain.

Hal inilah yang telah terjadi padaku, dimana ketika dulu aku sering mengejek orang-orang yang mengeluarkan uang yang banyak hanya sekedar untuk hobby saja. “kenapa uang itu ga di pakai untuk makan saja atau bisa di pakai untuk beli perlengkapan sehari-hari” begitulah biasanya aku berceloteh kepada orang lain. Tanpa sadar sebenarnya aku juga telah mengungkit hobby seseorang juga, karena makan dan belanja itu juga termasuk ke dalam kategori hobby.

Sampai akhirnya aku sendiri mengalaminya. Dimana ketika aku harus mengeluarkan uang jutaan hanya sekedar untuk membeli kamera yang aku inginkan. Walau hanya sanggup beli yang semi DSLR, tapi untuk ukuran aku yang masih mahasiswa ini cukuplah. Aku masih ingat betapa senangnya aku dapat memiliki kamera tersebut, kamera yang aku beli dengan hasil keringat ku sendiri, walau harus berhemat sehemat-hemat mungkin, karena selain beli kamera aku juga harus menabung untuk biaya kuliah. Untungnya tahun kemaren aku dapat THR, walaupun ga full karena belum genap setahun kerja, tapi setidaknya uang THR itu dapat menambah saldo tabungan ku.

Hobby ku dari dulu adalah Fotografi dan Videografi. Walaupun belum terlalu ahli tapi setidaknya untuk pemula lumayan lah. Teman-teman juga banyak yang memuji hasil foto-foto ku. sedangkan untuk Videografi, sebelumnya aku pernah mengikuti pelatihan “Teknik Videografi dan Editing Video”, tapi karena waktu itu aku harus mengikuti “Praktek Kuliah Lapangan’ jadi mau tidak mau aku harus rela melepas pelatihan itu. Setidaknya untuk dasar-dasar Teknik Videografi sudah pernah aku pelajari dan praktekkan sendiri.

Aku memang belum pernah menghasilkan uang dari hobby ku ini. Tapi yang namanya hobby itu bukanlah pekerjaan yang di tuntut untuk bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah ketika kita melakoninya. Hobby itu bisa dibilang hiburan untuk hidup kita. walaupun banyak juga yang menjadikan hobby itu sebagai pekerjaan, ya…di kembalikan lagi ke individu masing-masing, yang penting kita melakukannya dengan senang hati.


Untuk aku sendiri walau belum pernah menghasilkan uang secara langsung dari hobby, tapi teman-teman yang aku bantu fotoin sering lho traktirin makan, karena mereka puas dengan hasil service ku. lumayan bisa menghemat uang saku, maklum mahasiswa he...he…


CINTA


Dulu aku pernah membenci mu
Dulu aku pernah mengabaikan mu
Dulu aku tak peduli pada mu
Dulu aku tak percaya padamu

Semua hal buruk yang terjadi pada ku
Membuat ku selalu menyalah kan mu
Semua hal yang terjadi pada orang tua ku
Membuat ku semakin tak mempercayai mu

Aku terus berfikir kalau kamu
tak pernah berpihak pada ku
Aku juga berfikir kalau kamu
Tak pernah ada untuk ku

Semakin lama semakin aku sadari
Kebencian ku padamu di karena kan
aku yang tak mampu meraih mu
Atau aku yang tak mampu memahami mu

Sisi egois ku selalu menolakmu
Tapi di balik semua itu
Aku masih punya sisi lain
Yang masih mengharapkan mu
Yang masih menginginkan mu
Dan masih mempercayai mu

Aku hanyalah seorang Ande
Gadis yang mencoba kuat tanpa mu
Tapi itu semua omong kosong
Karena jauh di lubuk ini
Aku sangat menginginkan mu




Nonton Piala dunia saat Ramadhan


Ramadhan kali ini memang berbeda dari yang sebelumnnya. Untuk kali ini teman-teman ku di kost lebih banyak dan tidak harus diberondol kerjaan terus seperti tahun lalu. Tapi yang paling menarik sebenarnya adalah tiba-tiba seorang Ande nonton pertandingan Piala Dunia Fifa World Cup (tapi kalian ga harus komprol trus bilang WOW…). Aku sendiri sebenarnya juga heran kenapa aku tiba-tiba punya keinginan besar untuk menonton pertandingan yang diadakan selama empat tahun sekali ini. Padahal dulu paling ogah dech nonton-nonton yang ginian (maksud ku pertandingan bola), lebih suka main langsung (he..he..sama aja donk).

Dibilang ga suka  sebenarnya kurang tepat sich, tepatnya  kurang nyaman nonton bola bareng sama cowok-cowok yang biasanya ributnya bisa membuat gendang telinga ku pecah. Belum lagi kalau mereka sudah menjadi komentator dadakan, yang ada bukannya fokus nonton bola malah lebih fokus dengar omongan mereka, makanya selama ini aku malas Nobar (Nonton bareng). Tapi Nobar kali ini emang beda sech dengan yang sebelum-sebelumnya. Kali ini aku Nobar di kost di temani teman-teman kost yang lain, dijamin ga ada yang namanya cowok di sini (ya..iyalah namanya juga kost cewek he..he..).

Teman ku yang paling sering nonton biasanya adalah Ola. Ola sepertinya memang suka nonton bola. Dia juga punya jagoannya sendiri. Sedangkan aku, berhubung karena baru kali kali ini nonton Piala Dunia dan ga tau perkembangannya, jadi aku ga punya jogaan tersendiri. Biasanya kami taruhan milih Negara mana yang menang atau kalah. Tapi taruhan kami bukan dalam bentuk uang atau apalah yang sejenis itu, karena itu judi, ga boleh…ini  bulan puasa lho…jadi taruhan kami Cuma saling ejek aja…

Biasanya sich aku yang paling sering kalah, kenapa? Karena Ola yang selalu milih duluan negara jagoaanya, sedangkan aku yang tidak punya jagoan tetap harus dapat sisanya hiks..hiks..kejam yach…jadi hampir setiap hari aku jadi bahan olok-olokan Ola dan teman-teman kost lainnya. Tapi ga apa-apa, aku kan kuat, bermental baja dan pantang menyerah jadi aku akan tetap menerima tantangan Ola sampai akhir pertandingan Final tanggal 14 Juli 2014 nanti, siapakah yang menang antara Jerman VS Argentina. Sedangkan sehari sebelumnya tanggal 13 Julli 2014 akan ada pertandingan Antara Brazil VS Belanda untuk memperebutkan Runner Up 2. Dari empat Negara ini kami telah memiliki jagoan masing- masing yang akan akan dukung nanti.

O..yach aku lupa memberitahu, kalau sebelumnya aku sempat menang telak dari Ola ketika pertandingan Jerman VS Brazil, dimana Ola mendukung Brazil sedangkan aku sendiri memilih Jerman. Bagi pembaca yang menonton pertandingannya pasti tahu betapa itu pertandingan yang paling seru sekaligus miris di ajang piala dunia 2014 ini. Bagaimana tidak, brazil yang sebelumnya di gaung-gaungkan akan memenangkan Piala Dunia 2014 harus pasrah kalah di kandang sendiri dengan skor 1-7 dari Jerman. Untungnya di menit-menit terakhir Brazil mampu membobol gawang Jerman, dengan begitu setidaknya Brazil dapat mengobati kekecewaan pendukungnya dengan mempersembahkan 1 goal.

Pertandingan itu juga merupakan pukulan tersendiri bagi Ola, yang sejak awal juga percaya kalau Brazil yang akan memboyong Piala FIFA WORD CUP ini. Tapi apa mau dikata nasib berkata lain, jerman jagoan ku mampu mengalahkan tuan rumah dan membuat ku untuk pertama kalinya dengan bangga berkata pada Ola “Negara pilihan ku menang La”. Melihat wajah Ola yang kecewa berat dengan hasil pertandingan tersebut aku jadi ga tega untuk mengolok-oloknya lebih lanjut. Karena aku tau tanpa aku olok-olok pun dia juga harus menggung malu karena harus mennganti PP nya sendiri dengan foto lawan mainnya karena kalah taruhan juga (Taruhan yang unik kan...).

Untungya Piala Dunia kali ini bertepatan dengan libur semester perkuliahan ku. jadi ga masalah walau harus begadang sampai jam 02:00 wib, karena siangnya aku masih bisa tidur juga. Setidaknya Piala dunia kali ini membuat ku lebih mengenal para pemain sepak bola dunia yang selama ini sering di bicarakan orang-orang banyak. Mungkin bagi sebagian orang itu ga penting, tapi bagi ku itu cukup penting untuk menambah bahan pembicaraan dengan orang lain, apalagi orang tersebut gila bola, alhasil pembicaran membosankan tidak akan pernah ada lagi antara aku dan mereka. Itulah hidup, terkadang apa yang menurut kita tidak penting bisa jadi penting buat mereka, dan apa yang menurut kita penting belum tentu penting buat mereka, intinya saling menghargai saja.





Jumat, 11 Juli 2014

Tak Ingin Disalahkan


Aku tak pernah meminta kehidupan yang seperti ini
Tapi kenapa mereka selalu menyudutkan ku
Seolah-olah akulah yang menginginkan semua ini terjadi
Akulah penyebab harapan mereka hancur

Aku...aku...aku...
Kenapa selalu aku
Kenapa bukan kamu, dia atau mereka
Apakah kalian akan puas kalau aku sudah terpuruk,
Meratap atau mungkin mati

Kalian akan tertawa atau menangis kalau aku nanti mati
Apakah kalian ingin tau
Kalian ingin melihat mayat ku yang terbujur kaku
Kalian akan puas setelah melihat semua itu
Lakukanlah!!!