Kamis, 29 Mei 2014

6 Alasan Untuk Bahagia Bagi Seorang Introvert



Apakah kamu seorang wanita yang introvert? Kalau iya, mungkin kamu sering kali lebih lebih suka menyendiri dengan dirimu sendiri (Aku bgt nich...). Kamu mungkin lebih suka duduk sendiri, pergi ke suatu tempat sendiri atau melakukan suatu apapun sendirian dan tentu saja itu menyenangkan buatmu. Menjadi seorang introvert bukan berarti menjadi seseorang yang pemalu dan tidak memiliki teman. Kedua hal tersebut sangat berbeda dengan apa yang mendefinisikan seseorang sebagai introvert. Seorang introvert menurut giftedkids.com merupakan seseorang yang merasakan lebih bersemangat ketika sendirian, dan malah kurang merasakan semangat ketika berada di tengah banyak orang. Oleh karena itu kalau kamu adalah seorang introvert maka ada 6 alasan kenapa kamu harus mencintai dirimu yang unik.

1. Mengerti Permasalahan Orang Lain Jauh Lebih Baik
Seorang introvert memiliki kebiasaan menghabiskan waktu lebih banyak untuk mendengarkan daripada berbicara. Nah, sehingga hal tersebut membuat kamu jadi mengerti, sangat mengerti, tentang keadaan orang lain. Orang introvert paham apa yang membuat orang lain kesal, sedih, marah atau bahagia karena kita lebih sering mendengarkan detail – detail kecil ketika orang lain bercerita. Mampu mengerti secara lebih baik dalam tentang siapa sebenarnya orang lain dan mengerti apa permasalahannya sehingga bisa membantu orang lain adalah sebuah anugerah bagi seorang introvert.

2. Mengetahui Keputusan Yang Lebih Baik
Seorang introvert adalah seseorang yang suka menghabiskan waktunya untuk berpikir. Berpikir tentang semua hal dan bagaimana kaitan antara berbagai hal tersebut. Seorang introvert  sangat senang dalam menganalisa, mengeksplorasi tentang pikiran dan perasaannya. Sehingga ketika memutuskan sebuah keputusan maka keputusanmu akan benar – benar matang karena kemungkinan besar kamu sudah memikirkannya jauh- jauh hari.

3. Sendiri Tanpa Menjadi Kesepian
Kamu mengenal sekali bagaimana dan siapa dirimu. Mungkin teman – temanmu akan bertanya apakah kamu merasakan kesepian? Dan kamu akan menjawab dengan jelas, “nggak kok, aku lebih suka sendiri”. Kamu lebih suka melakukan segala hal sendirian, tetapi kamu nggak pernah merasa kesepian. Kenapa? Karena memang  kesendirian adalah ruang terbaikmu untuk melakukan aktifitasmu. Dikala kebanyakan orang merasa depresi dan terpuruk dengan kesendiriannya, kamu malah bisa berekspresi dan melakukan aktifitasmu dengan penuh semangat.

4. Kamu Berteman Dengan Orang Baik
Bukan berarti bahwa seorang introvert adalah seorang yang jahat karena memilih – milih teman. Tetapi seorang introvert lebih menyukai lingkup pertemanan yang kecil namun berkualitas. Teman yang kurang mendukung, kurang memberi dorongan yang baik atau yang tidak menunjukkan kualitas teman yang baik akan keluar dari daftar pertemananmu. Sekali lagi, introvert bukan berarti orang yang jahat loh ya, karena sebenarnya seorang introvert juga rela dan tidak keberatan untuk tidak dianggap teman ketika memang dia tidak memberi masukan yang baik kepada temannya itu. Seorang introvert seperti kamu tidak lagi mempedulikan berapa jumlah temanmu, tetapi kamu lebih mempedulikan tentang bagaimana menjalin persahabatan kecil yang erat dan saling membangun dengan teman- temanmu.

5. Lebih Peka Dengan Perasaan Orang Lain
Kamu pasti sadar bahwa kehidupan ini dan orang -  orang disekitarmu memiliki ceritanya masing – masing tentang kesedihan, luka, pengkhianatan, patah hati, tersinggung, tertekan atau apapun. Sebagai orang introvert kamu pasti akan sangat sering mampu merasakan emosi orang lain melalui tutur kata mereka, melalui pandangan mata mereka, atau melalui gestur tubuh mereka. Menjadi sensitif dan peka adalah sebuah kelebihan yang baik bagi seorang introvert karena kamu akan dengan mudah mengetahui perasaan orang lain dan dapat segera menemukan sikap yang benar untuk memperbaiki situasi.

6. Hanya Akan Membicarakan Hal Yang Bermutu
Akui bahwa kamu menghabiskan sebagian besar waktumu untuk berbicara dengan dengan dirimu sendiri atau berbicara dalam hati. Yah, seperti yang dikatakan di awal, kamu adalah orang senang berpikir, menganalisa, berintrospeksi dan mempertimbangkan segala hal. Oleh karena itu kamu sangat berhati – hati dalam berbicara. Kamu cenderung hanya membicarakan apa yang penting – penting saja. Bagaimanapun itu sangat bagus bagimu karena apa yang kamu bicarakan selain ringkas juga akan bermutu.

Berbahagialah menjadi seorang introvert!



Untuk versi aslinya silahkan  klik di sini







Rabu, 28 Mei 2014

Cinta Saudara (Bukan Kandung)



Pukul 17.00 wib aku terbangun setelah Nana mengetuk pintu kamar ku. Hari ini kami memang berencana mau menghabiskan sore di pantai, sekalian nunggu buka puasa.

Sosok Dey sudah tak ku temui lagi di kamar. Sebelumnya di minta izin mau pulkam karena ada beberapa hal yang mau diurus, aku yang sedang kurang enak badan hanya membalas seadanya saja ucapannya.

Masih dengan setengah malas aku pun beranjak dari tempat tidur.  Mau bagaimana lagi, janji ya tetap janji, harus di tepati.

Sejurus kemudian mataku terpaku pada kantong plastik hitam yang berada di atas meja. Kantong tersebut berisi Es buah dan dan lauk. dalam hati aku bertanya-tanya “punya siapa ini? Bukannya Dey pulkam?”. 

Secarik kertas berisi Memo menjawab semua pertanyaan ku.seperti ini isi memonya.

Assalamualaikum…

Kakak, maaf yach…Dey ndak bisa nemanin kakak. Soalnya Dey ada keperluan mendadak buat pulang kampung.

o..yach,ini Dey beliin Minuman dan Lauk…

di makan dan di minum yach kakak cantik…

semoga kakak cepat pulih…

salam sayang adek mu, yang sering buat kakak jengkel….

                                                TTD
                                                Dey


Terima kasih Dey  telah menjadi saudara ku, terima kasih telah menjadi sahabat ku dan terima kasih telah menjadikan ku kakak mu. Beruntung rasanya punya saudara seperti mu. Walaupun kita bukan saudara kandung, tapi ikatan persaudaraan kita Insya Allah akan kekal. Amin





Ibu (Aku Merindu Mu)


Air mata ini mengalir deras tak terbendung. Kamar yang sepi remang-remang menjadi saksi bisu betapa perihnya hati ini.

Aku merindukan mu Bu! Aku ingin mendekap mu , menangis di pelukan mu, dan menghilangkan semua perih di hati ini.

Aku lelah dengan semua ini Bu! Letih rasanya. Bukan hanya raga tapi jiwa juga Bu. Sampai kapan semua ini akan berakhir…

Kenapa jarak ini harus merenggut kebersamaan kita Bu! Pelukan mu lah obat yang paling ampuh untuk menghilangkan keperihan hati ini.

Bahkan dengan ini semua aku tetap tidak bisa menyampaikan gundah di hati ku. aku takut hal itu akan membuat mu semakin cemas. Sekali saja Ibu mendengar keluh kesah ku, Ibu pasti tidak bisa tidur semalaman.

Bagaimana aku bisa sanggup menyampaikannnya keluh kesah ku kalau itu justru malah membuat mu kepikiran terus. Itu sama saja aku menyiksa mu Bu.

Aku minta doa mu Bu. Berikan juga aku kekuatan mu untuk menghadapi semua ini. Ibu lah alasan utama ku berada di sini, bertahan di sini, dan beradaptasi di sini.

Seperti yang selalu Ibu bilang untuk meghibur ku “ibu bisa kuat menghadapi semua ini karena ibu punya kalian, anak-anak ku. ibu punya kamu putri ku. jadi kamu juga harus kuat, karena kamu masih punya aku, ibu mu”.

Ibu maaf kan aku karena sempat menyerah, ,maaf kan aku karena terlalu cengeng, maafkan aku karena tidak sekuat mu, maaf kan aku karena telah menangis meratapi, maafkan aku karena tidak ingat nasehat mu, maafkan aku karena belum bisa menjadi putri yang Ibu harapkan.

Aku akan terus berusaha Bu…berusaha menjadi yang terbaik seperti yang Ibu harapkan.


I LOVE MOM









Selasa, 27 Mei 2014

ABOUT LOVE


“Munafik namanya kak, kalau kita mencintai tapi tidak memiliki….”

Begitulah tanggapan teman kos ku Nana begitu aku menanyakan pendapatnya nya mengenai “Love Relationship”. Aku yang mendengar pendapatnya sempat terdiam. Bukan karena aku terlalu tercengang mendengar kata-katanya, tapi lebih karena aku tidak sependapat dengannya.

Melihat aku cuma diam saja mendengar pendapatnya, Nana pun bertanya “kenapa kak? Kakak gak setuju yach???”. Di tanya secara tiba-tiba, membuat ku kelabakan “O…hm…apa na?

Nana yang melihat tingkah konyol ku pun tertawa “ha…ha.…kakak kenapa? Melamun yach….!!!”  Aku hanya bisa tersenyum kecut mendengar sindirannya.

“Kalau menurut kakak mencintai itu seperti apa?” Nana mengulang kembali pertanyaannya.

“Kalau menurut aku kita bisa mencintai siapa saja. Kita juga bisa memiliki atau tidak memiliki orang yang kita cintai. Semua itu tergantung konteksnya seperti apa”.

“Maksudnya kak…aku gak ngerti”.

“Hm…gimana yach ngejelasinnya…maksudnya, ketika kamu mencintai seseorang dan orang tersebut mencintai mu juga, kamu bisa memilikinya dengan mengabaikan halangan lainnya. Halangan lainnya di sini maksudnya bisa dari Ortu, perbedaan keyakinan, perbedaan pendapat, dan lainnya. Sedangkan untuk kasus kedua, kamu bisa mencintai seseorang tapi tidak bisa memilikinya, alasannya bisa jadi karena dia sudah punya yang lain atau dia sama sekali tidak mencintai mu. Hubungan yang seperti ini kalau terus dilanjutkan bisa dipastikan akan ada salah seorang darinya yang tersakiti.”

“O..O..(geleng-geleng kepala seperti boneka yg ada di dashboard mobil), gitu ya kak…ini pengalaman pribadi atau???”
“Ha…ha…bisa jadi….bisa jadi. Tapi yang pasti, pelajaran itu tidak harus berdasarkan pengalaman pribadi, bisa saja dari keluarga, teman atau orang-orang yang ada di sekeliling kita”.

“Yup…terima kasih Bu Guru…”

“Ha…ha…ada-ada aja kamu….”

Terkadang orang sering memaksakan kehendaknya untuk memiliki orang yang dia cintai tanpa pernah berfiikir apakah orang tersebut mencintainya juga atau tidak. Atau ada juga yang dengan mudah saja melepas orang yang dia cintai hanya karena perbedaan pendapat (curhat ni yeah..). Padahal setiap orang pasti akan memiliki pendapat yang berbeda-beda (lah wong kembar siam aja masih sering berbeda pendapat). Di sini kita di tuntut untuk bisa menghargai dan memahami pendapat  pasangan kita.










Senin, 26 Mei 2014

Kenangan (Masih Adakah?)



Dinginnya malam diiringi hujan lebat seolah-olah mewakili hati ku yang sedang gundah gulana. Terlalu aneh jika aku harus memikirkaan semuanya akan berakhir seperti ini. Walaupun aku belum memberikan  yang terbaik, tapi aku mau belajar. Kita sama-sama belajar untuk memahami diri masing-masing.

Aku sendiri bahkan tidak tau apa yang terjadi dengan mu. Aku sudah coba untuk membukka komunikasi kita, tapi itu pun tidak mengubah apapun. Jadi  sampai disinikah semuanya. Tidak adakah usahamu untuk memperbaiki semua ini lagi.

Bagimana dengan waktu-waktu yang sudah kita lewati?  bagaimana dengan semua kenangan yang pernah kita jalani? Apakah itu hanya sekilas mata untuk mu.

Kamu bilang aku terlalu cuek, tidak pernah menampakkan cemburu. Kamu juga bilang kalau aku tidak benar-benar mencintai mu. Apakah hanya itu alasan mu?

Cuek, inilah karakter ku. sejak awal aku bahkan sudah memberitahu mu. Bukan berarti aku nyaman dengan karakter seperti ini. Aku juga sudah berusaha untuk lebih perhatian lagi, tapi itu semua butuh waktu.

Cemburu…apakah aku salah kalau aku percaya pada mu? Apakah salah kalau aku yakin kalau kamu bisa menjaga perasaan mu pada ku walaupun kamu masih dekat dengan mantan mu. 

Kita sudah sama-sama dewasa. Aku tidak ingin memberondol mu terus menerus mengenai kamu dan mantan mu…bukankah hal itu akan membuat mu sesak...

Aku tidak mencintai mu…haruskah aku teriakkan kepada dunia kalau “aku mencintai mu”. Aku pernah mengucapkan pada mu kalau aku mencintai mu, walau ucapan cinta ku tidak sesering ucapan mu.

Aku harus bagaimana lagi, agar kamu percaya kalau aku juga mencintai mu. Walaupun kamu yang pertama untuk ku tapi aku tidak main-main. Bagaimana cara membuktikan kalau aku memang serius pada mu.

Tapi keputusan sudah kamu tetap kan. Kamu ingin kita berpisah. Ya sudah, aku terima.

Walau kecewa, tapi aku tetap menghargai keputusan mu. Aku tidak mau memaksakan kehendak ku. Kita sudah sama-sama dewasa, apapun keputusan yang kamu berikan aku yakin kamu sudah memikirkannnya dengan baik.

Walaupun kita tidak bisa memjadi kekasih, tapi kita masih bisa menjalin hubungan sebagai sahabat, bahkan kamu sering jadi konsultan cinta ku.

Setahun waktu telah berlalu, kamu mulai mengulang lagi masa lalu kita.Tiba-tiba kamu berucap “dek, aku ingin kita kembali lagi seperti dul. Hanya kamu perempuan yang bisa mengerti aku, yang bisa membuat ku tertawa dan bisa menenangkan ku. Aku masih sayang kamu”.  

Tadinya aku pikir kamu hanya bercanda, karena kamu memang sering menggodaku. Tapi, tidak ada tertawa seperti biasa yang kamu lakukan setelah kamu menggoda ku. aku benar-benar bingung, tidak tau harus mengatakan apa.

Karena aku terdiam cukup lama, kamu pun berucap “Tidak perlu di jawab sekarang kok dek…aku tau kalau tidak ada lagi perasaan lebih untuk ku selain sebagai sahabat, aku juga tau kalau kamu sudah mulai menyukai dia lagi”

“Bukan begitu kak….”

“Ga apa-apa kok dek…,aku tau dari awal kalau hati kamu memang masih milik nya…”

“Itu gak benar kak…jujur, aku memang menyukainya terlebih dahulu, tapi semua itu berubah sejak aku mengenal kakak…kakak yang membuat ku bisa melupakannya. Tapi semuanya pupus, begitu kakak meminta putus. Bahkan alasan kakak yang tidak masuk akal  itu membuat ku semakin kecewa”

“Maaf dek…”

“Udahlah kak, semua itu hanya masa lalu…untuk saat ini aku gak mau mikirin hal itu dulu. Sekarang aku mau fokus sama pendidikan ku dulu kak. Maaf kak…, Kakak gak marah kan? Kita masih bisa berteman kan kak?”

“Iya, ga apa-apa dek…”

“Aku yakin kakak akan mendapat yang lebih baik lagi dari aku,  karena aku tau kakak itu baik.”

“Tapi kakak mau menunggu dek…”

“Jangan pernah menunggu ku kak, karena aku sendiri gak tau sampai kapan aku siap untuk menjalin hubungan lagi. Kakak harus move on. Bahkan sampai saat ini perasaan ku sama kakak hanya sebatas sahabat saja, kakak pun tau itu”

“Jadi kamu mau memulai dengan dia?”

“Ga juga kak…, aku sama dia juga cuma teman. Seperti yang aku bilang tadi, untuk saat ini mau fokus pada pendidikan dulu tidak mau memikirkan yang lain.”

“o…ya udah. Semoga sukses dek…”

“Amin…, terima kasih kak…”

Terkadang memang butuh waktu yang lama untuk bisa menyadari kalau kita benar-benar mencintainya. Dan yang paling menyakitkan adalah ketika cinta itu sendiri sudah tidak bisa kamu raih. Padahal kamu sendiri yang melepasnya.

Miris memang…, tapi jangan sampai hal itu malah membuat mu terpuruk…

Jadikan lah hal itu sebagai pembelajaran untuk mu, agar kamu tidak dengan mudah melepas apa yang ada di genggaman mu, dan memperjuangkan nya.











Jumat, 23 Mei 2014

Surat Untuk Ayah (Bag. 2)


Ayah…
Beranjak remaja aku mulai berani untuk melawan mu. Apakah ayah masih ingat ketika ayah bilang “ Mati aja kalian semua”, seketika kata-kata ayah aku jawab “ Kamu aja yang mati”, ayah pun membalas “kamu mulai berani gak sopan ya!!!”. “siapa yang ngajarin” balas ku lagi. Ayah pun terdiam mendengar jawaban ku yang spontan itu. Terlihat ekspresi terkejut dari wajah mu. Mungkin ayah berfikir “Ternyata putri kecil ku sudah besar sekarang, bahkan sudah berani melawan ku”.

Apakah ayah kaget dengan reaksi ku?

Ketika saudara ku yang laki-laki tidak pernah berani melawan mu, aku yang perempuan bahkan berani untuk membalas umpatan mu.

Semua saudara laki-laki ku terlalu baik yah..., mereka bukannya tidak berani melawan mu, tapi mereka masih menghargai mu sebagai ayah. Mereka menuruni sikap ibu yang cenderung mengalah.

Lalu mengapa aku berbeda?

Harus ada yang berbeda yah…!!! Dengan begitu ayah akan tau bagaimana rasanya dibenci oleh putri mu sendiri. Akulah lawan mu yang sebenarnya yah..., darah daging mu sendiri…

Ayah…
“Aku tidak mau mencintai seperti ayah”. Aku tidak akan pernah mau menyakiti orang-orang yang aku sayangi dan menyayangi ku. Aku akan menjaga mereka yah. Aku tidak ingin seperti mu. 

Walaupun sampai saat ini aku tidak mempercayai pernikahan, tapi aku masih ingin di cintai dan mencintai.

Ayah…
Aku mulai takut dengan masa depan ku. Aku takut akan menyakiti mereka yang menyayangi ku. Dan aku juga takut di sakiti orang yang ku sayangi.

Aku mulai menutup diri yah…, aku tenggelam kedalam lumpur ketakutan yang aku ciptakan sendiri.

Ayah…
Semakin bertambah umur semakin aku sadari, membenci bukanlah solusi yang tepat untuk hubungan kita. hati kecil ku berkata kalau aku sebenarnya mencintai mu. Tidak akan pernah ada rasa benci yang mendalam kalau aku tidak mencintai mu.

Ayah…
"Aku ingin berdamai dengan diri ku sendiri". Belajar untuk menyayangi mu, belajar mengalah, dan belajar untuk menaklukan mu.

Aku ingin mulai dari awal lagi yah. Memulai hubungan baik dengan mu, dan melupakan semua hal buruk dari mu. Karena tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai kebaikan.

Ayah…
Taukah kamu, tampang mu yang garang secara tidak sengaja sering menyelamatkan ku. Ketika teman laki-laki ku ingin berkunjung ke rumah, biasanya aku menguji mereka dengan mengatakan kalau ayah ada di rumah. Kalau mereka mendengar ayah ada di rumah biasanya mereka tidak akan berani untuk berkunjung. Aku tidak pernah menyukai mereka yah…, mereka seperti pengecut yang hanya bisa menjual tampan dan harta orang tuanya. Otak mereka bahkan kebanyakan kosong.

Ayah…

Aku mulai membenci laki-laki. Aku tidak pernah merasa nyaman dengan mereka. Semua laki-laki yang dekat dengan ku tidak pernah benar-benar mencintai ku.  Hubungan asmara ku tidak pernah bertahan lama. Hanya sampai lima bulan. Tapi aku tidak pernah menyesal, karena aku juga tidak pernah mencintai mereka. Itu semua hanya sekedar pelampiasan saja.


Bersambung...









Kamis, 22 Mei 2014

Surat Untuk Ayah (Bag. 1)


Ayah adalah sosok kepala rumah tangga, yang seharusnya memimpin, menjaga, dan mengarahkan keluarganya menjadi lebih baik. Kira-kira seperti itulah sosok  ayah yang ideal menurut ku. Bagi orang yang mempunyai ayah seperti itu pasti sangat beruntung. Setidaknya dia masih bisa membanggakan ayahnya di depan orang lain.

Sejak kecil sampai sekarang ketika teman-teman bercerita mengenai ayahnya, aku biasanya hanya bisa terdiam. Bukan karena sariawan atau tiba-tiba keselek ludah, tapi lebih karena aku tidak tau harus mulai dari mana. Eits…jangan berburuk sangka dulu (GR euy….). Alhamdulillah Ayah masih sehat, masih kuat, dan yang pastinya masih hidup sampai sekarang.

Setelah sekian lama memendam, saat ini, detik ini ingin rasanya menyampaikan semua unek-unek ku pada ayah. Aku ingin menyampaikan apa yang selama ini mengganjal di hati ku, ingin bisa mengobrol berdua layaknya ayah dan putrinya. Menyampaikan apa yang benar dan apa yang salah sambil berjanji untuk sama-sama memperbaiki diri.  Tapi hal itu belum bisa aku lakukan, selain jarak yang memisahkan kita, hati ini juga belum sanggup untuk menyampaikannya secara langsung.

Jadi, berhubung karena aku tidak bisa menyampaikan secara langsung (tatap mata), maka aku akan membuat surat terbuka untuk ayah. Hanya inilah solusi cerdas yang terfikirkan oleh ku (tentu kalian bisa membayangkan seberapa cerdasnya aku…).

Ayah…
Bagaimana kabar mu hari ini? Mudah-mudahan sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Ayah, maaf kalau aku harus menulis surat ini untuk mu. Maaf kalau aku tidak bisa menyimpannya lagi dalam hati ku. dan maaf kalau aku belum bisa menyampaikannya secara langsung.

Ayah…
Aku selalu mengingat mu dengan sosok yang cuek, keras kepala, egois, pemarah dan lebih pendiam. Bukan karena aku selalu lekat dengan sifat buruk mu, tapi karena aku juga memiliki sifat buruk itu. Sifat yang ingin aku buang jauh-jauh dari hidup ku. tapi tidak pernah bisa!!! Tidak salah kalau orang-orang bilang aku ini duplikat ayah.

Ayah…
Sepanjang ingatan ku, kita tidak pernah berbicara layaknya ayah dan putri. Ingin rasanya Mengobrol berdua, dimana aku bercerita tentang teman-teman, sekolah, atau pacar ku. Setelah aku bercerita ayah akan menasehati ku. tapi semua itu hanya angan-angan ku saja, tidak pernah terjadi sekalipun.

Ayah…
Jujur, waktu kecil ayah adalah sosok yang paling aku benci dan takuti di dunia ini. Itu semua bukan tanpa alasan. Ayah sendiri yang menanamkan image itu di pikiran ku. Dimana kalau ayah marah, ayah selalu menghancurkan barang-barang yang ada dirumah (padahal ibu yang membelinya).  Ayah yang selalu mengabaikan kami ketika kami meminta uang untuk biaya sekolah. Jawaban ayah selalu sama “Minta saja uang sama ibu mu, ayah lagi gak punya uang” atau “ga usah saja sekolah, uang ku gak ada!!!”. Jawaban yang akan membuat anak kecil tidak akan berani meminta untuk ke dua kalinya.

Ayah selalu bilang tidak punya uang kalau ibu dan kami meminta. Tapi ayah selalu punya uang untuk mabuk-mabukan. Selalu punya uang untuk mentraktik minum teman-teman mu. Ketika ayah pulang dengan keadaan mabuk, biasanya ayah selalu marah-marah, membanting barang-barang yang ada di dekat mu. kami hanya bisa terdiam dan berusaha untuk tidur. Takut kalau kami akan menjadi sasaran kemarahan mu  selanjutnya.

Walaupun ayah tidak pernah membanting kami seperti menghancurkan perabotan rumah, tapi kata-kata kasar mu, yang seolah-olah tidak pernah menginginkan kami masih melekat di hati ini.

Ayah…
Taukah kamu, tingkah mu yang seperti itu membuat Ibu sedih. Ibu memang selalu memperlihatkan ketegarannya di depan mu dan di depan kami, tapi aku sering menyaksikan secara dia-diam, dia menangis seorang diri. Tidak kah ayah sadar, selama ini Ibu masih tetap sabar, berharap engkau berubah. 

Ayah menyakiti wanita yang selama ini menyayangi mu dengan tulus. Wanita yang rela membanting tulang untuk membantu suaminya menghidupi anak-anaknya. Wanita yang jarang mengeluh, tapi langsung berbuat.

Ayah..
Taukah engkau kalau aku selalu menyarankan Ibu untuk menceraikan mu. Iya…aku melakukannya!!!

Aku benar-benar tidak sanggup melihat Ibu terus-menerus  menderita karena mu. Lagi pula kenapa kalian masih mau mempertahan kan rumah tangga ini kalau, hampir setiap hari terjadi pertengkaran. Perceraikan memang di larang agama, tapi juga diperbolehkan ketika sudah tidak ada kecocokan.

Apakah ayah tau apa jawaban ibu? Ibu hanya menjawab “ Ibu tidak ingin kalian susah nantinya, ketika masih bersama saja begitu sulit untuk meminta tanda tangan ayah untuk raport sekolah kalian, apalagi nanti kalau kami sudah bercerai, bagaimana kalian akan mengurus surat-surat penting lainnya” . Jawaban singkat yang menyayat hati. Bahkan untuk saat-saat seperti itu Ibu masih memikirkan kepentingan kami (I Love U Mom).



Bersambung…..(maaf tidak sanggup melanjutkan)





Minggu, 18 Mei 2014

Akhirnya Aku (Belum) Menemukanmu

Akhirnya Aku Menemukanmu
oleh: Naff 

akhirnya ku menemukanmu
saat hati ini mulai meragu
akhirnya ku menemukanmu
saat raga ini ingin berlabuh

ku berharap engkau lah
jawaban sgala risau hatiku
dan biarkan diriku
mencintaimu hingga ujung usiaku

jika nanti ku sanding dirimu
miliki aku dengan segala kelemahanku
dan bila nanti engkau di sampingku
jangan pernah letih tuk mencintaiku

akhirnya ku menemukanmu
saat hati ini mulai meragu
akhirnya ku menemukanmu

saat raga ini ingin berlabuh



Untuk pelabuhan terakhir ku...

Siapa DIA...???

I Never Know....









Jumat, 16 Mei 2014

Jum'at


Hari jum’at merupakan hari yang cukup melelahkan buat ku. kerena hari jum’at aku ada dua mata kuliah yang jadwalnya bersamaan (bentrok), kenapa  bisa begitu? Ceritanya panjang banget…

Mata kuliah yang pertama ini, mata kuliah yang jadwal sebenarnya memang jam 07.00 wib. Masalahnya  bukan pada mata kuliahnya, tapi lebih pada dosennnya yang sering ngaret dan sesuka hati merubah jadwal kuliah. Selain itu dosen ini juga lebih sering tidak hadir dengan alasan yang tidak jelas dan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Coba saja bayangkan kuliah yang seharusnya minggu ini memasuki pertemuan ke -14 malah hanya masuk 6 kali. Setengahnya pun ga ada...

Sebenarnya hal yang paling mengesalkan adakah ketika beliau tidak datang tanpa pemberitahuan. Padahal kita sudah menunggu selama satu jam lebih. Dosen tersebut seharusnya memberitahukan kepada kami kalau beliau tidak datang dengan sms atau telephon langsung kepada ketua kelasnya, karena itulah perjanjiannya.

Nah, sekarang aku akan membahas mata kuliah yang kedua. Mata kuliah ini sebenarnya cukup sulit, jadi sangat penting bagi ku untuk mengetahui perkembangan kuliah setiap minggu nya. Berhubung mata kuliah ini merupakan mata kuliah yang aku ulang, jadi aku ngambilnya bareng junior. Jadwal kuliah ini sebenarnya adalah jum’at pkl 13:20 wib. 

Minggu pertama masih berjalan sesuai jadwal. Minggu kedua dosennya ga datang. Kemudian pada minggu ke tiga ketika aku ga hadir karena sakit mereka pun mengubah jadwal kuliah ke jam 07:00 wib.

Bisa donk bayangin bagaimana aku harus menghadapi polemik ini. Mau ga mau harus di jalani dengan sistem masuk keluar masuk. Artinya aku mengikuti mata kuliah itu secara bergiliran terus-menerus dalam selang waktu 15 menit. Ribet bukan!!!

Untungnya (namanya orang Indonesia walau buntung tetap untung), kelasnya berdekatan dan dosen mata kuliah yang pertama tadi jarang hadir. Walaupun aku tetap tidak menyukai ketidak hadiran dosen yang sering bolong-bolong, tapi di sisi lain hal itu malah membantu ku (di setiap kesulitan pasti ada kemudahan). Jadi aku bisa mengikuti mata kuliah yang kedua tanpa harus di buruh waktu dan keadaan.

Dosen mata kuliah yang kedua ini sebenarnya orangnya cukup unik menurut ku. Kenapa? karena beliau selalu menyematkan nilai-nilai agama islam di sela-sela mengajarnya. Keren bukan...!!! 

Bahkan beliau bisa menggabungkan ilmu yang kami pelajari dengan isi Al-Qur’an.

Kata-kata beliau banyak yang menginspirasi bagi ku, salah satu nya adalah perkataan beliau yang mengatakan “Seorang Dosen atau Guru itu tidak boleh membenci muridnya, kalau kamu sudah membenci murid mu maka berhenti saja jadi pengajar”. Beliau mengucapkannya dengan mengatakan kalian, memang di tujukan untuk kami, karena kami calon pendidik (Kata-kata yang singkat tapi sangat bermakna).

Tapi ada hal yang kurang aku sukai dari dosen tersebut. Beliau tidak bisa mengontrol emosinya. Usut punya usut, hal itu ternyata karena beliau mempunyai penyakit darah tinggi, jadi kalau beliau sedang emosi langsung beliau luapkan, kalau tidak beliau akan sakit.

Apa pun itu hari jum’at dengan aktivitas yang sama masih harus akan ku jalani sampai dua minggu ke depan pada semester ini. Sulit, ribet, menyebalkan capek adalah kata-kata yang harus ku telan agar bisa menyelesaikan semua, karena kalau tidak usahaku selama ini akan sia-sia. Apapun yang terjadi kedepan nya akan ku jadikan sebagai kejutan dalam hidup ku.yang pastinya kejutan–kejutan itu akan  membuat hidup ku lebih hidup lagi.






Cemungut Ande…badai pasti berlalu….





Minggu, 11 Mei 2014

Masa Depan Ku (Bukan hanya JODOH!!!!)


“Usia dua puluhan belum punya pacar….!!!” Ini lah tanggapan keluarga dan teman-teman ketika tau kalau aku masih single. Tanggapan yang menurut ku sangat-sangat berlebihan. Coba dech bayangin emang apa hubungannya umur sama pacar…ga ada kan???.

Kalau teman-teman se-kos tanggapannya beda lagi, “kok belum punya pacar kak, kakak kan pintar, cantik lagi (kalau ini aku ragu…), mau aku kenalin ga sama teman aku…” gubrak…!!! emang aku segitu ga laku nya ya sampai harus di jodoin segala, “kayak siti nurbaya modern aja…”

Aku tau sebenarnya niat mereka baik, mereka ingin aku merasakan yang namanya pacaran lagi…jadi sebagian waktu tidak habis hanya untuk buku, film, laptop, internet (kalau ini emang ga bisa lepas…) dan mengurung diri di kamar. tapi ga gitu juga donk cara nya...

Aku sangat menghargai usaha mereka, itu artinya mereka perhatian sama ku. Terlebih teman-teman kos, walaupun aku jarang ngumpul sama mereka, tapi setiap kali aku ikut nimbrung mereka selalu menyambut ku dengan hangat. Walaupun aku lebih tua (dari segi angkatan, bukan dari umur...) dari mereka, tapi mereka ga pernah segan tuh sama ku. Kita bisa saling ngejek dan saling memuji satu sama lain tanpa ada yang tersinggung.

Mareka selalu bilang kalau aku tuh gokil, lucu dan kekanak-kanakan. Padahal kalau menurut ku aku tu orangnya pendiam,cuek, dan dewasa (dipertanyakann...???). Terbalik kan…seperti apa pun aku, ketika kami ngumpul bersama kami akan saling melengkapi.

Ketika mereka mulai menjodoh-jodoh kan ku lagi, biasanya dengan bercanda aku akan mengucapkan “untuk apa kakak punya pacar lagi, kakak kan udah punya kalian...” secara serentak mereka akan bersorak “cie….kak ande emang paling bisa kalau ngerayu…coba kalau punya pacar, pacarnya pasti kelepek-kelepek tuch" (ikan kalee…).

Walaupun aku menyukai cewek bukan berarti aku menyukai salah satu di antara mereka. Mereka emang cantik, pintar dan menarik, tapi bagi ku mereka sudah seperti saudara sendiri, bentuk perhatian mereka itulah buktinya.

Sampai saat ini walaupun belum mempunyai pacar, ga pernah jadi masalah buat aku. Bukan karena orientasi seksual ku yang membuat aku sulit menemukan pasangan, tapi cinta kasih orang-orang terdekat ku lah yang membuat aku tidak pernah kesepian. Terlebih aku orang nya emang ingin bebas tanpa ada yang mengekang. Menilik dari pengalaman berpacaran sebelumnya, mereka terlalu mengekang ku sampai-sampai aku sendiri sulit bernafas. Padahal kalau mereka beri kebebasan, aku juga ga akan selingkuh kok…

Pengalaman itulah yang membuat aku sampai sekarang wanti-wanti dalam memilih pasangan. Bukan hanya di lihat dari tampang saja, tapi bagaimana kita bisa saling memahami satu sama lain, itu nilai yang paling penting.

Jadi walaupun sampai sekarang, keluarga atau teman-teman selalu menanyakan tentang pacar ku, jawaban ku akan selalu sama “sekarang memang belum ketemu…tapi jodoh ku sudah ada kok…hanya tinggal menunggu sambil mencari…”


Dari pada sibuk memikirkan jodoh yang ga jelas, sekarang aku lebih memilih fokus untuk masa depan ku yang lain. Aku masih ingin memperbanyak pengalaman dengan perjalanan ke seluruh  Indonesia (mudah-mudahan terkabul…amin). Mengenal adat, budaya, bahasa, kuliner, wisata dan lainnya. Karena Indonesia itu adalah surganya Dunia. Untuk apa memilih jauh-jauh keliling dunia kalau Indonesia saja, yang merupakan negara kita belum di jelajahi.






Keluarga Ku



Kalau aku pulkam ibu biasanya selalu memasak makanan kesukaaan ku. ya..cumi gulai itulah makanan kesukaan ku, bukan cuma aku, tapi seluruh penghuni rumah juga suka bangat sama makanan yang satu ini. Jadi moment aku pulang biasanya selalu di tunggu-tunggu oleh adek dan abang- abang, karena keinginan mereka ingin makan cumi gulai (Kasian bangat yah aku…) tapi ga apa-apa, yang penting bisa berkumpul dengan keluarga besar ku dan bisa memeluk ibu lagi (love u mom..).

Walaupun aku rada konyol, tapi kalau di rumah aku orang yang paling pendiam, lebih sering ngurung diri di kamar dan jarang keluar rumah, gabung sama teman-teman yang lain. Bukannya apa-apa sih, tapi kalau di rumah itu semuanya pada cerewet, mulai dari ibu, bang ndut sama adek. Coba dech bayangkan rumah yang penghuninya cuma lima orang saja bisa hancur kalau semunya juga rebut. Ayah sendiri orangnya lebih pendiam dan cuek. (kayak aku gitu....)

Bang ndut adalah saudara ku yang ke dua. Aku manggil bang ndut, karena memang dia orangnya emang gendut…tapi karena tubuhnya tinggi , ndut nya ga terlalu kelihatan dech…

Bang ndut merupakan orang yang paling sering ngebully aku di rumah (jadi aku korban bullying di rumah sendiri...).  Niatnya sebenarnya baik, dia pengen ngeliat aku ceria lagi. Beliau selalu bilang “ untuk apa kamu pulkam nde, kalau cuma jadi penghuni kamar, keluar donk..gabung lagi sama teman-teman mu…”. Dia juga sering memberikan motornya dengan cuma-cuma (tanpa di minta…) pada ku, dengan tujuan agar aku hangout bareng teman-teman…baik banget kan….

Banyak orang bilang kalau aku perpaduan antara ibu dan ayah, dengan wajah dan perawakan yang mirip ibu dan sifat yang seperti ayah. 

Karena aku perempuan satu-satu nya ,waktu kecil teman-teman aku selalu mengejek dengan mengatakan kalau aku itu cuma anak angkat bukan anak kandung. Setelah dewasa, walaupun tidak harus melakukan tes DNA seperti dalam sinetron-sinetron tapi aku yakin kalau aku memang anak kandung ayah dan ibu.

Ibu adalah wanita terkuat, terhebat, terkeren dan ter..ter…ter… lainnnya,  sulit bagi ku menggambarkan sosok ibu dengan kata-kata. Ibu sosok yang paling sering dicari di rumah (bukan berarti ibu ku seorang narapida yang kabur dari penjara) tapi karena beliau adalah inti dari rumah kami.

Setiap kami baru bangun tidur, habis dari perjalanan atau dari mana saja pertanyaan pertama yang keluar dari mulut kami adalah “ibu dmn..????”. beliau juga termasuk orang yang sibuk, punya teman dan bisnis dimana-mana. Jadi kalau orang-orang mau mencari ibu ku, biasanya datangnya malam hari agar bisa ketemu.

Adek ku sendiri biasanya selalu jadi tukang ojek ku kemana-mana, bukan berarti aku ga bisa bawa motor tapi kan lebih enak di boncengan dari pada bawa sendiri he...he...

Umurnya sebenarnya lima tahun di bawah ku, tapi karena tubuhnya lebih tinggi dia jadi sok kedewasaan gitu di depan aku…malas banget kan…dia paling sering nasehatin aku kalau keluar pulangnya jangan kemalamam (padahal keluar aja aku hampir ga pernah…), tiba kalau aku nasehatin, dia paling ga mau dengar…nyebelin sich…(tapi ngengenin).

Aku dan dia paling sering bertengkar di rumah, mulai dari rebutan remote TV, rebutan makan, rebutan motor, termasuk bertengkar karena dia ga mau aku suruh . Walaupun kami sering bertengkar seperti anak kecil, tapi kami juga cepat baikan seperti anak kecil juga, tanpa ada dendam dan sakit hati.

Aku sebenarnya masih punya abang yang paling tua, namanya bang an. Bang an sebenarnya lebih seperti sosok ayah untuk ku dari pada seorang abang. Bukan berarti karena dia udah tua, umurnya cuma tiga tahun kok di atas ku. Hal itu mungkin karena aku gak  terlalu dekat sama ayah (maklum, karena sifat aku sama ayah sama), jadi bang an lah yang selalu mengayomi ku, layaknya seperti ayah. Dia juga selalu bilang “dek, karena abang yang paling tua, jadi kalau adek ada masalah cerita aja sama abang, jangan terlalu membebani ibu dan ayah. Abang juga ingin menjadi teladan untuk adek-adek abang”.

Sosok yang tidak pernah aku temukan dari laki-laki manapun yang pernah dekat dengan ku. Dia juga merupakan orang pertama yang ingin aku beritahu tentang orientasi seksual ku, tapi sampai sekarang mulut ini masih belum bisa mengucapkannya.

Itu lah keluarga kecil ku yang sebenarnya. Rumah sederhana kami akan pecah dengan gelak tawa apabila kami semua sudah berkumpul. Momen itu biasanya hanya ada ketika lebaran tiba. Moment-moment yang akan selalu aku ingat sepanjang hidup ku, walaupun aku berada di rumah hanya sekitar dua minggu, tapi itu sudah cukup untuk mengisi kekosongan hati ku.







Dunia (Fantasi) Ku


“pagi sayank…”sebuah kecupan hangat mendarat kening ku.
 “em….pagi….udah jam berapa yank??”balas ku masih dengan suara mengantuk. 
 “jam 5 yank, bangun donk…sholat subuh bareng yuk…”
 “hm…masih ngantuk ni yank….”
 “ayo donk yank…masa kalah sama amel, amel aja dah bangun….” 

Mendengar hal itu mata ku langsung terbelak (masa aku kalah sama anak kecil). Aku pun segera ke kamar mandi untuk mengembil wudhu. Selesai mengambil wudhu aku lalu ke ruang sholat, disana sarah dan amel sudah menunggu lengkap dengan mukananya. Kami pun mulai sholat berjamaah.

Ini adalah keluarga kecil ku, yang terdiri dari aku sendiri, sarah, dan si kecil amel putri kami. Amel sekarang sudah berumur 3 tahun.  Kami memang menanamkan nilai agama kepadanya sejak kecil, dengan harapan supaya dia bisa menjadi anak yang sholehah dan mendoakan kami nanti kalau sudah meninggal. Salah satu yang di bawa di kubur itu kan doa anak yang sholehah.

Karena amel sudah berumur tiga tahun jadi dia sudah bisa bicara (pintar bangat malahan….), aku paling suka ketika dia manggil bunda sma ku…dia manggil bunda dengan kata-kata cadelnya….lucu bangat dech…

Amel merupakan hasil donor sperma sepupu ku Hendra kepada sarah. Jadi wajahnya manis khas jawa yang di turunkan dari sarah dan keras khas batak dari aku, Karena ayah biologisnya mempunyai suku yang sama dengan ku. Selain keras kepala dia juga berbakat jadi pelawak kayak aku gitu...

Sarah sebenarnya sering kesal dengan tingkah kami berdua, karena kalau kami berdua main sering lupa waktu. Kalau bisa di bilang sebenarnya ku bukan seperti bunda di mata amel, tapi lebih seperti teman. Hal itu karena sebagian besar wktu ku habis bermain dengan amel. Apalagi kalau hari libur, dunia serasa milik berdua…mama sarah aja di cuekin, habis kalau di ajak main ga mau sich….

Sarah adalah tipe wanita dewasa yang lebih seperti ibu yang sebenarnya untuk amel. Sarah yang mengatur segala hal yang berhubungan dengan amel, bahkan untuk masa depan amel saja sudah di rencanakan sarah, mulai dari kesehatan dan pendidikan. Walaupun aku ikut andil juga dalam kehidupan amel, tapi aku sendiri memang lebih mempercayakannya pada sarah.

Pagi-pagi biasanya sarapan sudah disiapkan oleh sarah. Dia juga yang sering membangaunkan kami untuk sholat subuh berjamaah. Setelah amel berangkat ke sekolah dan aku berangkat kerja, dia pun mulai mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti biasanya. 

Sarah sebenarnya juga punya pekerjaan, tapi karena pekerjaannya jual beli online maka waktunya lebih banyah di rumah dari pada aku yang kerja kantoran.

Sarah  adalah wanita yang paling sempurna yang Allah ciptakan untuk ku. Terkadang aku juga minder karena kehebatannya. Dia bisa mendapat orang yang lebih baik dari aku.

Hal itu pernah aku tanyakan pada nya “yank, kamu kok mau sama aku, padahal kamu cantik, pintar, cerdas , dewasa lagi dengan  semua kelebihan yang kamu milki itu, kamu bisa mendapat pasangan yanag lebih baik dari aku…”

Tapi dia Cuma membalas “ aku ga butuh orang yang lebih baik yank…, aku hanya butuh orang yang bisa melengkapi hidup mu dan bisa mengerti kau, semua hal tu aku dapat dari kamu….kamu yang selalu bisa membuat ku tertawa ketika aku sedang bad mood, kamu juga yang selalu memelukku dan menenangkan ku ketika aku bersedih, kamu juga yang paling bisa menenangkan amel ketika dia lagi rewel. Di balik sikap kekanak-kanakan mu itu ada sikap yang tidak pernah aku dapatkan dari orang lain. “Kamu ada untuk melengkapi ku” bukankah itu kata-kata yang sering kamu ucapakan padaku…kata-kata itu yang pakai sampai sekarang untuk jadi pondasi hubungan kita yank….

Tanpa terasa air mata ku menetes…aku pun memeluknya sambil berucap “terima kasih karena telah melengkapi hidup ku, terima kasih karena telah memberiku putri yang manis, dan terima kasih karena telah menjadikan ku bagian dari keluargai ini , I love u…always and forever….”.

Sabtu, 10 Mei 2014

Jodoh Ku (Mungkinkah?) Dia


Pagi yang cerah, waktunya untuk menjemur pakaian yang sejak semalam direndam. kemaren sih rencananya mau langsung menjemur, tapi posisi PW di tempat tidur membuat ku mengurung kan niat baik itu.

Hari ini aku mau bercerita tentang kehidupan asmara ku. Pembaca harus siap-siap karena cerita ini mungkin tidak menarik untuk kalangan orang-orang tertentu, dan untuk itu aku menyarankan kalian untuk meninggalkan blog ini dengan segera sebelum kalian muntah. Atau kalau kalian tipe penasaran aku sarankan juga untuk tidak memaksakan diri menyelesaikan cerita ini, karena hal itu hanya akan membuat mu nyesal, menggerutu sambil bilang "gak, banget dech kisah asmara Ande". Apapun yang akan kamu lakukan terserah...pilihan ada di tangan mu, yang pasti aku udah memperingatkan sebelumnya.

Seumur hidup ku aku jatuh cinta hanya dua kali....yah dua kali....miris banget gak tu....seolah-olah waktu ku yang sudah kepala dua ini hanya mencintai 10 tahun sekali.

Walaupun aku jatuh cinta cuma dua kali tapi aku pacaran itu empat kali lho....lumayan kan....tapi aku gak pernah tuh pacaran sama dua orang yang aku cintai....kalian pasti bertanya-tanya, why??? jadi selama ini Ande pacaran sama siapa??? 

Di sini aku bukan mau menceritakan mantan pacar sebenarnya, karena aku punya prinsip "Letakkanlah mantan di bagian paling bawah dari pilihan mu" intinya mantan itu hanya sebagai cadangan. Tapi untuk melengkapi tulisan ku, mau gak-gak aku harus mengulas sedikit tentang mereka.

Mantan pertama ku cowok sebut saja namanya A. Umurnya lima tahun di atas ku. Hubungan kami hanya bertahan tiga bulan saja. Perbedaan prinsip lah nyang membuat kami harus menyudahi hubungan ini. walaupun kami berpisah tapi sampai sekarang hubungan kita masih baik kok....(sebagai teman).

Mantan yang kedua masih cowok, sebut saja namanya B. B sebenarnya mantan yang paling gak banget menurut ku. hubungan asmara kamu pun hanya bertahan 10 hari, dan sampai sekarang aku gak pernah sekalipun bertegur sapa sama dia.

Sedangkan yang ketiga  masih juga cowok sebut namanya C. C merupakan mantan ku yang paling baik dan pengertian, sayangnya aku sekali pun gak pernah mencintai nya....miris bukan...hubungan kami hanya bertahan lima bulan. Kami putus dengan alasan beda agama, padahal aslinya karena aku gak mau terus-terusan menyakitinya.

Yang terakhir cewek buchi, sebut saja D. D merupakan orang yang menyadarkan ku akan orientasi seksual ku yang sebenarnya, kalau aku ini lesbian. Walau pun selama ini aku curiga kalau aku lesbian (aku sebelumnya juga pernah menyukai cewek, nanti akan di ceritakan di next season), tapi aku masih menyangkal nya. hubungan ku dengan D juga berjalan singkat, hanya bertahan satu bulan. Hubungan kami berakhir karena  ternyata dia menduakan ku (huk...huk...huk... kasihan ya aku....), walau seperti itu hubungan kami sampai sekarang masih baik kok (sebagai teman)...bahkan dia sering jadi konsultan cinta ku.

Itulah story tentang aku dan mantan-mantan ku. Sekarang aku akan mulai membahas tentang orang yang pernah membuat ku jatuh cinta. (lho kok gitu, mang kamu ga jatuh cinta sama mantan-mantan mu dulu?) bisa dibilang rasa cinta ku sama mereka sebenarnya hanya rasa sayang terhadap teman saja, ga lebih....

Cinta pertama ku sebut saja nama nya AD. Aku mencintai nya sejak pandangan pertama, saat itu aku masih SD (coba bayangkan anak SD sja sudah mengenal cinta, mau dibawa kemana generasi muda ini...."lebay").

Wajah manis dengan rambut panjang terurai, bener-bener membuat jantung ku berdetak kencang memandangnya. Teman-teman ku selalu mengejek karena pipi ku selalu memerah ketika dekat dengannya. Wajahnya manis dengan rambut terurai tapi dia sebenarnya cowok lho....

Rasa cinta yang aku pendam kepada nya bukan hanya cinta monyet (emang aku monyet...) seperti yang teman-teman ku bilang. Buktinya sampai kuliah pun aku masih kepikiran dia, walaupun kami tidak pernah jadian...

Sebenarnya waktu kelas satu SMA kami sempat dekat, dia bahkan pernah menyatakan cinta nya pada ku ( asli waktu dia nembak aku, aku senang bangat..jantung rasanya mau copot saking senangnya...), tapi berhubung waktu itu aku udah jadian sama C, jadinya ku tolak dech....itu benar-benar keputusan bodoh yang paling aku sesali sampai sekarang.

Ketika aku putus dengan C, aku berharap dia bakalan nembak aku lagi, ternyata harapan ku sia-sia...ya sudah lah....sekarang dia udah nikah lho...aku mendoakan mudah-mudahan mereka menjadi keluarga yang shakinah, mawaddah dan warahmah. amin

Orang kedua yang aku cintai sebut saja R. R adalah gadis tunarungu yang aku kenal dari kesenangan ku mengunjungi pantai. R sendiri tinggal di pantai dekat kampus ku. Kedekatan kami bermula sejak aku minta dia untuk mengajari ku bahasa isyarat yang notabennya dipakai oleh tunarungu dan tunawicara untuk berkomunikasi. Maklum keinginan terbesar ku dulu adalah ingin menjadi psikolog dan mengajar di sekolah berkebutuhan khusus. 

Pertemuan kami yang intens membuat benih-benih cinta di hati ku muncul, aku suka melihat senyumnya, matanya, wajah nya, dan tertawanya. Entah kenapa dia selalu tertawa ketika aku melakukan kesalahan (emang aku badut...), seharusnya marah yah...itulah uniknya dia....

Walaupun aku menyadari aku mencintainya, tapi aku ga pernah berani untuk mengungkapkan padanya. Pernah suatu ketika aku meminta dia untuk mempraktekkan kalimat "aku mencintai mu" dengan bahasa isyarat, dia pun melakukannya. Waktu itu walaupun gak beneran, tapi sempat membuat hati ku rasanya mau meledak...seolah-olah dia beneran mengatakan kalau dia mencintai ku. Aku pun membalas gerakan yang sama sambil berucap "I Love U", dia pun tersenyum sambil mengacungkan jempol...hal yang sering dia lakukan kalau aku berhasil meniru gerakannya. 

Sadarlah Ande, dia hanya menganggap mu sebagai teman, gak lebih...dia gadis Straight...sedangkan kamu apa??? (gadis juga...). Pergejolakan dalam hati yang masih sering menghantui ku.

Apa yang akan terjadi kalau aku mengungkapkan yang sebenarnya, bahwa aku mencintai nya lebih dari seorang teman....apakah dia akan membenci ku, kalau aku katakan yang sebenarnya....jawabannya sampai sekarang masih belum dapat. Karena sampai sekarang hubungan kami hanya sebagai sahabat.

R, gadis cerdas nan cantik...aku mencintai mu apa adanya. tidak peduli orang mengatakan apa tentang mu, kamu tetap bidadari di hati ku. jangan pernah takut memandang dunia karena kekurangan mu. karena orang-orang hebat seperti Einstein dan Thomas Alva Edison behasil karena mereka menjadikan kelemahan mereka sebagai kekuatannya.

Sekali pun kamu mengingat ku hanya sebagai sahabat, gak masalah, karena aku percaya cinta tak harus memiliki. semua akan berlabuh pada tempatnya...jodoh gak akan kemana....

Sebenarnya aku adalah tipe orang yang sulit jatuh cinta, dan ketika mencintai seseorang akan lebih sulit lagi bagi ku untuk move on. Makanya butuh waktu lama bagi ku untuk bisa melupakan AD dan mendapatkan pengganti R. Waduh jadi melankolis begini yach....(R memang selalu membuat ku melankolis ketika mengingatnya).

Tapi apapun itu aku selalu percaya ada yang terbaik yang akan Allah berikan untuk seorang Ande, apakah itu bidadari surga tau atau bidadari di bumi aku akan tetap menunggu....





@Ande#













Cerita Pak Bakso

Sudah dua malam ini Dey teman sekamar ku pulkam. Walau sepi tapi asik kok, bisa bebas melakukan hal apapun sesuka hati tanpa harus ada gangguan dari dia he..he..(aku jahat bgt yach...). Terkadang aku sebenarnya butuh sendiri, kalau ada dia kan berdua jadi nya….(maklum sekamar cuma berdua).

Kalau Dey pulkam biasa nya hal yang paling sering aku lakukan itu nyetel musik kuat-kuat sampe bosen, ntar kalau dah bosen aku nonton film di laptop, bosen nonton film aku nonton TV, bosen lagi aku back dengar musik, sampai seterusnya…kalau dah capek aku tidur.

Sebenarnya hal ini dah lama aku tanya dalam hati “apakah yang aku lakukan ngebosanin atau aku sendiri yang membosankan” dan jawabannya adalah….(jreng...jreng…jreng…) “diri ku yang membosankan”.

Coba deh sodara-sodiri bayangkan, hal yang kamu lakukan itu-itu aja dalam kehiduan kosong mu, tentu hasilnya hidup mu makin kosong bolong-bolong….bahkan pihak PDAM aja nolak tuk ngisinya.

Sedang asik mikir hal apa yang bisa aku lakuin tuk membuat hidup ku lebih berwarna, kayak televisi LED terbaru, tiba –tiba terdengar suara hantu….eh salah…maksudnya suara ting..teng…ting…teng…(ayo tebak suara apa tuch…)

Apakah anda menyerah…akan saya jawab: itu adalah suara bel nya pak bakso, menandakan kalau si pak bakso udah datang….

Berhubung perut dari tadi main drum minta diisi aku pun keluar tuk menemui pak Bakso dengan membawa mangkok. Teman kos ku, kak Ci yang sudah mendahului (maksudnya bukan meninggal ya…) ke sana langsung berkata “hujan kak De, ni ada payung”. “Gak usah kak, aku berteduh di atap gerobak bakso aja…” jawab ku. Dia pun bertanya lagi “. ”kok bawa mangkok kak? Kan bisa di bungkus aja…”. “Oh…untuk menghindari global warming kak” balas ku. “Apa hubungannya kak?”. Sejenak aku terdiam, berfikir.."iya..iya..apa hubungan ya kak…" balas ku masih dengan wajah dungu. Si bapak sama kak Ci pun serentak tertawa dengar jawaban ku….

Sebelumnya pembaca pasti bingung kenapa aku manggil kak Ci dengan sebutan kakak, kak Ci juga manggil aku kakak…

Begini ceritanya: Aku itu adalah senior kak Ci di kampus pasti nya donk dia musti, kudu, harus manggil aku kakak, senior gitu....!!. Sedangkan tuk aku, kenapa manggil kakak sama kak Ci itu karena usia kak Ci lebih tua dari aku, jadi sebagai orang yang mempunyai sopan santun, tutur kata halus, dan tidak sombong (emang apa hubungannya…) harus memanggil kakak sama dia.

Setelah pesanan kak Ci selesai, kak Ci pun meninggalkan aku berduaan dengan pak bakso (cie..cie..). Habis mau gimana lagi wong pesanan ku belum selesai….dan lagi kami tu gak beduaan, tapi bertiga sama gerobaknya….he...he…


Sambil nungguin pesanan, pak bakso pun memulai cerita tentang kehidupannya, langganannya, jualannya dan bla..bla… aku serius gak mau dengar lagi (aku kan bukan tong curhat...). Sampai akhir nya aku tertarik sama cerita beliau ketika beliau menyinggung tentang Pak Soeharto Presiden kedua Indonesia (ayo, siapa yang ingat…). 

Beliau berkata “dek, zaman yang paling enak itu ketika kepemimpinan pak Soeharto”.

“kok gitu pak? Yang saya tau banyak orang yang mencibir kepemimpinan pak Harto” jawab ku

“Yang ngomong seperti itu orang yang iri sama beliau. Bapak sudah merasakannya kok…bagaimana ketika kepemimpinan beliau orang-orang yang tadinya miskin hidupnya mulai sejahtera. Mereka diberi modal untuk mandiri, diajarkan menanam sawit, trus membangun bendungan untuk irigasi dan memberikan super semar (sejenis beasiswa) bagi anak-anak yang tidak mampu. Sebelum pak Harto Tidak ada yang seperti itu dek” Cerita beliau panjang lebar kali tinggi (luas persegi panjang kalee…).

Berhubung pesanan ku sudah selesai dan aku juga lapar banget, mau-mau harus akhirnya aku menyudahi obrolan ku dengan sang pak Bakso.

Ketika aku hendak beranjak pergi, pak bakso sempat berkata “Mudah-mudahan presiden kita nanti seperti beliau ya dek….”

“Amin” balas ku.

“Aku masuk dulu ya pak….terima kasih pak…” sahut ku

Ternyata dari sekian banyak nya orang yang sering mencela Pak Soeharto, masih banyak juga orang yang mencintai beliau. Ini pembelajaran buat ku, jangan pernah melihat seseorang itu hanya dari segi negatif nya saja tapi lihat juga kelebihannya. 

tau gak seeh...bahkan sampai selesai aku menulis cerita ini siomay yang aku beli dari pak bakso belum habis. Porsinya banyak banget sich....

ada yang mau....



@Ande#














Sempurna atau Menyempurnakan


Setiap orang pasti pengen jadi orang sukses, punya banyak uang, cantik/tampan, punya banyak teman dan punya pasangan yang sayang banget sama kita. Perfect (sempurna)….kata yang paling diinginkan orang dalam kehidupannya. Tapi tau gak kamu kalau kata perfect buat setiap orang itu maknanya berbeda-beda. Pada dasarnya orang-orang berangggapan kalau hidup sempurna itu ya seperti yang aku bilang tadi.

Ketika teman-teman ku berharap kalau dia pengen kehidupan yang sempurna (seperti kata-kata di atas), aku sering bilang kalau tidak ada yang sempurna di dunia ini kawan, yang ada itu  menyempurnakan. Dengan kamu berteman sama aku yang nyebelin ini aja udah merupakan celah untuk menuju kesempurnaan (ini bukan hanya menghibur, tapi beneran he..he..).

Teman-teman ku sering bilang kalau aku terlalu santai dalam hidup. Awalnya sih aku gak ngerti maksud mereka itu, apakah maksud mereka aku terlalu santai jalan, terlalu santai mandi (karena aku mandinya lama kali yach…), terlalu santai belajar atau apa yach….” dari pada bingung akhir nya aku tanya saja sama om Jin…eh salah…maksudnya sama teman ku (emang aku temanan sama om jin).

Sebut saja namanya Mawar (tapi bukan nama samaran orang yang sering ditahan polisi itu lho…ntar dia ngamuk lagi sama aku). O ya aku lupa, tadi bukannya aku bilang teman-teman yah? (flash back!!!) Berarti jamak donk!!! Itu artinya lebih dari satu, kenapa yang aku kenalin cuma mawar. Oke dech, aku ulang lagi yach…

Sebut saja namanya Mawar dan Melati ( tapi tetap sama lho…mereka tu teman aku, bukan nama samaran orang-orang yang di tangkap polisi). Mawar said “santai tu maksudnya, kamu tu nyantai banget dalam menghadapi hidup mu”. Aku balas donk “lebih spesifik lagi donk ma!” (aku sering manggil dia ma, krn dia kayak emak-emak, cerewet banget). “Yah santai, tau lah…santai dalam mikir, santai dalam menghadapi masalah, santai dalam pelajaran (kalau yang ini tebakan ku benar), santai dalam menghadapi perayaan, santai dalam mandi (ini benar juga) santai dalam penampilan, pokoknya serba santai deh…iya ga mel? “yang di Tanya malah sibuk dengan gadgetnny (kacian deh loe...). “Aku jadi kagum sama kamu, kamu tau banget aku gimana…you’re the best friend (kalau ini beneran) .

"Tapi ini bisa menjadi pembelajaran lho buat kalian”. “pembelajaran apanya…aku geram tau liat cara hidup kamu yang seperti itu…seperti gak ada masalah aja…semua serba easy going” balas Mel, yang dari tadi sibuk ternyata gak mau ketinggalan. “Hidup ini singkat kawan…dengan menjalaninya secara santai kita akan lebih menikmati jalannya hidup. Bukan berarti gak ada gejolak dalam kehidupan ku, tapi sampai saat ini gejolak itu masih bisa aku redam. Satu hal lagi yang bisa membuat aku menikmati hidup ini adalah dengan adanya sahabat seperti kalian dalam hidup. Kalian memang tidak sempurna, tapi ketidaksempurnaan kalian lah yang menyempurnakan hidup ku”.

“Oh…so sweet…”gumam mereka serentak.. kami pun berpelukan ditonton oleh orang-orang yang memandang aneh dengan sikap kami. Itu mah gak penting…(cuex bebek kwek-kwek)

Itu hanya sepenggal kisah tentang aku dan sahabat ku. Dengan bumbu-bumbu dapur yang enak, yang bisa menggelitik perut mu. Dikupas secara tajam, tuntas, agak bermamfaat, agak mengharukan, sangat lebay, terlebih menyebalkan.







@Ande#