Minggu, 14 Desember 2014

Haluan Hati (UGD)


Taukah kamu ketika kamu bilang kamu masih sayang sama R, hati ku rasanya sakit banget. Kata-kata yang tadinya sudah aku persiapkan sebelum menelephon mu hilang seketika. Yang tertinggal hanyalah degup jantung yang semakin keras karena menahan cemburu dan mulut yang terdiam membisu karena tak tau harus berkata apa. Bahkan kamu sendiri bilang sedang dekat dengan seseorang. 

Duh, secepat itukah? Apakah aku memang tak ada artinya lagi di hati mu? Padahal setiap hari yang ada di fikiran ku hanyalah kamu. Bahkan ketika curhat dengan mantan ku, yang aku bahas adalah “Betapa cinta dan sayangnya aku pada mu”.

Apakah semua harus berakhir seperti ini. Aku bisa terima ketika kamu berkata ingin berteman saja dulu. Tapi tidak bisa ku pungkiri kalau rasa sayang ini setiap hari malah semakin menggebu-gebu pada mu. Bisakah kamu mengajari ku untuk bisa bersikap biasa aja padamu. Seperti yang kamu lakukan saat ini padaku. 

Aku tau kamu mungkin sudah tidak percaya lagi dengan semua omongan ku pada mu. Seperti yang kamu bilang tadi, omongan ku tidak bisa dipegang karena aku masih berteman sama mantan ku, padahal sebelumnya contactnya sudah ku block. Tapi serius yang kami bicarakan sebenarnya adalah tentang pasangan masing-masing. Tentang dia dengan pacarnya dan tentang aku dengan mu, bukan tentang aku dan dia seperti yang kamu fikirkan.


Tapi ya sudahlah, toh apa pun yang aku katakan saat ini tak akan mengubah apa pun. Aku cuma ingin bilang kalau perasaan ku pada mu itu tulus. Tulus artinya kalau pun kamu tak membalas perasaan ku, aku tidak akan pernah menuntut apa pun dari mu. Aku hanya ingin memberikan perhatian dan kasih sayang pada mu, selayaknya yang harus kamu dapat. Karena kamu pantas untuk mendapatkan itu semua. Dan cuma itulah yang bisa aku berikan pada mu saat ini.

Berbahagialah dengan pilihan mu sayang. Aku akan selalu mendoakan yang terbaik untuk hidup mu. Apa pun pilihan mu saat ini, ingatlah aku akan selalu  ada disamping mu. Walaupun itu sebagai teman atau sahabat. Masih bisa berkomunikasi dengan mu seperti biasa dan dapat mendengar suara mu saja itu sudah cukup untuk ku. ^_^



Sabtu, 13 Desember 2014

Cinta Itu Kamu (Princess)


Aku mungkin orang yang paling tolol didunia ini karena telah mencintai orang sudah punya pacar. Bahkan dengan terang-terangan dijadikan selingkuhan. Apakah aku marah padanya? Tidak. Aku masih sangat mencintainya, sampai detik ini perasaan ku padanya tidak pernah berubah sedikit pun. Walau terkadang ego ku berkata “Untuk apa kamu mengharapkannnya Ande. Dia masih belum bisa melepas pacarnya yang sekarang, jadi selama ini kamu didijadikan apa?” tapi hati ku Cuma bisa berkata “Aku masih sangat mencintainya, bahkan untuk memikirkan yang lain pun aku tak bisa”.

Dua hari dua malam tidak mendengar suaranya, membuat rindu dalam hati menggebu. Hari ketiga ketika dia menelephon ku, sungguh rasanya senang bgt. Walaupun aku tidak memperlihatkannya secara langsung. Aku yang tadinya sedang kurang enak badan langsung segar bugar begitu dia telp. Mungkin aku sakit juga karena merindukan dia, he..he..

Tapi apa mau dikata, hubungan ku dengan dia memang tidak bisa di lanjutkan lagi. Impian ku untuk bersama dengannya sampai tua nanti pun hanya tinggal angan. Bagaimana pun aku tetap bersyukur karena pernah mengenal mu dan mencintai mu setulus hati ku. tak pernah terfikirkan sebelumnya kalau aku bisa mencintai mu sebesar itu. Bahkan dengan apa yang kamu lakukan saat ini, aku tetap tidak bisa marah atau membenci mu.


Aku tau semakin hari rasa cinta ini semakin dalam pada mu. Aku juga tau kamu mungkin tidak mengharapkan itu dari ku. Aku sadar aku bukan siapa-siapa, bukanlah apa-apa. Aku masih belum bisa memberikan kebahagiaan padamu. Yang ada aku hanya membuat hidup mu semakin  ribet, keberadaan diri ku diantara kalian membuat kehidupan mu semakin kacau. Maaf untuk semua kesalahan ku sayang, aku melakukan semua itu karena aku sangat mencintai mu dan tak ingin berpisah dengan mu. 



Minggu, 07 Desember 2014

My Princess (My Love)


Dia gadis yang telah mencuri hati dan perhatian ku sebulan belakangan ini. Tadinya kami mengenal hanya sebatas teman curhat saja. Kebetulan kedatangannya bertepatan dengan putusnya hubungan percintaan ku dengan yang sebelumnya.

Tanpa rasa yang lebih kami pun mulai saling mengenalkan diri masing-masing. Dia yang telah satu tahun lebih menjalin hubungan percintaan dengan ”Girlfriendnya”  yang sekarang, bahkan mereka telah “Stay Together”. Perlahan-lahan dia pun mulai bercerita tentang kehidupan pribadi, keluarga dan percintaannya.

Langkah pertama kedekatan kami dimulai ketika dia mulai curhat melalui telephon. Awalnya sebenarnya aku yang ingin curhat tentang hubungan ku dengan mantan ku, tapi entah kenapa dia sendiri yang lebih cerewet dan lebih mendominasi obrolan, sedangkan aku hanya sebagai pendengar yang baik.

Setelah beberapa hari aku meladeni telephonnnya, tiba-tiba dia BBM kalau dia “sepertinya menyukaiku”. Awalnya aku sempat kaget dengan pernyataan dia, tapi aku masih dapat mnenguasai diri, kemudian menolak dengan tegas pernyataannya. Karena aku memang tidak punya perasaan lebih terhadapnya selain hanya perasaan terhadap teman saja. Tapi aku sempat menanyakan kenapa dia menyukai ku padahal dia sudah punya GF dan dia juga belum mengenal ku. Dan jawabannya, dia menyukai ku Karena “suaraku’ yang menurut dia lembut.

Bukan satu kali saja dia berusaha menyakinkan ku untuk menerima cintanya, dia mencoba terus dan berulang kali. Entah kenapa lambat laun hati ku mulai terbuka untuk menerimanya. Aku tau ini salah, tapi aku juga tidak bisa membohongi hati ku kalau aku telah mulai “mencintainya” bahkan “sangat mencintainya”.

Selama ini belum ada seorang punya yang bisa membuat ku berhenti memikirkan Re, tapi dia berhasil. Dia bisa membuat ku merasakan cinta lagi. Bahkan cinta yang sangat besar. Cinta yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Ketika dia bertanya kenapa? Aku sendiri juga tidak tau alasannya. Aku hanya tau kalau aku tak bisa melihatnya sedih, tak ingin kehilangannya, tak bisa lepas dari bayang-bayangnya, cemas kalau tidak mendengar kabarnya, dan selalu ingin membahagiakannya.

Kamu adalah hal terbaik yang pernah Allah hadiahkan untuk ku sayang. Walaupun saat ini aku harus mengakhiri hubungan ini, kamu harus tau sayang aku melakukannnya bukan karena aku tak mencintai mu lagi. Aku masih sangat-sangat mencintai mu, tapi kondisinya sampai saat kamu masih dengannya, dan aku tak bisa lagi menjalin hubungan seperti itu. Aku tak ingin jadi orang kedua diantara kalian.

Yang aku inginkan hanya bersama selamanya dengan mu tanpa adanya bayang-bayang dia atau siapa pun di kehidupan mu. Kamu mungkin tidak percaya pada ku ketika aku bilang ingin menjani sisa hidup bersama mu. Tapi aku serius mengatakan itu sayang. Aku ingin menjalani hari bersama mu sampai tua nanti, sampai maut memisahkan kita berdua. Bahkan sampai saat ini impian itu masih aku simpan dengan rapi di hati ku.

Aku masih menunggu mu sayang. Aku tidak yakin kalau aku masih bisa mencintai orang lain sebesar aku mencintai mu saat ini. Aku hanya ingin kamu menyelesaikan hubungan mu dengannya, dia tak baik untuk mu, akulah yang terbaik untuk mu.

I LOVE U SO MUCH








Rabu, 22 Oktober 2014

Hari Lahir Ku (Di Kost)

20 Oktober 2014

Mereka sukses banget mengerjai ku. Siapa? Siapa lagi kalau bukan teman-teman satu kost ku. Olla, Ayu, Caca , dan Riri sepertinya sudah lama merencanakan kejutan di hari lahir ku. Padahal dua hari sebelumnya Aya teman sekamar ku yang baru, juga merayakan hari lahir tapi mereka  tak sedikit pun mengerjainya.

Sejak awal aku sebenarnya tidak terlalu peduli apakah mereka ingat atau tidak dengan hari lahir ku. karena aku memang tidak terbiasa merayakannya. Aku sendiri juga sering lupa tanggalnya, apalagi yang yang lain.

Singkat cerita. Malamnya selesai magrib (aku lupa jam berapa) Olla mendatangi kamar ku, katanya sih pengen curhat  tentang cowok yang baru dia kenal. Aku yang pada waktu itu sedang sibuk-sibuknya mengerjakan tugas meminta dia untuk cerita dalam kamar ku saja, agar aku bisa melanjutkan tugas ku sambil mendengar ceritanya. Tapi Olla maksa untuk cerita di luar aja, katanya dia segan kalau harus ganggu Aya nanti. Padahal saat itu Aya sedang keluar beli makanan.

Dengan terpaksa aku pun mengikuti dia keluar. Tiba-tiba Riri mendekap ku erat  dan datanglah serangan mendadak. Caca menyiramkan air ke tubuh ku. tak puas hanya mengguyur ku dengan air di malam sedingin ini, tanpa babibu Caca pun menambahkan tepung sebagai bumbu penyedapnya. Dalam waktu sekejap aku berubah jadi adonan yang siap di masukkan ke oven (Emangnya kue ^_^).
Gambar. Bekas Tepung di depan Kost
Aku yang pada saat itu masih shock hanya bisa terdiam sambil merasakan dinginnya tubuh ku. Kalau kalian pernah menonton atau merasakan sendiri “Ice Bucket Challenge”, seperti itulah kira-kira kejadiannya pada malam itu. Bedanya kalau “Ice Bucket Challenge” dilakukan secara suka rela, sedang aku dipaksa melakukannya. (Sekarang kalian taukan kenapa Olla ngotot ngajak aku ngobrol di luar kamar)

Karena tak mau mandi basah sendiri, aku pun mengejar mereka untuk disiram juga. Awalnya mereka menghindar dengan masuk ke kamar masing. Tapi pada akhirnya aku bisa membuat mereka merasakan apa yang aku rasakan. Satu-satunya yang lolos hanya Ayu, karena dia tak sedikitpun mau keluar kamar.

Malam itu suasananya riuh banget. Di penuhi dengan adegan kejar-kejaran, siram-siraman, teriak-teriakan plus tebar tepung (Harap untuk tidak menirunya di rumah anda, bisa di pastikan Ibu kalian akan marah karena anda telah membuang-buang tepung yang seharusnya bisa membuat kue ^_^).

Why me? Pertanyaan yang aku ajukan kepada mereka. Karena memang Cuma aku yang diginiin dari sekian banyak penghuni kost yang pernah mengalami “Hari Lahir” sebelumnya. Olla bilang “ Aku paling paling suka ngerjain kakak, karena kakak ga mudah marah”. Caca bilang “Kapan lagi bisa ngerjain kakak, kalau ga sekarang. Tahun depan belum tentu di sini lagi kan?”. Ayu dan Riri hanya mengiyakan saja. Sedangkan aku hanya bisa menghela nafas panjang.

Di balik itu semua  aku berterima kasih kepada mereka karena telah membuat hari ku yang stuck ini menjadi lebih berwarna (Aku menghargai niat baik di balik keisengan kalian kok). Aku ga kan pernah melupakan kebersamaan, canda dan tawa yang telah kalian berikan pada ku. kalian manjadikan ku sebagai keluarga, kakak, adek, teman dan sahabat.

24 tahun sudah aku hidup di dunia ini. Mengalami suka dukanya kehidupan. Masalah yang datang silih berganti membuat ku menjadi pribadi yang lebih dewasa.

Terima Kasih Ya Allah karena masih memberiku umur panjang agar aku dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah aku lakukan sebelumnya. Terima kasih Ibu, karena telah melahirkan ku dan jadi malaikat pelindung ku. aku tidak akan pernah bisa membalas semua jasa-jasa mu Ibu. Selamat Hari jadi juga untuk mu Ibu (17 oktober 2013). Terima kasih untuk mu Ayah karena masih mau menyayangi ku sampai saat ini. Terima kasih untuk My Brothers (Bang An, Bang Ndut, Dek Pudan) karena selalu ada untuk ku.

I Love U All


Jumat, 17 Oktober 2014

Aku Butuh Sandaran (Sahabat)

Aku tertawa terpikal-pikal ketika mendengar dia bercerita. Bukannya senang, dia malah heran melihat reaksi ku.

“Kamu kenapa Nde?”
“Ga kenapa-napa, aku geli mendengar cerita mu”. (Masih tertawa)

Dia pun terdiam sambil memperhatikan ku yang sedang mencoba menghentikan tawa. Perut rasanya sampai sakit karena terlalu banyak tertawa. Begitu suasana tenang kembali, dia pun bertanya lagi sambil memandang mata ku dengan lekat

“Nde…kamu lagi ada masalah?”
“Ha..ha..aku lagi tertawa senang begini kok kamu bilang ada masalah”
“Cerita ku aja ga lucu, kenapa kamu bisa sampai tertawa terpikal-pikal seperti tadi”
“Masa sih, padahal menurut aku lucu banget lho!”
“Nde…aku mengenal kamu bukan sehari, seminggu, atau sebulan, tapi aku mengenal mu 6 tahun. Aku tau ekspresi mu saat ini. Kamu masih mau bilang kalau kamu baik-baik aja?”

Suasana hening. Tanpa terasa air mata ku menetes, dengan pelan aku berucap “Aku capek Ra” tangis ku pun langsung pecah. Ira yang melihat adegan itu langsung memeluk ku dengan erat.

Satu jam lamanya aku menangis di pelukannya. Dia tak berkata sepatah kata, begitu pun aku. Setelah aku bisa menenangkan diri, dia pun memberanikan diri bertanya

“Kamu ada masalah apa? cerita aja, siapa tau aku bisa bantu.”
“He..he..(Mencoba tertawa) maaf, aku belum bisa cerita saat ini Ra.”
“Ya udah ga apa-apa. Gimana sekarang, udah baikan?”
“ Udah. Terima kasih Ra”
“Sama-sama Nde”

Maaf Sahabat, bukan aku tidak ingin bercerita pada mu. Tapi aku belum siap untuk Coming Out pada mu, dan aku yakin kamu juga belum siap untuk mendengarnya. Walaupun aku yakin kamu tidak akan menjauhi  ku seandainya kamu tau aku Lesbian.

Saat ini yang paling aku butuhkan hanyalah sandaran untuk menumpahkan sesak di hati ini. Pelukan yang engkau berikan sudahlah cukup buat ku. Terma kasih banyak Sahabat.

.


Minggu, 12 Oktober 2014

IMPOSSIBLE

By: James Arthur

I remember years ago
Someone told me I should take
Caution when it comes to love
I did

And you were strong and I was not
My illusion, my mistake
I was careless, I forgot
I did

And now when all is done
There is nothing to say
You have gone and so effortlessly
You have won
You can go ahead tell them

Tell them all I know now
Shout it from the roof tops
Write it on the sky line
All we had is gone now

Tell them I was happy
And my heart is broken
All my scars are open
Tell them what I hoped would be
Impossible, impossible
Impossible, impossible

Falling out of love is hard
Falling for betrayal is worse
Broken trust and broken hearts
I know, I know...
Thinking all you need is there
Building faith on love and words
Empty promises will wear
I know, I know...

And now when all is done
There is nothing to say

And if you're done with embarrassing me
On your own you can go ahead tell them

Tell them all I know now
Shout it from the roof tops
Write it on the sky line
All we had is gone now

Tell them I was happy
And my heart is broken
All my scars are open
Tell them what I hoped would be
Impossible, impossible
Impossible, impossible

I remember years ago
Someone told me I should take
Caution when it comes to love
I did

Tell them all I know now
Shout it from the roof tops
Write it on the sky line
All we had is gone now

Tell them I was happy
And my heart is broken
Oh, oh, oh, oh, oh, oh, hoped would be
Impossible, impossible
Impossible, impossible
Impossible, impossible

Impossible, impossible


Karena Ini Salah Ku


Tidak ada yang harus di maafkan dan disesali diantara Aku, Kamu dan Dia. Sudah suratan yang di Atas kalau ini semua akan terjadi. Kalau harus berkata jujur, aku memang kaget mengetahui apa yang terjadi diantara kalian. kaget karena rasanya terlalu cepat. Tapi bagaimana pun aku tetap mendukung kalian. aku tau kalian telah dewasa dan tidak asal mengambil keputusan, apalagi ini berhubungan dengan hati.

Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian, karena aku mencintai Kamu dan Dia layaknya seperti saudara. Aku berharapa kalian bisa saling mencintai, menyayangi dan menjaga. Semua masalah yang terjadi dapat kalian atasi dengan baik, tanpa harus berlarut-larut.


Aku hanya minta kamu bersikap biasa saja pada ku. berhenti berucap kata maaf dan kata rasa bersalah, itu justru membuat ku merasa sangat tidak nyaman. Aku lah yang telah memutuskan semuanya, aku yang membuat semua ini terjadi, jadi kalau ada yang harus dipersalahkan itu adalah aku. Aku minta maaf untuk semuanya.

Sabtu, 11 Oktober 2014

Si Sakit Merindu

Seminggu lamanya sakit ini menggrogoti ku. tadinya sih hanya demam saja, dan itupun demamnya hanya malam hari saja. Lama-lama sakitnya malah menjalar ke mana-mana, mulai dari sakit kepala, maag, sampai telinga ku yang sakit. Yang paling parah adalah kemaren, dimana aku menggigil hebat karena kedinginan padahal matahari telah meninggi, setiap makanan yang masuk termuntahkan, bolak-balik ke toilet karena diare, dan kepala yang sakitnya serasa mau pecah. Untungnya hari itu teman sekamar ku ada kuliah, jadi seharian bisa istirahat tanpa ada yang menganggu.

Sebenarnya teman-teman sudah menganjurkan untuk berobat ke dokter, tapi dasarnya aku bandel keukeuh Cuma mau istirahat aja. Aku paling malas ketemu Dokter dan minum obat, jadi selama sakitnya masih bisa aku tahan aku ga akan mau minum obat. Tapi kali ini aku sepertinya harus mengesampingkan ego ku, karena kalau tidak sakit ku akan semakin parah. Mau tidak mau besok aku harus berobat ke dokter, huft…

Saat sakit seperti ini kalau di rumah Ibu biasanya paling cerewet, mulai dari mengantar ke Dokter, ngasih makan, plus obat. Semuanya serba di cerewetin. Aku jadi seperti anak kecil saja rasanya. Maklum Ibu-ibu he..he..

Aku kangen Bu…
Ingin merasakan hangatnya pelukan mu saat aku menggigil
Mendengar desahan nafas mu saat memeluk ku
Mendengar alunan lembut suara mu sebagai pengantar tidur
Tak akan ada yang bisa mengantikan itu semua
Obat alami yang dapat menyembuhkan ku dengan segera
Aku tak perlu dokter atau obat kimia lain
Aku hanya butuh kamu di sisi ku saat ini Bu
Aku sangat-sangat merindukan mu



28 HARI (Bag.2)

Ajaibnya begitu sampai rumah kamu bersikap seperti biasa lagi, seperti tidak terjadi apa-apa di antara kita. padahal pertengkaran itu terjadi 15 menit sebelumnya. Aku bertanya-tanya dalam hati bagaimana kamu bisa bersikap biasa saja setelah apa yang telah terjadi. Aku bahkan masih belum bisa meredakan jantung ku yang masih berdetak dengan kencang. Apa kamu tau setelah itu jadi takut menghadapi mu. Aku benar-benar harus memperhatikakan semua ucapan dan tingkah ku karena tak ingin melihat mu marah seperti sebelumnya.

05 Oktober 2014 tepatnya pada malam pertengkaran hebat yang terjadi diantara kita. Ku putus kan untuk berbicara baik-baik dengan mu, kebetulan suasana saat itu mendukung. Dengan hati-hati aku pun memulai pembicaraan

“Maaf sebelumnya kak kalau omongan aku menyakiti kakak. Tapi aku benar-benar harus mengatakan ini sekarang. Aku ga bisa melanjutkan hubungan ini lagi. Aku ga kuat di bentak-bentak dan dimarahi seperti itu, kakak tau kalau aku punya trauma masa kecil tentang itu. Aku capek kalau harus  menjalani hubungan yang seperti ini, menghadapi sikap kakak yang tempramen dan kekanak-kanakan. Aku udah memikirkan ini baik-baik, aku mau kita berteman aja”

“Ya udah, kalau itu memang mau kamu, aku akan melepas mu. Walaupun jujur sebenarnya aku berat harus melepas mu, karena aku benar-benar sayang banget sama mu dek, aku belum bisa kehilangan kamu. Tapi dari pada kamu tersiksa dengan semua tingkah ku, aku dengan berat hati akan melepas mu.”

Kamu pun menggenggam tangan ku dengan erat sambil berucap “Aku bisa minta sesuatu ga untuk terakhir kalinya”. “Apa?” jawab ku sambil memandang wajah mu. Aku melihat mata mu telah berkaca-kaca. “Aku mau memelukmu untuk terakhir kalinya, boleh?”, tanpa menjawab akupun langsung memeluk mu dengan erat. Perlahan aku mendengar isak tangis mu sambil membenamkan wajah mu di pelukan ku. (maaf untuk semuanya kak…)

07 Oktober 2014 pagi kamu mengantar ku ke bandara. Saatnya bagi ku untuk pulang, karena liburan ku telah selesai. Hari itu kamu masih bertanya pada ku “Kamu ga sedih yah dek pisah dari aku?”. Aku tau kamu menanyakan hal itu karena sikap ku yang biasa saja, tak ada guratan sedih sedikit pun di wajah ku. “Tidak ada yang harus di sedihkan kak, toh kita masih bisa berhubungan baik setelah ini. Hidup harus terus berjalan, kita tidak pernah tau jodoh kita siapa, di nikmati aja prosesnya kak”. “Aku masih menunggu mu dek”, balas mu. “Tidak usah kak, aku butuh waktu lama untuk menata hati lagi. Untuk bisa menerima seseorang lagi sekalipun itu dari masa lalu”.

Kalau harus berkata jujur sebenarnya aku juga sedih banget berpisah dengan mu. Aku benar-benar menyayangi mu dengan tulus. Tapi mungkin inilah yang terbaik untuk kita. bukan Cuma untuk aku, tapi kamu juga. Aku tau betapa dongkolnya kamu menghadapi aku yang keras kepala dan cuex setengah setengah mati. Bagaimana perjuangan mu untuk membuat ku cemburu dengan menceritakan semua mantan pacar dan mantan gebetan mu tapi aku malah tidak bergeming sedikit pun.


Tapi bagaimana pun kisah masa lalu kita, setidaknya sampai sekarang kita masih bisa berhubungan dengan baik selayaknya sahabat. Terakhir kamu bilang sendiri kalau kamu telah punya gebetan baru, dan minta maaf karena tak bisa menepati janji untuk menunggu ku. aku turut senang kak, semoga yang sekarang ini yang terbaik yang Allah berikan untuk mu. Amin.


28 HARI (Bag.1)

Aku ingat perkenalan pertama ku dengan mu ketika aku telah putus dengan mantan yang sebelumnya yang umur hubungan kami pun tak lama. Aku sendiri pun lupa berapa lamanya, tapi yang pasti tak lebih dari 2 minggu. Saat itu aku benar-benar sedang tidak mood untuk diajak ngobrol, tapi kamu terus saja bertanya tentang aku. Lama-lama kamu mengerti juga dari jawaban-jawaban singkat ku dan tak adanya respon ku untuk bertanya kembali.

Seiring berjalannya waktu komunikasi kita semakin baik, walaupun secara terang-terangan aku berkata kalau aku belum siap untuk memulai hubungan baru lagi. Tapi jawaban mu hanya satu “Asalkan kamu mau mengizinkan aku untuk menunggu, aku akan menunggu, karena hati ku sudah yakin dengan mu”. Jujur aku tidak begitu saja percaya dengan ucapan mu. Begitu cepat rasanya kamu mengucapan sayang dan cinta padahal kamu belum pernah bertemu dengan ku, bercerita sambil memandang satu sama lain. Aku percaya pada cinta pada pandangan pertama, karena aku pernah mengalami sebelumnya. Tapi aku tidak percaya cinta pada pendengaran pertama, terlalu aneh untuk ku.

Perhatian dan pengertian mu lambat laun dapat merubah arah pandang ku. Membuat ku semakin yakin untuk menjalani hubungan lebih jauh, bukan hanya sekedar teman, sahabat atau seorang kakak. Bismillah, aku pun mengungkapkan perasaan ku pada mu lewat BBM, karena kalau secara langsung  aku malu. Waktu itu tanggal 07 September 2014, pukul 05.00 wib, aku mengungkapkannya setelah sholat subuh. Waktu kamu masih bertanya-tanya karena tidak percaya dengan BBM yang aku kirim.

Seandainya  waktu itu kamu melihat secara langsung kamu pasti akan tertawa keras karena muka ku yang memerah menahan malu. Aku tidak terbiasa mengungkapkan perasaan sayang kepada orang lain, bahkan itu Ibu ku sendiri. Mungkin benar apa kata teman ku kalau aku gengsian orangnya he...he...

Seperti kebanyakan pasangan lainnya, kita menjalani hari dengan perhatian dan pengertian. Walau terkadang ada ribut-ribut kecil, tapi kita dapat mengatasinya. Namanya juga LDR pastinya lebih banyak salah faham diantara kita, ditambah lagi kita berdua sama-sama keras kepala, jadi harus menunggu waktu yang cukup lama agar ada diantara kita yang mau mengalah.

Sejak lama kita telah merencanakan untuk bertemu satu sama lain walau hanya beberapa hari saja. Awalnya kamu yang ingin berkunjung ke sini yang rencananya akhir Oktober ini. Tapi berhubung aku akhir oktober ini akan sibuk untuk menghadapi ujian Mid Semester dan pastinya tak akan banyak waktu luang, jadi aku putuskan untuk aku yang akan datang ke Jakarta mengunjungi mu sekalian lebaran Idul Adha di sana.

02 Oktober 2014, pukul 18.20 wib, aku bertolak dari sini ke Jakarta untuk menemui mu. Walau dengan badan yang super capek karena malamnya tak tidur dikarenakan tugas kuliah yang harus di kelarin agar tak harus mikirin lagi sesampai di sana. Jujur sebenarnya aku deg-degan banget menjelang bertemu dengan mu. Apa yang harus aku lakukan ketika bertemu dengan mu,bagaimana tanggapan mu nanti terhadap ku.

Benar saja pertemuan pertama benar-benar canggung, kita bahkan tidak saling memandang. Kamu langsung saja menggandeng ku menuju ke parkiran dengan masih memunggungi ku. duh…kalau diingat-ingat moment pada saat itu aku bisa senyum-senyum sendiri. Dan anehnya setelah berapa lama kamu menggandeng ku, kamu tiba-tiba melihat ku lalu berucap “Ternyata kamu kecil yah dek!”. “lho, baru nyadar kak, ha…ha…” balasku sambil tertawa. (sebenarnya bukan aku yang kecil, tapi dianya yang ketinggian he…he…)

Hari-hari kita lewati untuk lebih mengenal lagi satu sama lain. Aku jadi lebih tau kamu, dan keluarga  mu. Keluarga mu benar-benar menerima ku dengan baik, menyenangkan bisa mengenal mereka. Terutama Mama mu, baik banget dan juga lucu plus cerewet  (seperti kamu he..he..,jadi ingat mama sendiri).

Ada canda, tawa dan pertengakaran yang awalnya masih bisa kita atasi bersama. Tapi semakin kesini aku semakin tidak bisa mengatasinya, terutama cemburu mu yang berlebihan dan sifat tempramen mu yang membuat ku takut.


Puncaknya ketika kamu marah-marah karena cemburu melihat sikap aku terhadap teman yang aku anggap seperti adek sendiri. Padahal waktu itu malam dan kita sedang di atas motor dalam perjalanan pulang ke rumah mu. Aku masih ingat dengan jelas  bagaimana marahnya kamu berteriak dan membentak-bentak ku. Aku benar-benar takut setengah mati, tubuh ku sampai bergetar hebat, jantung ku memacu dengan cepat, keringat dingin mengalir membanjiri tubuh ku (padahal waktu itu cuaca dingin malam hari). Kalau aku saja saat itu aku tau Jakarta dan jalan pulang aku pasti minta di turunkan di pinggir jalan saja.


Rabu, 08 Oktober 2014

Aku Kangen Kamu (My Bro)

Grrrr....bunyi getar HP ku "Satu pesan diterima", aku langsung membuka isi pesan yang masuk

gimana kabarnya kak?
Pudan


Surprise banget bisa dapat singkat pesan dari adek ku. Padahal dari jauh-jauh hari aku telah beberapa kali mencoba untuk menghubunginya, tapi tidak pernah nyambung. Sebelumnya Ibu memang memberi tahu kalau HP Adek ku lagi rusak, jadi untuk sementara tidak bisa di hubungi. Aku bahkan sampai cerewet menanyakan kabarnya kepada Ibu dan bang An, karena mereka yang terakhir kali berkomunikasi sebelum HP nya rusak.


Obrolan melalui SMS pun berlanjut

A: Baik dek. Kamu gmn kabarnya? sehatkan? udah makan?
P: Aku baik kak. udah makan juga kok. kakak udah makan?


Sedang asik-asiknya ngetik balasan SMS nya tiba-tiba ada telpon masuk. eh, ternyata dari si Pudan


A: Hallo, Assalamu'alaikum...
P: Wa'alaikumussalam
A: lagi dimana dek?
P: lagi di.........kak
A: masih kerja yach?
P: iya.
A: gmn kerjaannya dek? capek ga?
P: ya gitu deh kak. capek sich, tapi dinikmati aja.
A: kamu makannya teratur kan?
P: iya kok, tenang aja.
A: Hape mu udah bagus yach dek? kata mama kmrn hape mu rusak? kamu perbaiki?
P: kmrn emang rusak, aku banting aja, bagus sendiri dia.
A: Ha..ha..kamu tuch yach, ada-ada aja. Sejak kapan hape dibanting jadi bagus kembali.
P: ini buktinya ada.
A: iya dech. o yach 2 hari yang lalu mama nelp kamu tapi hape kamu ga aktif, coba telp mama lagi dech, sepertinya mama khawatir bgt sama kamu.
P: udah kok. kmrn mlm aku telp.
A: owh...kamu kgn ga sama mama?
P: iya
A: sama aku?
P: apa?
A: kangen ga?
P: ga
A: owh gitu...
P: ga salah lagi maksudnya he..he..
A: aku jg kgn bgt sama kamu dek. ya udah, istirahat gih, udah malam. kamu jg kesehatan yach, perhatikan makannya, jaga pergaulan jg. lain kali obrolannya kita sambung lagi.
P: iya, kakak juga.
A: Assalamu'alaikum.
P: Wa'alaikumussalam.


Lega akhirnya dengar kabarnya dan ngobrol langsung. Aku jadi ingat ketika kemaren ngobrol sama Ibu, Ibu bilang waktu nelp si Pudan dia tiba-tiba bilang "Ma, ga kgn yach sama aku? aku kgn bgt lho sama mama" mama cm bisa jawab "Pastinya kgn nak, tapi mau gmn lg, kamu yg milih mau merantau dari pada kuliah". Sebenarnya aku dengar cerita Ibu prihatin dan geli sendiri. Prihatin karena kehidupannya di sana pasti cukup keras untuk dia. Geli karena seumur-umur ini pertama kalinya dia bilang kangen secara langsung sama Ibu. Secara dia bungsu yang paling dimanja orang tua ku, dan paling suka bertindak seenaknya. Semoga saja pengalaman bisa mendewasakannya. Jadi pribadi yang lebih baik dari pada sebelumnya. Amin


I LOVE U MY LITTLE BROTHER







Kamis, 28 Agustus 2014

This is me (It's My Life)

Dulu aku sering mengutuk hidup ku sendiri. Kenapa aku terlahir sebagai perempuan yang notabennya sering dianggap lemah, kenapa aku harus terlahir dari orang tua yang tidak harmonis, kenapa aku terlahir jadi anak perempuan satu-satunya di keluarga ini, kenapa aku bisa jadi penyuka sesama jenis, kenapa...kenapa...kenapa...pertanyaan yang selama ini jadi momok di hati ku. Karena tak bisa menjawab pertanyaan sendiri, mulailah mencari kambing hitam. Menyalahkan Tuhan yang memberikan ku kehidupan ini, menyalahkan takdir yang memilih ku untuk menjalani kehidupan ini.

Tidak ada yang bisa aku lakukan untuk menyelamatkan diri dari jurang penyalahan ini. Mulai membenci diri sendiri dan orang-orang di sekitar ku, tak bisa melihat ada orang-orang yang dengan tulus mencintai dan menyayangi ku, mulai menutup diri dengan orang-orang dan lebih banyak berinteraksi dengan benda mati,  klimaksnya ketika aku pernah mencoba untuk bunuh diri. 

Seiring waktu, aku mulai bisa berdamai dengan keadaan. Lahir dan berkembang menjadi seorang gadis yang bisa bersyukur dengan apa yang di berikan dan belajar dari semua pengalaman yang pernah pernah terjadi. Fisik memang masih tetap Putri Ande yang lama, tapi perlahan-lahan aku mulai merombak hati ini agar bisa menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Melahir sosok Putri Ande yang seperti itu memang butuh waktu, dan tak jarang proses ini meninggalkan luka, duka dan air mata. 

Saat ini aku hanya ingin melakukan apa yang baik menurut ku. Mulai memilah-milah perndapat orang lain mengenai aku, bukan mengabaikannya seperti sebelumnya. Aku tidak akan pernah malu lagi dengan keadaan keluarga ku, tak malu lagi dengan keadaan ku.

Aku perkenalkan Putri Ande, seorang gadis yang memiliki kedua orang tua yang masih utuh dan tiga saudara laki-laki yang sangat-sangat menyayanginya. Walau umurnya oktober ini memcapai 24 tahun, tapi dia tidak pernah malu merengek-rengek minta izin naik gunung kepada ibunya sekalipun hal itu di lakukan di depan adik tingkatnya. Gadis yang sering menjahili teman satu kosnya walaupun dia sendiri yang paling tua di sana, yang seharusnya bisa menjadi contoh yang baik buat yang lain. Gadis yang pernah menangis di depan murid-muridnya ketika mengajar karena dia sendiri tidak bisa marah. Gadis yang sering melompat-lompat ketika kegirangan. 

Gadis itu adalah aku, dan aku tidak pernah malu sekalipun orang-orang beranggapan aku terlalu kekanak-kanakan di usia ku sekarang ini. Karena aku yakin selain sisi kekanak-kanakan ku yang menonjol, aku juga memilki sisi dewasa yang bisa dan mampu menyelesaikan masalah ku sendiri. tak perduli orang berkata apa tentang ku, tentang hidup ku, aku akan tetap menjalani hidup ini dengan cara ku sendiri. Karena ini hidup ku bukan hidup orang lain.

Biarkan aku terjatuh dan berdiri sendiri, sekalipun aku harus merangkak dulu sebelum mampu berjalan, aku akan tetap menjalaninya. karena diri situ aku akan belajar agar tidak terjatuh di lobang yang sama. Aku tau masih akan ada luka dan air mata menemani sisa hidup, tapi aku tidak takut. Bukan hidup namanya jika kita hanya menikmati kesenangan saja. Selain itu aku juga percaya Allah tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuannya. Aku akan tetap menunggu Ande sepuluh atau duapuluh tahun kedepan akan menjadi seperti apa. 


IT’S MY LIFE

By: Bon Jovi

It`s my life take it or leave it
Set me free what`s that crap papa-knew-it-all
I got my own life you got your own life
Live your life and set me free

Mind your business and leave my business
You know everything papa-knew-it-all
Very little knowledge is dangerous
Stop bugging me stop bothering me
Stop bugging me stop forcing me
Stop fighting me stop yelling me
It`s my life

Chorus:
It`s my life it`s my life my worries
It`s my life it`s my life my problems
It`s my life it`s my life my worries
It`s my life it`s my life my problems
It`s my life do you understand

I live the way
I want to live

I make decisions day and night
Show me signs and good examples
Stop telling me how to run your business
Take a trip to east and west








Selasa, 26 Agustus 2014

Menunggu

Semakin bingung dengan keadaan saat ini. Dimana aku sedang dekat dengan seseorang yang menurut aku cukup baik, sabar dan pengertian seperti yang selama ini aku harapkan. Aku bingung bukan karena dia tiba-tiba berubah, tapi bingung karena ketika aku telah menemukan orang yang bisa mengerti dan memahami aku, kenapa aku malah tidak bisa mencintainya. apakah aku harus melepasnya seperti yang sebelum-sebelumnya. Egoiskah aku dengan tetap mempertahankannya, menunggu hati ini benar-benar akan mencintainya nanti. bagaimana kalau hati ini tetap tidak bisa mencintainya dengan tulus, padahal dia telah berharap banyak dengan hubungan ini.

Aku tidak ingin lagi membohongi hati ku atau hatinya dengan mengatakan aku juga mencintainya, padahal kenyataannya tidak. Aku bukan anak-anak bau kencur atau remaja labil yang walaupun tidak yakin dengan perasaannya tetap menerimanya sambil berkata "Kita jalani saja dulu". Aku ingin menjalani hubungan yang benar-benar serius, dimana bukan hanya kata-kata "kita jalani saja dulu" yang terucap, tapi hati ini benar-benar telah yakin dan mantap memilih mu karena cinta.

Sampai kapan hubungan tanpa status ini akan berlanjut? Sampai kapan kamu akan tahan dengan penantian yang tidak jelas ini? Tunggulah ketika hati mu memang ingin menunggu, pergilah ketika hati mu telah jenuh menunggu. biarkan semua mengalir seperti sungai, nanti muaranya akan ketemu juga.







Kamis, 14 Agustus 2014

If You're Not The One

If your not the one then why does my soul feel glad today?
If your not the one then why does my hand fit yours this way?
If you are not mine then why does your heart return my call?
If you are not mine would I have the strength to stand at all?

I never know what the future brings, but I know your here with me now.
We'll make it through and I hope you are the one I share my life with.

I don't wanna run away but I can't take it, I don't understand.
If I'm not made for you then why does my heart tell me that I am?
(By Daniel Beddingfield)

Is there anyway that I can stay in your arms?

If I don't need you then why am I crying on my bed?
If I don't need you then why does your name resound in my head?
If your not for me then why does this distance maim my life?
If your not for me then why do I dream of you as my wife?

I don't know why you're so far away but I know that this much is true.
We'll make it through and I hope you are the one I share my life with.
And I wish that you could be the one I die with.
And I pray that you're the one I build my home with.
I hope I love you all my life.

I don't wanna run away but I can't take it, I don't understand.
If I'm not made for you then why does my heart tell me that I am?
Is there anyway that I can stay in your arms?

'Cause I miss you, body and soul so strong that it takes my breath away.
And I breathe you into my heart and pray for the strength to stand today.
'Cause I love you, whether its wrong or right and though I can't be with you tonight, you know my heart is by your side.

I don't wanna run away but I can't take it, I don't understand.
If I'm not made for you then why does my heart tell me that I am?

Is there anyway that I can stay in your arms?









Always Be My Baby



(By David Cook)

We were as one babe
For a moment in time
And it seemed everlasting
That you would always be mine

Now you want to be free
So I'm letting you fly
'Cause I know in my heart babe
Our love will never die, no

You'll always be a part of me
I'm a part of you indefinitely
Girl don't you know you can't escape me
Ooh darling, 'cause you'll always be my baby

And we'll linger on
Time can't erase a feeling this strong
No way you're never gonna shake me
Ooh darling, 'cause you'll always be my baby

Dhum ... Dhum ...

I ain't gonna cry no
And I won't beg you to stay
If you're determined to leave girl
I will not stand in your way

But inevitably you'll be back again
'Cause you know in your heart babe
Our love will never end, no

You'll always be a part of me
I'm part of you indefinitely
Girl don't you know you can't escape me
Ooh darling, 'cause you'll always be my baby

And we'll linger on and on
Time can't erase a feeling this strong
No way you're never gonna shake me
Ooh darling,'cause you'll always be my baby

(I know that you'll be back Girl)
When your days and your nights get a little bit colder, oh
(I know that)
You'll be right back, baby
OOww Well, baby believe me it's only a matter of time ...

You'll always be apart of me
And I'm part of you indefinitely
Girl don't you know you can't escape me
Ooh darling, 'cause you'll always be my baby

And we'll linger on and on
(And we will linger on and on)
Time can't erase a feeling this strong
No way you're never gonna shake me
Ooh darling, 'cause you'll always be my ... My baby

You'll always be apart of me
And I'm part of you indefinitely
Girl don't you know you can't escape me
Ooh darling, 'cause you'll always be my baby

(You and I will always be)
And we'll linger on and on
Time can't erase a feeling this strong
(You and I)
No way you're never gonna shake me
(You and I)
Ooh darling, 'cause you'll always be my baby


Always Be My Baby ....










Kamis, 07 Agustus 2014

Saat Dia Pergi

Welcome Friday again. Mudah-mudahan jum’at ini berkah bagi kita semua, amin. Sudah lama rasanya ga cuap-cuap lagi di blog kesayangan ku ini. Jadi kangen he..he..

Hari ini Dey memutuskan untuk kepak-kepak barang trus pulkam. Kehilangan teman sekamar lagi dech, jadi sedih hiks…hiks…

Habis mau gimana lagi, dia kan dah wisuda trus ortunya juga nyaranin dia tuk stay di kampungnya aja sebelum dia melanjut S2. Walaupun sedih tapi aku tetap mendukung keputusannya tuk berbakti kepada ortu (itu sich katanya he..he..).

Setelah Dey pergi nanti, aku yang akan galau jadinya, kenapa? Karena aku harus memutuskan tetap stay di kos ini atau harus mencari kos lain. Kalau keinginan pribadi sich pengen stay di sini, karena aku udah comfort dengan keadaan dan orang-orang di sini. Tapi di sisi lain aku ga sanggup membayar biaya kos yang secara otomatis keseluruhan aku bayar sendiri. Kecuali aku bisa mendapat teman sekamar lagi sebelum bulan depan. Huft…sungguh dilema…

Ya sudah lah, untuk saat ini aku nikmati aja dulu, toh aku masih punya waktu satu bulan lagi. Kita tidak akan pernah tau rencana Allah kedepannya seperti apa. Dari pada aku pusing memikirkan hari ini lebih baik menikmati jum’at berkah ini dengan lebih banyak beribadah, setuju!!!


Untuk saat ini aku nulis sampai sini aja dulu yach, karena aku mau bantu  Dey angkat-angkat barang nich.  Kasihan kalau dia harus ngangkat barang sebanyak itu.


Selasa, 22 Juli 2014

Sahur Bareng sambil Nobar


Setelah sekian lama tidak menjamah blog ku, hari ini akhirnya aku pun segera mengeposh tulisan ku yang telah tertunda. Dimana aku sebelumnya telah berjanji akan menulis tentang pengalaman ku dengan teman kost mengenai Nobar Piala Dunia. Seharusnya tanggal 14 juli 2014 kemarin aku sudah menyelesaikan tulisan ini dan segera menpostingnya. Tapi apa mau dikata, ada beberapa hal mendesak yang harus aku kerjakan, jadi tulisannya harus di tunda dulu. Walaupun sudah basi, tapi mudah-mudahan masih bisa menghibur.

Nobar kali ini menurut ku cukup istimewa, kenapa? karena kami semua penghuni kost sepakat untuk begadang sambil Nobar plus masak Mie instan rame-rame. Coba anda bayangkan, Nobar yang sebelum-sebelumnya cukup tenang karena cuma aku dan Ola saja yang nonton, tiba-tiba menjadi gemah ripah lo jinawi, karena semua suara ada. Tapi gpp, justru aku senang bgt, jadi kerasa kayak di rumah saja. Karena ini pertama kalinya kami semua berkumpul, masak bareng, nonton bareng dan sahur bareng.

Begitu selesai masak kami pun berkumpul di depan TV, karena pertandingannya sudah mulai. Pertandingan Final antara Jerman VS Argentina, dimana postingan sebelumnya aku menyebutkan kalau aku mendukung Jerman sebagai juaranya sedangkan Ola milih untuk mendukung Argentina sebagai pemenangnya. Selain kami berdua ternyata yang lain juga punya jagoan masing-masing, seperti Ayu yang memilih Jerman, Caca memilih Argentina sedangkan Dey dan Riri lebih memilih netral. Mungkin karena mereka tidak terlalu tau Dunia sepak bola atau karena mereka tidak ingin menambahkan suasana panas yang tercipta diantara kita.

Singkat cerita, Jerman pun akhirnya menang dari Argentina dengan skor tipis 1-0. Ola dan Caca harus rela melihat negara jagoannya tidak jadi menerima Trofi kebanggaan Fifa World Cup yang mereka perebutkan. Tapi diantara mereka berdua yang paling kecewa adalah Ola. Apalagi ketika dia melihat wajah pemain idolanya Leonil Messi yang terlihat lesu. walaupun Leonil Messi mendapat penghargaan personal sebagai Pemain Terbaik,  tapi dia tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya karena tidak berhasil membawa negaranya menduduki puncak Fifa World Cup dan memboyong trofi berlapis emas itu.

Apapun itu yang namanya permainan akan selalu ada yang menang dan yang kalah. Dimana yang kalah harus berbesar hati menerima kekalahannya dan mengucapkan Selamat kepada yang menang.


Minggu, 13 Juli 2014

Pertandingan (Brazil VS Belanda)


Ketika sebelumnya aku memposting tentang kegiatan ku ketika Nobar piala dunia bareng Ola (baca: Nonton Piala Dunia Saat Ramadhan). Di situ aku juga menuliskan jadwal pertandingan selanjutnya antara Brazil VS Belanda pada tanggal 13 Juli 2014 pukul 03:00, atau lebih tepatnya dini hari tadi. Jujur sebenarnya ketika aku menulis postingan yang kemaren, aku benar-benar tidak tau kalau kemaren adalah tanggal 12 Juli 2014. Kalau Ola tidak mengingatkan ku akan jadwal pertandingan Piala Dunia selanjutnya mungkin aku akan melewatkannya juga.

Singkat cerita aku pun meminta Ola membangunkan aku pukul 03:00 wib ketika pertandingan sudah mulai. Tapi karena asiknya menulis dan memperbaiki blog ku, ga kerasa ternyata mata ku mampu juga bertahan sampai pukul 03:00 wib. Karena masih ada beberapa hal yang masih harus aku selesaikan, jadi walau waktu sudah menunjukkan pukul 03:00 wib aku masih belum mau beranjak dari depan laptop. Ketika jam sudah menunjukkan pukul 03:17 aku pun segera menuju ruang TV, karena tak ingin ketinggalan pertandingan lebih jauh lagi. Tapi apa mau dikata, ternyata aku telah melewatkan moment 1 goal dari Belanda untuk Brazil. Pada menit ke-3 tendangan finalty dari Robin Van Persie yang juga merupakan kapten dari Belanda berhasil membobol gawang Brazil.

Ingin rasanya membangunkan Ola yang masih tidur, tapi aku ga tega. Kata Riri sich, dia udah mencoba untuk membangunkan Ola tapi tetap tidak berhasil. Jadinya aku nonton bola hanya dengan Riri yang masih tetap terjaga.

Pada menit ke-16 Brazil harus rela gigit jari lagi, karena tendangan Blind mampu menembus pertahanan kiper Brazil dengan menciptakan Goal kedua kalinya untuk Belanda. Begitu Goal tercipta, tanpa sadar aku langsung teriak goal….!!!

Teriakan ku sebenarnya tidak terlalu kencang, tapi teriakan ku mampu membangunkan Ola. Baguslah, setidaknya aku ga harus mengeluarkan energi lebih untuk membangunkan dia. Bangun-bagun dia langsung bertanya

“Udah berapa-berapa kak?”
“Eh…udah bangun! Pulas tidurnya bu? Tadi katanya mau begadang?”
“He…he…iya nich kak, maaf aku ketiduran. Kakak belum jawab pertanyaan aku, skornya dah berapa kak?”
“Oh…udah 2-0, Belanda 2 sedangkan Brazil masih nol besar”
“Yah…Neymar main ga kak?”
“Neymar ada sich, tapi Cuma di bangku cadangan. Mungkin cederanya belum sembuh”
“Duh..ga asik donk…”
“He…he..kayaknya kali ini kamu bakalan kalah lagi dech La”

Babak pertama pun selesai dengan skor Belanda 2-0 Brazil. Sebelumnya aku lupa menyampaikan negara yang kami dukung. Ola masih tetap setia mendukung negara Brazil, sedangkan aku sendiri mendukung negara Belanda. Tapi walaupun aku mendukung Belanda, aku tidak berharap Belanda akan membantai Brazil dengan skor yang jauh, seperti Jerman kemaren. Kalau sampai terjadi, itu pasti akan menjadi pukulan berat kepada Brazil, karena di pecundangi di rumah sendiri.

Ternyata skor Belanda 2-0 Brazil bukanlah akhir dari pertandingan. Brazil harus menanggung malu lagi, karena pada menit ke-91 Wijnaldum pun dengan manis melesatkan  bola ke dalam gawang Brazil. Dan sampai akhir pertandingan skor Belanda 3-0 Brazil pun membawa Belanda menjadi Runner Up 2 Piala Dunia. Congrate untuk Belanda, dan tetap semangat untuk Brazil. Mudah-mudahan ini bisa menjadi pelajaran untuk Piala dunia 2018 nanti.

Teristimewa buat teman ku Ola, jangan terlalu bersedih hati ketika negara pilihan mu tidak menang, namanya juga pertandingan pasti ada yang menang dan kalah. Tetap semangat Ola…

Untuk pertandingan selanjutnya adalah Final Piala Dunia pada tangggal 14 Juli 2014 pukul 03:00 wib. Dimana Jerman VS Argentina akan bertemu langsung dan beradu kekuatan. Siapa yang kan menyabet gelar juara 1? Kali ini Ola mendukung Argentina, sedangkan aku pastinya mendukung Jerman. Bagaimana hasilnya, kita lihat saja besok.






Sabtu, 12 Juli 2014

Hobby Ku


Dulu aku sering heran kalau mendengar seseorang bisa mengeluarkan uang sampai ratusan juta bahkan milyaran hanya sekedar untuk memuaskan hobbynya. Bahkan terkadang hobby yang dilakoninya terkesan ekstrim untuk beberapa orang, seperti misalnya Terjun payung, Hiking, Climbing, Arung Jeram, Skydiving dan masih banyak lagi. Tapi itulah hobby, mau ekstrim, sulit, bahkan mahal sekalipun kita pasti akan berusaha dengan cara apapun agar dapat menikmatinya.

Apa sich hobby, minat atau kegemaran? Karena penasaran jadi aku berusaha cari-cari di perpustakaan Om Google hobby, minat atau kegemaran menurut beberapa ahli. Dari beberapa artikel yang ku otak-atik, aku lebih tertarik pada artikel berikut yang memaparkan hobby menurut beberapa Ahli dalam dan luar negeri. Cek it dot:

Menurut Crow & Crow (dalam Abror, 1993:112) minat adalah sesuatu yang berhubungan dengan daya gerak yang mendorong kita cenderung atau merasa tertarik pada orang, benda, kegiatan ataupun bisa berupa pengalaman yang efektif yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri.

Rast, Harmin dan Simon (dalam Mulyati, 2004:46) menyatakan bahwa dalam minat itu terdapat hal-hal pokok diantaranya: (1) adanya perasaan senang dalam diri yang memberikan perhatian pada objek tertentu, (2) adanya ketertarikan terhadap objek tertentu, (3) adanya aktivitas atas objek tertentu, (4) adanya kecenderungan berusaha lebih aktif, (5) objek atau aktivitas tersebut dipandang fungsional dalam kehidupan dan (6) kecenderungan bersifat mengarahkan dan mempengaruhi tingkah laku individu.

Definisi minat menurut Shaleh (2004:262) adalah suatu kecenderungan untuk memberikan perhatian dan bertindak terhadap orang, aktivitas atau situasi yang menjadi objek dari minat tersebut dengan disertai perasaan senang. Klik This

Sedangkan kalau menurut aku sendiri minat itu adalah kecendrungan untuk melakukan, memiliki, membuat apa yang dapat menjadikan hidup lebih bergairah, senang, gembira dan dapat memicu adrenalin. Atau bahasa singkatnya, aku mengutip dari iklan “Membuat hidup lebih hidup”.

Setiap orang pasti memiliki hobby yang berbeda-beda, baik itu yang berat atau pun yang ringan. Jadi tidak adil rasanya kalau kita mengejek, merendahkan atau bahkan mengolok-olok hobby orang lain.

Hal inilah yang telah terjadi padaku, dimana ketika dulu aku sering mengejek orang-orang yang mengeluarkan uang yang banyak hanya sekedar untuk hobby saja. “kenapa uang itu ga di pakai untuk makan saja atau bisa di pakai untuk beli perlengkapan sehari-hari” begitulah biasanya aku berceloteh kepada orang lain. Tanpa sadar sebenarnya aku juga telah mengungkit hobby seseorang juga, karena makan dan belanja itu juga termasuk ke dalam kategori hobby.

Sampai akhirnya aku sendiri mengalaminya. Dimana ketika aku harus mengeluarkan uang jutaan hanya sekedar untuk membeli kamera yang aku inginkan. Walau hanya sanggup beli yang semi DSLR, tapi untuk ukuran aku yang masih mahasiswa ini cukuplah. Aku masih ingat betapa senangnya aku dapat memiliki kamera tersebut, kamera yang aku beli dengan hasil keringat ku sendiri, walau harus berhemat sehemat-hemat mungkin, karena selain beli kamera aku juga harus menabung untuk biaya kuliah. Untungnya tahun kemaren aku dapat THR, walaupun ga full karena belum genap setahun kerja, tapi setidaknya uang THR itu dapat menambah saldo tabungan ku.

Hobby ku dari dulu adalah Fotografi dan Videografi. Walaupun belum terlalu ahli tapi setidaknya untuk pemula lumayan lah. Teman-teman juga banyak yang memuji hasil foto-foto ku. sedangkan untuk Videografi, sebelumnya aku pernah mengikuti pelatihan “Teknik Videografi dan Editing Video”, tapi karena waktu itu aku harus mengikuti “Praktek Kuliah Lapangan’ jadi mau tidak mau aku harus rela melepas pelatihan itu. Setidaknya untuk dasar-dasar Teknik Videografi sudah pernah aku pelajari dan praktekkan sendiri.

Aku memang belum pernah menghasilkan uang dari hobby ku ini. Tapi yang namanya hobby itu bukanlah pekerjaan yang di tuntut untuk bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah ketika kita melakoninya. Hobby itu bisa dibilang hiburan untuk hidup kita. walaupun banyak juga yang menjadikan hobby itu sebagai pekerjaan, ya…di kembalikan lagi ke individu masing-masing, yang penting kita melakukannya dengan senang hati.


Untuk aku sendiri walau belum pernah menghasilkan uang secara langsung dari hobby, tapi teman-teman yang aku bantu fotoin sering lho traktirin makan, karena mereka puas dengan hasil service ku. lumayan bisa menghemat uang saku, maklum mahasiswa he...he…


CINTA


Dulu aku pernah membenci mu
Dulu aku pernah mengabaikan mu
Dulu aku tak peduli pada mu
Dulu aku tak percaya padamu

Semua hal buruk yang terjadi pada ku
Membuat ku selalu menyalah kan mu
Semua hal yang terjadi pada orang tua ku
Membuat ku semakin tak mempercayai mu

Aku terus berfikir kalau kamu
tak pernah berpihak pada ku
Aku juga berfikir kalau kamu
Tak pernah ada untuk ku

Semakin lama semakin aku sadari
Kebencian ku padamu di karena kan
aku yang tak mampu meraih mu
Atau aku yang tak mampu memahami mu

Sisi egois ku selalu menolakmu
Tapi di balik semua itu
Aku masih punya sisi lain
Yang masih mengharapkan mu
Yang masih menginginkan mu
Dan masih mempercayai mu

Aku hanyalah seorang Ande
Gadis yang mencoba kuat tanpa mu
Tapi itu semua omong kosong
Karena jauh di lubuk ini
Aku sangat menginginkan mu




Nonton Piala dunia saat Ramadhan


Ramadhan kali ini memang berbeda dari yang sebelumnnya. Untuk kali ini teman-teman ku di kost lebih banyak dan tidak harus diberondol kerjaan terus seperti tahun lalu. Tapi yang paling menarik sebenarnya adalah tiba-tiba seorang Ande nonton pertandingan Piala Dunia Fifa World Cup (tapi kalian ga harus komprol trus bilang WOW…). Aku sendiri sebenarnya juga heran kenapa aku tiba-tiba punya keinginan besar untuk menonton pertandingan yang diadakan selama empat tahun sekali ini. Padahal dulu paling ogah dech nonton-nonton yang ginian (maksud ku pertandingan bola), lebih suka main langsung (he..he..sama aja donk).

Dibilang ga suka  sebenarnya kurang tepat sich, tepatnya  kurang nyaman nonton bola bareng sama cowok-cowok yang biasanya ributnya bisa membuat gendang telinga ku pecah. Belum lagi kalau mereka sudah menjadi komentator dadakan, yang ada bukannya fokus nonton bola malah lebih fokus dengar omongan mereka, makanya selama ini aku malas Nobar (Nonton bareng). Tapi Nobar kali ini emang beda sech dengan yang sebelum-sebelumnya. Kali ini aku Nobar di kost di temani teman-teman kost yang lain, dijamin ga ada yang namanya cowok di sini (ya..iyalah namanya juga kost cewek he..he..).

Teman ku yang paling sering nonton biasanya adalah Ola. Ola sepertinya memang suka nonton bola. Dia juga punya jagoannya sendiri. Sedangkan aku, berhubung karena baru kali kali ini nonton Piala Dunia dan ga tau perkembangannya, jadi aku ga punya jogaan tersendiri. Biasanya kami taruhan milih Negara mana yang menang atau kalah. Tapi taruhan kami bukan dalam bentuk uang atau apalah yang sejenis itu, karena itu judi, ga boleh…ini  bulan puasa lho…jadi taruhan kami Cuma saling ejek aja…

Biasanya sich aku yang paling sering kalah, kenapa? Karena Ola yang selalu milih duluan negara jagoaanya, sedangkan aku yang tidak punya jagoan tetap harus dapat sisanya hiks..hiks..kejam yach…jadi hampir setiap hari aku jadi bahan olok-olokan Ola dan teman-teman kost lainnya. Tapi ga apa-apa, aku kan kuat, bermental baja dan pantang menyerah jadi aku akan tetap menerima tantangan Ola sampai akhir pertandingan Final tanggal 14 Juli 2014 nanti, siapakah yang menang antara Jerman VS Argentina. Sedangkan sehari sebelumnya tanggal 13 Julli 2014 akan ada pertandingan Antara Brazil VS Belanda untuk memperebutkan Runner Up 2. Dari empat Negara ini kami telah memiliki jagoan masing- masing yang akan akan dukung nanti.

O..yach aku lupa memberitahu, kalau sebelumnya aku sempat menang telak dari Ola ketika pertandingan Jerman VS Brazil, dimana Ola mendukung Brazil sedangkan aku sendiri memilih Jerman. Bagi pembaca yang menonton pertandingannya pasti tahu betapa itu pertandingan yang paling seru sekaligus miris di ajang piala dunia 2014 ini. Bagaimana tidak, brazil yang sebelumnya di gaung-gaungkan akan memenangkan Piala Dunia 2014 harus pasrah kalah di kandang sendiri dengan skor 1-7 dari Jerman. Untungnya di menit-menit terakhir Brazil mampu membobol gawang Jerman, dengan begitu setidaknya Brazil dapat mengobati kekecewaan pendukungnya dengan mempersembahkan 1 goal.

Pertandingan itu juga merupakan pukulan tersendiri bagi Ola, yang sejak awal juga percaya kalau Brazil yang akan memboyong Piala FIFA WORD CUP ini. Tapi apa mau dikata nasib berkata lain, jerman jagoan ku mampu mengalahkan tuan rumah dan membuat ku untuk pertama kalinya dengan bangga berkata pada Ola “Negara pilihan ku menang La”. Melihat wajah Ola yang kecewa berat dengan hasil pertandingan tersebut aku jadi ga tega untuk mengolok-oloknya lebih lanjut. Karena aku tau tanpa aku olok-olok pun dia juga harus menggung malu karena harus mennganti PP nya sendiri dengan foto lawan mainnya karena kalah taruhan juga (Taruhan yang unik kan...).

Untungya Piala Dunia kali ini bertepatan dengan libur semester perkuliahan ku. jadi ga masalah walau harus begadang sampai jam 02:00 wib, karena siangnya aku masih bisa tidur juga. Setidaknya Piala dunia kali ini membuat ku lebih mengenal para pemain sepak bola dunia yang selama ini sering di bicarakan orang-orang banyak. Mungkin bagi sebagian orang itu ga penting, tapi bagi ku itu cukup penting untuk menambah bahan pembicaraan dengan orang lain, apalagi orang tersebut gila bola, alhasil pembicaran membosankan tidak akan pernah ada lagi antara aku dan mereka. Itulah hidup, terkadang apa yang menurut kita tidak penting bisa jadi penting buat mereka, dan apa yang menurut kita penting belum tentu penting buat mereka, intinya saling menghargai saja.