Rabu, 22 Juni 2016

Terasa Asing

Sudah lama rasanya kami tidak bertegur sapa seperti seharusnya seorang sahabat lakukan. Aku masih ingat beberapa minggu lalu junior ku di kost berkomentar "Aku lihat kemaren di IG kakak, ada foto Kakak bareng Kak D dengan caption  Belanja dengan sahabat". Mau tidak mau kenangan itu terulang lagi di kepala ku. Semua hal yang kita lewati bersama. Semua canda dan tawa yang kita ciptakan berdua. Dua tahun bukanlah waktu yang cepat buat ku untuk bisa mengenal mu dengan baik. Bukan hanya sebagai teman se kost, tapi juga sebagai teman, sahabat, sister. 

Argh...rasanya ingin teriak sekuat tenaga, walau hanya untuk sekedar meringankan beban di dada ini. Mencoba menghibur diri dengan mengucapkan dalam hati, "It's Ok Ande, toh kamu hanya tinggal beberapa hari lagi di sini".

Aku benci situasi ini. Rasanya ingin segera pergi dari dari hadapannya. Mungkin dengan begitu suasananya akan lebih baik.

Aku akui aku pengecut karena tidak bisa menyelesaikan masalah dengan mu dengan baik, tapi kamu tau sendiri kalau aku telah mencoba. I do my best, walau hasilnya tidak sebaik yang diharapkan.

Aku hanya ingin bilang kalau kamu selalu punya tempat istimewa di hati ku. Bertemu atau tidak dikemudian hari, cerita tentang persahabatan kita tidak akan pernah ku lupakan selamanya. terima kasih karena pernah hadir di kehidupan ku, membuat ku tertawa, menemani ku kemana pun aku mau, mendengarkan cerita ku dengan setia.

Minggu, 22 November 2015

Mr. Imperfect (Bag.2)



“Nde...”

“Ya.”

“Do you mind if i ask question.  A private question i mean.”

“sure, apa itu?”

“Bagaimana kamu bisa yakin atau kamu tau kalau kamu lebih menyukai perempuan daripada laki-laki, bisa saja kan itu cuma perasaan sesaat saja. Perasaan kesepian karena kamu kekurangan kasih sayang dari seorang wanita maybe...”

“Hmm, gimana yah...tadinya aku juga sempat berfikir seperti itu. Tapi seiring waktu aku menyadari kalau aku memang lebih tertarik terhadap perempuan daripada laki-laki. Sebenarnya perasaan ini bukanlah terjadi dalam beberapa tahun ini saja, tapi sejak dulu aku juga pernah merasakannya. Tapi aku selalu menolaknya atau mengabaikannya  begitu saja. Saat ini aku hanya coba untuk jujur pada diri sendiri kalau aku memang berbeda dengan yang lain. Aku mencintai perempuan itulah kenyataannya.”

“Oh gitu!”

“Aku percaya cinta itu tidak memandang ras, suku, warna kulit, agama, dan jenis kelamin kay. Cinta tetaplah hanya cinta. Semua itu hanyalah tentang perasaan dan ekspresi. Berbeda orang maka berbeda juga caranya untuk mengekspresikan cinta itu.”

“Wow...aku ga nyangka kalau kamu sepuitis itu.”

“Ha..ha...i'm not. Lagipula kamu belum pernah ketemu aku, so...you don’t know me so well.”

“Yap, aku rasa itu poin utamanya.”

“Aku rasa kamu juga baik.”

“Kok kamu bisa fikir gitu.”

“Karena kamu bisa sanggup menghadapi sikap seorang Ande yang superduber cuek kwek kwek, keras kepala plus-plus.”

“Ha..ha..kamu gak separah itu kok! Toh aku juga gak kalah menyebalkan.”

“Yang itu aku setuju banget.”

Kami pun sama-sama tertawa dengan keras.

Terima kasih Mr. Imperfect karena selama selalu jadi penghibur ku. Pernahkah aku bilang kalau sikap mu itu terlihat sama dengan Abang ku yang ke-2. Mungkin itu yang membuat ku dekat dengan mu. Maaf kalau aku membuat mu menggantikan sosoknya, tapi saat ini itulah yang kubutuhkan.






Jumat, 06 November 2015

Serpihan Kenangan



Tidak terasa tiga tahun berlalu. Masih ingat kah kamu bagaimana kita pertama kali bertemu? dan berbagai hal yang pernah kita lalu bersama. Bagi ku, bersama mu merupakan salah satu moment terindah yang pernah ku miliki sepanjang hidup ku. Bertemu, berteman, bersahabat dan bersama masih terbingkai jelas di ingatan.

Bukan kah aku pernah bilang sebelumnya kalau aku tidak akan membenci mu bagaimana pun keadaannya. Itu memang benar. Sebesar apa pun rasa kesal ku pada mu tak akan pernah menoreh  kan benci di hati ini.

Keping-keping kenangan itu akan ku susun kembali menjadi satu kesatuan yang utuh. Tapi sebelumnya keping-keping kenangan itu akan akan ku bilah kembali. Hanya kenangan baik dan indahlah lah yang akan ku simpan utuh di relung hati ini.

Tiga tahun tentunya bukanlah waktu yang singkat untuk bisa mengenal karakter mu. Tapi seperti yang kamu selalu bilang, aku tetaplah orang yang paling keras kepala dan cuek. Tak pernah mencoba mengerti keinginan mu, hanya ingin menang sendiri, dan tak pernah mau menerima pendapat mu. Itu memang benar. Jadi dengan setulus-tulusnya aku minta maaf atas semua perlakuan ku pada mu.
Aku memang bukan lah yang terbaik yamg pernah kamu miliki, tapi bagi ku kamu salah satu yang terbaik yang pernah mengisi ruang hati ini.

Semua orang terdekat ku tau kalau aku paling tidak suka bertengkar, apalagi bertengkar hanya karena masalah sepele. Tapi bertengkar dengan mu, sungguh sesuatu yang menjadi hal yang paling kurindukan. Terkadang aku bisa senyum-senyum sendiri jika mengingat semua itu.

Biarlah takdir yang akan menulis masa depan kita akan menjadi seperti apa akhirnya. Karena aku tidak bisa memilih antara kamu atau keluarga ku. Kalau bisa aku ingin kamu juga menjadi bagian dari keluarga kecil ku, tapi ntahlah apakah itu akan menjadi kenyataan.

Maaf karena aku harus mengatakan hal itu. Aku hanya tidak ingin kamu terlalu berharap banyak nantinya. Bagaimana pun bagi ku keluargalah yang paling utama.

Terima kasih karena telah memberi warna yang indah di hidup ku. Kedepan ku harap kita masih bisa bercanda dan bertengkar lkembali, walau hanya sebagai teman.

Aku selalu berdoa yang terbaik untuk kebahagian mu Bi. Semoga kamu bisa menemukan pasangan hidup yang selalu kamu impikan selama ini. Temah hidup yang akan selalu ada dan menjaga mu sampai akhir hayat.


Kita memulai nya dari teman baik dan aku harap kita bisa mengakhiri cerita ini sebagai teman baik juga. 




Kamis, 29 Oktober 2015

Mr. Imperfect (Bag.1)

Mempunyai teman pria memang bukan pertama kalinya ku alami. Maksud ku benar-benar teman pria, bukan “teman pria” (baca: pacar). Tapi mempunyai teman pria yang tau kalau aku lesbian hanya dia seorang.

Perkenalkan teman baru ku, namanya “Kay”. Dia pria yang paling gokil, kekanak-kanakan, gila, dan romantis yang pernah aku kenal. Dan satu lagi, dia benar-benar sangat aneh. Sungguh sangat aneh. Bayangkan ketika kamu sedang asik-asiknya cerita di telp tiba-tiba saja dia menghentikan pembicaraan kemudian berkata,

“Bentar deh Nde.”
“Kenapa Kay?”
“OK, kamu boleh lanjut cerita.”
“loh, emang tadi kenapa?”
“Aku tadi abis kentut.”
“What!!! Eww....kamu jorok ah.”
“Kok jorok, itu namanya kondisi alamiah Nde.”

Bisa anda bayangkan bagaimana perasaan saya begitu dia melakukan hal itu sejenak. Seumur-umur aku punya teman cowok tak satupun yang pernah melakukan itu pada ku. Maksud ku, bukankah kita berbicara di telp. Dia seharusnya kalau memang mau kentut ya kentut aja, kenapa harus menyuruh ku diam sejenak dan memberitahukan kalau dia lagi kentut, itu sungguh-sungguh eww...eww... (saking ga bisa mengekspresikan bagaimana rasanya).

Yang itu tadi baru satu hal aneh yang ada pada dirinya, masih banyak kejadian yang bisa membuat ku tersenyum-senyum sendiri kalau mengingat kekonyolan yang dia lakukan. Seperti minta ditemani via telp ketika pipis saat mati lampu. Katanya sih dia takut ketika nanti dia pipis sendiri kegelapan akan memakan jiwanya (Nah kalau yang ini adalah bagian kekanak-kanakan dari dirinya).

Berbicara dengannya dalam kondisi bad mood pun masih bisa membuat ku tertawa tak karuan. Aku sampai harus keluar kamar karena takut suara ku mengganggu teman sekamar.

Hal lainnya yang paling aku sukai adalah ketika kita mulai membicarakan tentang perempuan. Seperti bagaimana seharusnya memperlakukannya atau sepertinya apa kriteria yang kami sukai dari versi dia dan aku.

It,s so much fun talking to him. Rasanya seperti berbicara dengan abang sendiri, tanpa rasa malu atau jaim. Ketika bercerita kata-kata yang keluar hanya mengalir begitu saja.

Ok...nanti aku lanjut lagi yah ceritanya.

To be continued...





Minggu, 14 Desember 2014

Haluan Hati (UGD)


Taukah kamu ketika kamu bilang kamu masih sayang sama R, hati ku rasanya sakit banget. Kata-kata yang tadinya sudah aku persiapkan sebelum menelephon mu hilang seketika. Yang tertinggal hanyalah degup jantung yang semakin keras karena menahan cemburu dan mulut yang terdiam membisu karena tak tau harus berkata apa. Bahkan kamu sendiri bilang sedang dekat dengan seseorang. 

Duh, secepat itukah? Apakah aku memang tak ada artinya lagi di hati mu? Padahal setiap hari yang ada di fikiran ku hanyalah kamu. Bahkan ketika curhat dengan mantan ku, yang aku bahas adalah “Betapa cinta dan sayangnya aku pada mu”.

Apakah semua harus berakhir seperti ini. Aku bisa terima ketika kamu berkata ingin berteman saja dulu. Tapi tidak bisa ku pungkiri kalau rasa sayang ini setiap hari malah semakin menggebu-gebu pada mu. Bisakah kamu mengajari ku untuk bisa bersikap biasa aja padamu. Seperti yang kamu lakukan saat ini padaku. 

Aku tau kamu mungkin sudah tidak percaya lagi dengan semua omongan ku pada mu. Seperti yang kamu bilang tadi, omongan ku tidak bisa dipegang karena aku masih berteman sama mantan ku, padahal sebelumnya contactnya sudah ku block. Tapi serius yang kami bicarakan sebenarnya adalah tentang pasangan masing-masing. Tentang dia dengan pacarnya dan tentang aku dengan mu, bukan tentang aku dan dia seperti yang kamu fikirkan.


Tapi ya sudahlah, toh apa pun yang aku katakan saat ini tak akan mengubah apa pun. Aku cuma ingin bilang kalau perasaan ku pada mu itu tulus. Tulus artinya kalau pun kamu tak membalas perasaan ku, aku tidak akan pernah menuntut apa pun dari mu. Aku hanya ingin memberikan perhatian dan kasih sayang pada mu, selayaknya yang harus kamu dapat. Karena kamu pantas untuk mendapatkan itu semua. Dan cuma itulah yang bisa aku berikan pada mu saat ini.

Berbahagialah dengan pilihan mu sayang. Aku akan selalu mendoakan yang terbaik untuk hidup mu. Apa pun pilihan mu saat ini, ingatlah aku akan selalu  ada disamping mu. Walaupun itu sebagai teman atau sahabat. Masih bisa berkomunikasi dengan mu seperti biasa dan dapat mendengar suara mu saja itu sudah cukup untuk ku. ^_^



Sabtu, 13 Desember 2014

Cinta Itu Kamu (Princess)


Aku mungkin orang yang paling tolol didunia ini karena telah mencintai orang sudah punya pacar. Bahkan dengan terang-terangan dijadikan selingkuhan. Apakah aku marah padanya? Tidak. Aku masih sangat mencintainya, sampai detik ini perasaan ku padanya tidak pernah berubah sedikit pun. Walau terkadang ego ku berkata “Untuk apa kamu mengharapkannnya Ande. Dia masih belum bisa melepas pacarnya yang sekarang, jadi selama ini kamu didijadikan apa?” tapi hati ku Cuma bisa berkata “Aku masih sangat mencintainya, bahkan untuk memikirkan yang lain pun aku tak bisa”.

Dua hari dua malam tidak mendengar suaranya, membuat rindu dalam hati menggebu. Hari ketiga ketika dia menelephon ku, sungguh rasanya senang bgt. Walaupun aku tidak memperlihatkannya secara langsung. Aku yang tadinya sedang kurang enak badan langsung segar bugar begitu dia telp. Mungkin aku sakit juga karena merindukan dia, he..he..

Tapi apa mau dikata, hubungan ku dengan dia memang tidak bisa di lanjutkan lagi. Impian ku untuk bersama dengannya sampai tua nanti pun hanya tinggal angan. Bagaimana pun aku tetap bersyukur karena pernah mengenal mu dan mencintai mu setulus hati ku. tak pernah terfikirkan sebelumnya kalau aku bisa mencintai mu sebesar itu. Bahkan dengan apa yang kamu lakukan saat ini, aku tetap tidak bisa marah atau membenci mu.


Aku tau semakin hari rasa cinta ini semakin dalam pada mu. Aku juga tau kamu mungkin tidak mengharapkan itu dari ku. Aku sadar aku bukan siapa-siapa, bukanlah apa-apa. Aku masih belum bisa memberikan kebahagiaan padamu. Yang ada aku hanya membuat hidup mu semakin  ribet, keberadaan diri ku diantara kalian membuat kehidupan mu semakin kacau. Maaf untuk semua kesalahan ku sayang, aku melakukan semua itu karena aku sangat mencintai mu dan tak ingin berpisah dengan mu. 



Minggu, 07 Desember 2014

My Princess (My Love)


Dia gadis yang telah mencuri hati dan perhatian ku sebulan belakangan ini. Tadinya kami mengenal hanya sebatas teman curhat saja. Kebetulan kedatangannya bertepatan dengan putusnya hubungan percintaan ku dengan yang sebelumnya.

Tanpa rasa yang lebih kami pun mulai saling mengenalkan diri masing-masing. Dia yang telah satu tahun lebih menjalin hubungan percintaan dengan ”Girlfriendnya”  yang sekarang, bahkan mereka telah “Stay Together”. Perlahan-lahan dia pun mulai bercerita tentang kehidupan pribadi, keluarga dan percintaannya.

Langkah pertama kedekatan kami dimulai ketika dia mulai curhat melalui telephon. Awalnya sebenarnya aku yang ingin curhat tentang hubungan ku dengan mantan ku, tapi entah kenapa dia sendiri yang lebih cerewet dan lebih mendominasi obrolan, sedangkan aku hanya sebagai pendengar yang baik.

Setelah beberapa hari aku meladeni telephonnnya, tiba-tiba dia BBM kalau dia “sepertinya menyukaiku”. Awalnya aku sempat kaget dengan pernyataan dia, tapi aku masih dapat mnenguasai diri, kemudian menolak dengan tegas pernyataannya. Karena aku memang tidak punya perasaan lebih terhadapnya selain hanya perasaan terhadap teman saja. Tapi aku sempat menanyakan kenapa dia menyukai ku padahal dia sudah punya GF dan dia juga belum mengenal ku. Dan jawabannya, dia menyukai ku Karena “suaraku’ yang menurut dia lembut.

Bukan satu kali saja dia berusaha menyakinkan ku untuk menerima cintanya, dia mencoba terus dan berulang kali. Entah kenapa lambat laun hati ku mulai terbuka untuk menerimanya. Aku tau ini salah, tapi aku juga tidak bisa membohongi hati ku kalau aku telah mulai “mencintainya” bahkan “sangat mencintainya”.

Selama ini belum ada seorang punya yang bisa membuat ku berhenti memikirkan Re, tapi dia berhasil. Dia bisa membuat ku merasakan cinta lagi. Bahkan cinta yang sangat besar. Cinta yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Ketika dia bertanya kenapa? Aku sendiri juga tidak tau alasannya. Aku hanya tau kalau aku tak bisa melihatnya sedih, tak ingin kehilangannya, tak bisa lepas dari bayang-bayangnya, cemas kalau tidak mendengar kabarnya, dan selalu ingin membahagiakannya.

Kamu adalah hal terbaik yang pernah Allah hadiahkan untuk ku sayang. Walaupun saat ini aku harus mengakhiri hubungan ini, kamu harus tau sayang aku melakukannnya bukan karena aku tak mencintai mu lagi. Aku masih sangat-sangat mencintai mu, tapi kondisinya sampai saat kamu masih dengannya, dan aku tak bisa lagi menjalin hubungan seperti itu. Aku tak ingin jadi orang kedua diantara kalian.

Yang aku inginkan hanya bersama selamanya dengan mu tanpa adanya bayang-bayang dia atau siapa pun di kehidupan mu. Kamu mungkin tidak percaya pada ku ketika aku bilang ingin menjani sisa hidup bersama mu. Tapi aku serius mengatakan itu sayang. Aku ingin menjalani hari bersama mu sampai tua nanti, sampai maut memisahkan kita berdua. Bahkan sampai saat ini impian itu masih aku simpan dengan rapi di hati ku.

Aku masih menunggu mu sayang. Aku tidak yakin kalau aku masih bisa mencintai orang lain sebesar aku mencintai mu saat ini. Aku hanya ingin kamu menyelesaikan hubungan mu dengannya, dia tak baik untuk mu, akulah yang terbaik untuk mu.

I LOVE U SO MUCH