Kenapa begitu sulit melupakan mu. Berbagai cara telah aku
lakukan, mulai dari menyibukkan diri dengan perkuliahan, hunting foto, hangout,
jogging, tapi hal itu tak sedikit pun bisa menghapus bayangan mu di pikiran ku.
apalagi kah yang harus aku lakukan untuk bisa melupakan mu.
Untuk mencintai mu memang tidak butuh lama bagi ku, tapi
untuk melupakan mu kenapa harus memakan waktu lama. Kenapa mencintai tidak
seperti melupakan. Sampai kapan aku akan terus terjebak dengan perasaan ini?
Apakah aku akan terus seperti ini?
Apakah kamu masih ingat dengan buku yang menjadi saksi bisu
komunikasi kita? kita terpaksa menggunakan buku sebagai perantara komunikasi
karena kamu tidak bisa mendengar aku berbicara, sedangkan aku belum terlalu
bisa bahasa isyarat.
Buku itu masih ku
simpan Re. buka yang tadi ingin aku lenyapkan agar aku bisa melupakan mu dengan
cepat, tapi aku tak sanggup. Buka yang menjadi satu-satunya kenangan
kebersamaan kita. Terkadang aku suka senyum-senyum sendiri seperti orang gila
ketika aku membaca buku itu. Tulisan kita yang berantakan, membuat ku bingung
membacanya. Tapi itu tidak penting bagi ku.
Kamu orang yang paling sering mendengar keluhan ku ketika
aku menjalani hari-hari sulit pada saat PL (Praktek Lapangan). Jadwal ku yang
hanya bisa sekali seminggu ke kota P untuk kuliah, biasanya tak pernah ku
lewatkan tanpa menemui mu. Walaupun letih setelah menempuh perjalanan, hal itu
tak mengurungkan niat ku untuk melihat senyum mu walau hanya sejenak. Terkadang
kamu prihatin, melihat wajah ku yang semakin kuyu, mencerminkan letih yang
teramat sangat.
Moment yang paling aku rindukan adalah saat kamu meminta ku
untuk beristirahat sejenak sambil menyandarkan kepala ku di pundak mu, lalu aku
menggenggam tangan mu dengan erat sambil berucap “Terima Kasih Re”.
Senyum manis mu saja sebenarnya sudah bisa menghilangkan
lelah ku. itulah kenapa aku tidak pernah absen untuk menemui mu, walau badan
ini lelah. Karena aku merindukan senyum itu, senyum yang dapat menyihir ku
untuk tak berpaling dari mu, senyum tulus yang selalu menyambut kedatangan ku,
dan senyum itu juga yang mengantar kepergian ku.
Ketika seorang teman mengatakan “kalau patah hati itu
obatnya hati lagi”, itu memang benar. Tapi ketika kita sudah bisa melupakan
hati yang lama. Kalau tidak, berarti kita
cuma mencari pelampiasan saja. Mencari hati yang lain untuk melupakanmu
bukanlah cara yang baik menurut ku.
Apa pun yang terjadi pada ku itu semua adalah rencana Allah.
Mungkin aku masih belum bisa mencintai dengan benar, aku masih harus belajar
lebih banyak lagi untuk mengerti dan memahami cinta itu sendiri. Semuanya butuh
proses Ande, Lama atau cepat nya kita tidak pernah tau.

Jangan pernah melupakan sesuatu yang pernah berharga dalam hidup. karena kita tidak akan pernah mampu melakukannya. Hanya butuh waktu mungkin, kenangan itu akan berubah pola menjadi perasaan yg lebih menentramkan. Lebih tepatnya berdamai dan mengikhlaskan..
BalasHapus