Jumat, 13 Juni 2014

Melupakan Mu Butuh Waktu Berapa Lama?

Kenapa begitu sulit melupakan mu. Berbagai cara telah aku lakukan, mulai dari menyibukkan diri dengan perkuliahan, hunting foto, hangout, jogging, tapi hal itu tak sedikit pun bisa menghapus bayangan mu di pikiran ku. apalagi kah yang harus aku lakukan untuk bisa melupakan mu.

Untuk mencintai mu memang tidak butuh lama bagi ku, tapi untuk melupakan mu kenapa harus memakan waktu lama. Kenapa mencintai tidak seperti melupakan. Sampai kapan aku akan terus terjebak dengan perasaan ini? Apakah aku akan terus seperti ini?

Apakah kamu masih ingat dengan buku yang menjadi saksi bisu komunikasi kita? kita terpaksa menggunakan buku sebagai perantara komunikasi karena kamu tidak bisa mendengar aku berbicara, sedangkan aku belum terlalu bisa bahasa isyarat.

Buku itu masih ku simpan Re. buka yang tadi ingin aku lenyapkan agar aku bisa melupakan mu dengan cepat, tapi aku tak sanggup. Buka yang menjadi satu-satunya kenangan kebersamaan kita. Terkadang aku suka senyum-senyum sendiri seperti orang gila ketika aku membaca buku itu. Tulisan kita yang berantakan, membuat ku bingung membacanya. Tapi itu tidak penting bagi ku.

Kamu orang yang paling sering mendengar keluhan ku ketika aku menjalani hari-hari sulit pada saat PL (Praktek Lapangan). Jadwal ku yang hanya bisa sekali seminggu ke kota P untuk kuliah, biasanya tak pernah ku lewatkan tanpa menemui mu. Walaupun letih setelah menempuh perjalanan, hal itu tak mengurungkan niat ku untuk melihat senyum mu walau hanya sejenak. Terkadang kamu prihatin, melihat wajah ku yang semakin kuyu, mencerminkan letih yang teramat sangat.

Moment yang paling aku rindukan adalah saat kamu meminta ku untuk beristirahat sejenak sambil menyandarkan kepala ku di pundak mu, lalu aku menggenggam tangan mu dengan erat sambil berucap “Terima Kasih Re”.

Senyum manis mu saja sebenarnya sudah bisa menghilangkan lelah ku. itulah kenapa aku tidak pernah absen untuk menemui mu, walau badan ini lelah. Karena aku merindukan senyum itu, senyum yang dapat menyihir ku untuk tak berpaling dari mu, senyum tulus yang selalu menyambut kedatangan ku, dan senyum itu juga yang mengantar kepergian ku.

Ketika seorang teman mengatakan “kalau patah hati itu obatnya hati lagi”, itu memang benar. Tapi ketika kita sudah bisa melupakan hati yang lama.  Kalau tidak, berarti kita cuma mencari pelampiasan saja. Mencari hati yang lain untuk melupakanmu bukanlah cara yang baik menurut ku.


Apa pun yang terjadi pada ku itu semua adalah rencana Allah. Mungkin aku masih belum bisa mencintai dengan benar, aku masih harus belajar lebih banyak lagi untuk mengerti dan memahami cinta itu sendiri. Semuanya butuh proses Ande, Lama atau cepat nya kita tidak pernah tau.









1 komentar:

  1. Jangan pernah melupakan sesuatu yang pernah berharga dalam hidup. karena kita tidak akan pernah mampu melakukannya. Hanya butuh waktu mungkin, kenangan itu akan berubah pola menjadi perasaan yg lebih menentramkan. Lebih tepatnya berdamai dan mengikhlaskan..

    BalasHapus