Minggu, 22 November 2015

Mr. Imperfect (Bag.2)



“Nde...”

“Ya.”

“Do you mind if i ask question.  A private question i mean.”

“sure, apa itu?”

“Bagaimana kamu bisa yakin atau kamu tau kalau kamu lebih menyukai perempuan daripada laki-laki, bisa saja kan itu cuma perasaan sesaat saja. Perasaan kesepian karena kamu kekurangan kasih sayang dari seorang wanita maybe...”

“Hmm, gimana yah...tadinya aku juga sempat berfikir seperti itu. Tapi seiring waktu aku menyadari kalau aku memang lebih tertarik terhadap perempuan daripada laki-laki. Sebenarnya perasaan ini bukanlah terjadi dalam beberapa tahun ini saja, tapi sejak dulu aku juga pernah merasakannya. Tapi aku selalu menolaknya atau mengabaikannya  begitu saja. Saat ini aku hanya coba untuk jujur pada diri sendiri kalau aku memang berbeda dengan yang lain. Aku mencintai perempuan itulah kenyataannya.”

“Oh gitu!”

“Aku percaya cinta itu tidak memandang ras, suku, warna kulit, agama, dan jenis kelamin kay. Cinta tetaplah hanya cinta. Semua itu hanyalah tentang perasaan dan ekspresi. Berbeda orang maka berbeda juga caranya untuk mengekspresikan cinta itu.”

“Wow...aku ga nyangka kalau kamu sepuitis itu.”

“Ha..ha...i'm not. Lagipula kamu belum pernah ketemu aku, so...you don’t know me so well.”

“Yap, aku rasa itu poin utamanya.”

“Aku rasa kamu juga baik.”

“Kok kamu bisa fikir gitu.”

“Karena kamu bisa sanggup menghadapi sikap seorang Ande yang superduber cuek kwek kwek, keras kepala plus-plus.”

“Ha..ha..kamu gak separah itu kok! Toh aku juga gak kalah menyebalkan.”

“Yang itu aku setuju banget.”

Kami pun sama-sama tertawa dengan keras.

Terima kasih Mr. Imperfect karena selama selalu jadi penghibur ku. Pernahkah aku bilang kalau sikap mu itu terlihat sama dengan Abang ku yang ke-2. Mungkin itu yang membuat ku dekat dengan mu. Maaf kalau aku membuat mu menggantikan sosoknya, tapi saat ini itulah yang kubutuhkan.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar