“Nde...”
“Ya.”
“Do you mind
if i ask question. A private question i
mean.”
“sure, apa
itu?”
“Bagaimana
kamu bisa yakin atau kamu tau kalau kamu lebih menyukai perempuan daripada
laki-laki, bisa saja kan itu cuma perasaan sesaat saja. Perasaan kesepian karena
kamu kekurangan kasih sayang dari seorang wanita maybe...”
“Hmm, gimana
yah...tadinya aku juga sempat berfikir seperti itu. Tapi seiring waktu aku
menyadari kalau aku memang lebih tertarik terhadap perempuan daripada
laki-laki. Sebenarnya perasaan ini bukanlah terjadi dalam beberapa tahun ini
saja, tapi sejak dulu aku juga pernah merasakannya. Tapi aku selalu menolaknya
atau mengabaikannya begitu saja. Saat ini
aku hanya coba untuk jujur pada diri sendiri kalau aku memang berbeda dengan
yang lain. Aku mencintai perempuan itulah kenyataannya.”
“Oh gitu!”
“Aku percaya
cinta itu tidak memandang ras, suku, warna kulit, agama, dan jenis kelamin kay.
Cinta tetaplah hanya cinta. Semua itu hanyalah tentang perasaan dan ekspresi.
Berbeda orang maka berbeda juga caranya untuk mengekspresikan cinta itu.”
“Wow...aku ga
nyangka kalau kamu sepuitis itu.”
“Ha..ha...i'm
not. Lagipula kamu belum pernah ketemu aku, so...you don’t know me so well.”
“Yap, aku rasa
itu poin utamanya.”
“Aku rasa kamu
juga baik.”
“Kok kamu bisa
fikir gitu.”
“Karena kamu
bisa sanggup menghadapi sikap seorang Ande yang superduber cuek kwek kwek,
keras kepala plus-plus.”
“Ha..ha..kamu
gak separah itu kok! Toh aku juga gak kalah menyebalkan.”
“Yang itu aku
setuju banget.”
Kami pun sama-sama tertawa dengan
keras.
Terima kasih Mr. Imperfect karena
selama selalu jadi penghibur ku. Pernahkah aku bilang kalau sikap mu itu terlihat
sama dengan Abang ku yang ke-2. Mungkin itu yang membuat ku dekat dengan mu. Maaf
kalau aku membuat mu menggantikan sosoknya, tapi saat ini itulah yang
kubutuhkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar