Jumat, 06 November 2015

Serpihan Kenangan



Tidak terasa tiga tahun berlalu. Masih ingat kah kamu bagaimana kita pertama kali bertemu? dan berbagai hal yang pernah kita lalu bersama. Bagi ku, bersama mu merupakan salah satu moment terindah yang pernah ku miliki sepanjang hidup ku. Bertemu, berteman, bersahabat dan bersama masih terbingkai jelas di ingatan.

Bukan kah aku pernah bilang sebelumnya kalau aku tidak akan membenci mu bagaimana pun keadaannya. Itu memang benar. Sebesar apa pun rasa kesal ku pada mu tak akan pernah menoreh  kan benci di hati ini.

Keping-keping kenangan itu akan ku susun kembali menjadi satu kesatuan yang utuh. Tapi sebelumnya keping-keping kenangan itu akan akan ku bilah kembali. Hanya kenangan baik dan indahlah lah yang akan ku simpan utuh di relung hati ini.

Tiga tahun tentunya bukanlah waktu yang singkat untuk bisa mengenal karakter mu. Tapi seperti yang kamu selalu bilang, aku tetaplah orang yang paling keras kepala dan cuek. Tak pernah mencoba mengerti keinginan mu, hanya ingin menang sendiri, dan tak pernah mau menerima pendapat mu. Itu memang benar. Jadi dengan setulus-tulusnya aku minta maaf atas semua perlakuan ku pada mu.
Aku memang bukan lah yang terbaik yamg pernah kamu miliki, tapi bagi ku kamu salah satu yang terbaik yang pernah mengisi ruang hati ini.

Semua orang terdekat ku tau kalau aku paling tidak suka bertengkar, apalagi bertengkar hanya karena masalah sepele. Tapi bertengkar dengan mu, sungguh sesuatu yang menjadi hal yang paling kurindukan. Terkadang aku bisa senyum-senyum sendiri jika mengingat semua itu.

Biarlah takdir yang akan menulis masa depan kita akan menjadi seperti apa akhirnya. Karena aku tidak bisa memilih antara kamu atau keluarga ku. Kalau bisa aku ingin kamu juga menjadi bagian dari keluarga kecil ku, tapi ntahlah apakah itu akan menjadi kenyataan.

Maaf karena aku harus mengatakan hal itu. Aku hanya tidak ingin kamu terlalu berharap banyak nantinya. Bagaimana pun bagi ku keluargalah yang paling utama.

Terima kasih karena telah memberi warna yang indah di hidup ku. Kedepan ku harap kita masih bisa bercanda dan bertengkar lkembali, walau hanya sebagai teman.

Aku selalu berdoa yang terbaik untuk kebahagian mu Bi. Semoga kamu bisa menemukan pasangan hidup yang selalu kamu impikan selama ini. Temah hidup yang akan selalu ada dan menjaga mu sampai akhir hayat.


Kita memulai nya dari teman baik dan aku harap kita bisa mengakhiri cerita ini sebagai teman baik juga. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar