Sabtu, 12 Juli 2014

Hobby Ku


Dulu aku sering heran kalau mendengar seseorang bisa mengeluarkan uang sampai ratusan juta bahkan milyaran hanya sekedar untuk memuaskan hobbynya. Bahkan terkadang hobby yang dilakoninya terkesan ekstrim untuk beberapa orang, seperti misalnya Terjun payung, Hiking, Climbing, Arung Jeram, Skydiving dan masih banyak lagi. Tapi itulah hobby, mau ekstrim, sulit, bahkan mahal sekalipun kita pasti akan berusaha dengan cara apapun agar dapat menikmatinya.

Apa sich hobby, minat atau kegemaran? Karena penasaran jadi aku berusaha cari-cari di perpustakaan Om Google hobby, minat atau kegemaran menurut beberapa ahli. Dari beberapa artikel yang ku otak-atik, aku lebih tertarik pada artikel berikut yang memaparkan hobby menurut beberapa Ahli dalam dan luar negeri. Cek it dot:

Menurut Crow & Crow (dalam Abror, 1993:112) minat adalah sesuatu yang berhubungan dengan daya gerak yang mendorong kita cenderung atau merasa tertarik pada orang, benda, kegiatan ataupun bisa berupa pengalaman yang efektif yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri.

Rast, Harmin dan Simon (dalam Mulyati, 2004:46) menyatakan bahwa dalam minat itu terdapat hal-hal pokok diantaranya: (1) adanya perasaan senang dalam diri yang memberikan perhatian pada objek tertentu, (2) adanya ketertarikan terhadap objek tertentu, (3) adanya aktivitas atas objek tertentu, (4) adanya kecenderungan berusaha lebih aktif, (5) objek atau aktivitas tersebut dipandang fungsional dalam kehidupan dan (6) kecenderungan bersifat mengarahkan dan mempengaruhi tingkah laku individu.

Definisi minat menurut Shaleh (2004:262) adalah suatu kecenderungan untuk memberikan perhatian dan bertindak terhadap orang, aktivitas atau situasi yang menjadi objek dari minat tersebut dengan disertai perasaan senang. Klik This

Sedangkan kalau menurut aku sendiri minat itu adalah kecendrungan untuk melakukan, memiliki, membuat apa yang dapat menjadikan hidup lebih bergairah, senang, gembira dan dapat memicu adrenalin. Atau bahasa singkatnya, aku mengutip dari iklan “Membuat hidup lebih hidup”.

Setiap orang pasti memiliki hobby yang berbeda-beda, baik itu yang berat atau pun yang ringan. Jadi tidak adil rasanya kalau kita mengejek, merendahkan atau bahkan mengolok-olok hobby orang lain.

Hal inilah yang telah terjadi padaku, dimana ketika dulu aku sering mengejek orang-orang yang mengeluarkan uang yang banyak hanya sekedar untuk hobby saja. “kenapa uang itu ga di pakai untuk makan saja atau bisa di pakai untuk beli perlengkapan sehari-hari” begitulah biasanya aku berceloteh kepada orang lain. Tanpa sadar sebenarnya aku juga telah mengungkit hobby seseorang juga, karena makan dan belanja itu juga termasuk ke dalam kategori hobby.

Sampai akhirnya aku sendiri mengalaminya. Dimana ketika aku harus mengeluarkan uang jutaan hanya sekedar untuk membeli kamera yang aku inginkan. Walau hanya sanggup beli yang semi DSLR, tapi untuk ukuran aku yang masih mahasiswa ini cukuplah. Aku masih ingat betapa senangnya aku dapat memiliki kamera tersebut, kamera yang aku beli dengan hasil keringat ku sendiri, walau harus berhemat sehemat-hemat mungkin, karena selain beli kamera aku juga harus menabung untuk biaya kuliah. Untungnya tahun kemaren aku dapat THR, walaupun ga full karena belum genap setahun kerja, tapi setidaknya uang THR itu dapat menambah saldo tabungan ku.

Hobby ku dari dulu adalah Fotografi dan Videografi. Walaupun belum terlalu ahli tapi setidaknya untuk pemula lumayan lah. Teman-teman juga banyak yang memuji hasil foto-foto ku. sedangkan untuk Videografi, sebelumnya aku pernah mengikuti pelatihan “Teknik Videografi dan Editing Video”, tapi karena waktu itu aku harus mengikuti “Praktek Kuliah Lapangan’ jadi mau tidak mau aku harus rela melepas pelatihan itu. Setidaknya untuk dasar-dasar Teknik Videografi sudah pernah aku pelajari dan praktekkan sendiri.

Aku memang belum pernah menghasilkan uang dari hobby ku ini. Tapi yang namanya hobby itu bukanlah pekerjaan yang di tuntut untuk bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah ketika kita melakoninya. Hobby itu bisa dibilang hiburan untuk hidup kita. walaupun banyak juga yang menjadikan hobby itu sebagai pekerjaan, ya…di kembalikan lagi ke individu masing-masing, yang penting kita melakukannya dengan senang hati.


Untuk aku sendiri walau belum pernah menghasilkan uang secara langsung dari hobby, tapi teman-teman yang aku bantu fotoin sering lho traktirin makan, karena mereka puas dengan hasil service ku. lumayan bisa menghemat uang saku, maklum mahasiswa he...he…


Tidak ada komentar:

Posting Komentar