Dulu aku sering heran kalau mendengar seseorang bisa
mengeluarkan uang sampai ratusan juta bahkan milyaran hanya sekedar untuk memuaskan
hobbynya. Bahkan terkadang hobby yang dilakoninya terkesan ekstrim untuk
beberapa orang, seperti misalnya Terjun payung, Hiking, Climbing, Arung Jeram, Skydiving dan masih banyak lagi. Tapi itulah hobby, mau ekstrim, sulit, bahkan
mahal sekalipun kita pasti akan berusaha dengan cara apapun agar dapat menikmatinya.
Apa sich hobby, minat atau kegemaran? Karena penasaran jadi
aku berusaha cari-cari di perpustakaan Om Google hobby, minat atau kegemaran menurut
beberapa ahli. Dari beberapa artikel yang ku otak-atik, aku lebih tertarik pada
artikel berikut yang memaparkan hobby menurut beberapa Ahli dalam dan luar
negeri. Cek it dot:
Menurut Crow & Crow (dalam
Abror, 1993:112) minat adalah sesuatu yang berhubungan dengan daya gerak yang
mendorong kita cenderung atau merasa tertarik pada orang, benda, kegiatan
ataupun bisa berupa pengalaman yang efektif yang dirangsang oleh kegiatan itu
sendiri.
Rast, Harmin dan Simon (dalam
Mulyati, 2004:46) menyatakan bahwa dalam minat itu terdapat hal-hal pokok
diantaranya: (1) adanya perasaan senang dalam diri yang memberikan perhatian
pada objek tertentu, (2) adanya ketertarikan terhadap objek tertentu, (3)
adanya aktivitas atas objek tertentu, (4) adanya kecenderungan berusaha lebih
aktif, (5) objek atau aktivitas tersebut dipandang fungsional dalam kehidupan
dan (6) kecenderungan bersifat mengarahkan dan mempengaruhi tingkah laku
individu.
Definisi minat menurut Shaleh
(2004:262) adalah suatu kecenderungan untuk memberikan perhatian dan bertindak
terhadap orang, aktivitas atau situasi yang menjadi objek dari minat tersebut
dengan disertai perasaan senang. Klik This
Sedangkan kalau menurut aku sendiri minat itu adalah
kecendrungan untuk melakukan, memiliki, membuat apa yang dapat menjadikan hidup
lebih bergairah, senang, gembira dan dapat memicu adrenalin. Atau bahasa
singkatnya, aku mengutip dari iklan “Membuat hidup lebih hidup”.
Setiap orang pasti memiliki hobby yang berbeda-beda, baik itu
yang berat atau pun yang ringan. Jadi tidak adil rasanya kalau kita mengejek,
merendahkan atau bahkan mengolok-olok hobby orang lain.
Hal inilah yang telah terjadi padaku, dimana ketika dulu aku
sering mengejek orang-orang yang mengeluarkan uang yang banyak hanya sekedar
untuk hobby saja. “kenapa uang itu ga di
pakai untuk makan saja atau bisa di pakai untuk beli perlengkapan sehari-hari”
begitulah biasanya aku berceloteh kepada orang lain. Tanpa sadar sebenarnya aku
juga telah mengungkit hobby seseorang juga, karena makan dan belanja itu juga
termasuk ke dalam kategori hobby.
Sampai akhirnya aku sendiri mengalaminya. Dimana ketika aku
harus mengeluarkan uang jutaan hanya sekedar untuk membeli kamera yang aku
inginkan. Walau hanya sanggup beli yang semi DSLR, tapi untuk ukuran aku yang
masih mahasiswa ini cukuplah. Aku masih ingat betapa senangnya aku dapat
memiliki kamera tersebut, kamera yang aku beli dengan hasil keringat ku sendiri,
walau harus berhemat sehemat-hemat mungkin, karena selain beli kamera aku juga
harus menabung untuk biaya kuliah. Untungnya tahun kemaren aku dapat THR,
walaupun ga full karena belum genap setahun kerja, tapi setidaknya uang THR itu
dapat menambah saldo tabungan ku.
Hobby ku dari dulu adalah Fotografi dan Videografi. Walaupun
belum terlalu ahli tapi setidaknya untuk pemula lumayan lah. Teman-teman juga
banyak yang memuji hasil foto-foto ku. sedangkan untuk Videografi, sebelumnya
aku pernah mengikuti pelatihan “Teknik Videografi dan Editing Video”, tapi karena waktu itu aku harus mengikuti “Praktek
Kuliah Lapangan’ jadi mau tidak mau aku harus rela melepas pelatihan itu. Setidaknya
untuk dasar-dasar Teknik Videografi sudah pernah aku pelajari dan praktekkan
sendiri.
Aku memang belum pernah menghasilkan uang dari hobby ku ini.
Tapi yang namanya hobby itu bukanlah pekerjaan yang di tuntut untuk bisa
menghasilkan pundi-pundi rupiah ketika kita melakoninya. Hobby itu bisa
dibilang hiburan untuk hidup kita. walaupun banyak juga yang menjadikan hobby
itu sebagai pekerjaan, ya…di kembalikan lagi ke individu masing-masing, yang
penting kita melakukannya dengan senang hati.
Untuk aku sendiri walau belum pernah menghasilkan uang
secara langsung dari hobby, tapi teman-teman yang aku bantu fotoin sering lho
traktirin makan, karena mereka puas dengan hasil service ku. lumayan bisa
menghemat uang saku, maklum mahasiswa he...he…
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar