Setelah sekian lama tidak menjamah blog ku, hari ini akhirnya aku pun segera mengeposh tulisan ku yang telah tertunda. Dimana aku sebelumnya telah berjanji akan menulis tentang pengalaman ku dengan teman kost mengenai Nobar Piala Dunia. Seharusnya tanggal 14 juli 2014 kemarin aku sudah menyelesaikan tulisan ini dan segera menpostingnya. Tapi apa mau dikata, ada beberapa hal mendesak yang harus aku kerjakan, jadi tulisannya harus di tunda dulu. Walaupun sudah basi, tapi mudah-mudahan masih bisa menghibur.
Nobar kali ini menurut ku cukup istimewa, kenapa? karena kami semua penghuni kost sepakat untuk begadang sambil Nobar plus masak Mie instan rame-rame. Coba anda bayangkan, Nobar yang sebelum-sebelumnya cukup tenang karena cuma aku dan Ola saja yang nonton, tiba-tiba menjadi gemah ripah lo jinawi, karena semua suara ada. Tapi gpp, justru aku senang bgt, jadi kerasa kayak di rumah saja. Karena ini pertama kalinya kami semua berkumpul, masak bareng, nonton bareng dan sahur bareng.
Begitu selesai masak kami pun berkumpul di depan TV, karena pertandingannya sudah mulai. Pertandingan Final antara Jerman VS Argentina, dimana postingan sebelumnya aku menyebutkan kalau aku mendukung Jerman sebagai juaranya sedangkan Ola milih untuk mendukung Argentina sebagai pemenangnya. Selain kami berdua ternyata yang lain juga punya jagoan masing-masing, seperti Ayu yang memilih Jerman, Caca memilih Argentina sedangkan Dey dan Riri lebih memilih netral. Mungkin karena mereka tidak terlalu tau Dunia sepak bola atau karena mereka tidak ingin menambahkan suasana panas yang tercipta diantara kita.
Singkat cerita, Jerman pun akhirnya menang dari Argentina dengan skor tipis 1-0. Ola dan Caca harus rela melihat negara jagoannya tidak jadi menerima Trofi kebanggaan Fifa World Cup yang mereka perebutkan. Tapi diantara mereka berdua yang paling kecewa adalah Ola. Apalagi ketika dia melihat wajah pemain idolanya Leonil Messi yang terlihat lesu. walaupun Leonil Messi mendapat penghargaan personal sebagai Pemain Terbaik, tapi dia tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya karena tidak berhasil membawa negaranya menduduki puncak Fifa World Cup dan memboyong trofi berlapis emas itu.
Apapun itu yang namanya permainan akan selalu ada yang menang dan yang kalah. Dimana yang kalah harus berbesar hati menerima kekalahannya dan mengucapkan Selamat kepada yang menang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar