20 Oktober 2014
Mereka sukses banget mengerjai
ku. Siapa? Siapa lagi kalau bukan teman-teman satu kost ku. Olla, Ayu, Caca ,
dan Riri sepertinya sudah lama merencanakan kejutan di hari lahir ku. Padahal
dua hari sebelumnya Aya teman sekamar ku yang baru, juga merayakan hari lahir
tapi mereka tak sedikit pun
mengerjainya.
Sejak awal aku sebenarnya tidak
terlalu peduli apakah mereka ingat atau tidak dengan hari lahir ku. karena aku
memang tidak terbiasa merayakannya. Aku sendiri juga sering lupa tanggalnya,
apalagi yang yang lain.
Singkat cerita. Malamnya selesai
magrib (aku lupa jam berapa) Olla mendatangi kamar ku, katanya sih pengen
curhat tentang cowok yang baru dia
kenal. Aku yang pada waktu itu sedang sibuk-sibuknya mengerjakan tugas meminta
dia untuk cerita dalam kamar ku saja, agar aku bisa melanjutkan tugas ku sambil
mendengar ceritanya. Tapi Olla maksa untuk cerita di luar aja, katanya dia segan
kalau harus ganggu Aya nanti. Padahal saat itu Aya sedang keluar beli makanan.
Dengan terpaksa aku pun mengikuti
dia keluar. Tiba-tiba Riri mendekap ku erat dan datanglah serangan mendadak. Caca
menyiramkan air ke tubuh ku. tak puas hanya mengguyur ku dengan air di malam sedingin ini, tanpa babibu Caca pun menambahkan tepung sebagai bumbu penyedapnya. Dalam waktu
sekejap aku berubah jadi adonan yang siap di masukkan ke oven (Emangnya kue ^_^).
| Gambar. Bekas Tepung di depan Kost |
Aku yang pada saat itu masih
shock hanya bisa terdiam sambil merasakan dinginnya tubuh ku. Kalau kalian pernah
menonton atau merasakan sendiri “Ice Bucket Challenge”, seperti itulah kira-kira
kejadiannya pada malam itu. Bedanya kalau “Ice Bucket Challenge” dilakukan secara
suka rela, sedang aku dipaksa melakukannya. (Sekarang kalian taukan kenapa Olla
ngotot ngajak aku ngobrol di luar kamar)
Karena tak mau mandi basah
sendiri, aku pun mengejar mereka untuk disiram juga. Awalnya mereka menghindar
dengan masuk ke kamar masing. Tapi pada akhirnya aku bisa membuat mereka
merasakan apa yang aku rasakan. Satu-satunya yang lolos hanya Ayu, karena dia
tak sedikitpun mau keluar kamar.
Malam itu suasananya riuh banget.
Di penuhi dengan adegan kejar-kejaran, siram-siraman, teriak-teriakan plus
tebar tepung (Harap untuk tidak menirunya di rumah anda, bisa di pastikan Ibu
kalian akan marah karena anda telah membuang-buang tepung yang seharusnya bisa
membuat kue ^_^).
Why me? Pertanyaan yang aku
ajukan kepada mereka. Karena memang Cuma aku yang diginiin dari sekian banyak
penghuni kost yang pernah mengalami “Hari Lahir” sebelumnya. Olla bilang “ Aku
paling paling suka ngerjain kakak, karena kakak ga mudah marah”. Caca bilang “Kapan
lagi bisa ngerjain kakak, kalau ga sekarang. Tahun depan belum tentu di sini lagi
kan?”. Ayu dan Riri hanya mengiyakan saja. Sedangkan aku hanya bisa
menghela nafas panjang.
Di balik itu semua aku berterima kasih kepada mereka karena
telah membuat hari ku yang stuck ini menjadi lebih berwarna (Aku menghargai
niat baik di balik keisengan kalian kok). Aku ga kan pernah melupakan kebersamaan,
canda dan tawa yang telah kalian berikan pada ku. kalian manjadikan ku sebagai keluarga,
kakak, adek, teman dan sahabat.
24 tahun sudah aku hidup di dunia
ini. Mengalami suka dukanya kehidupan. Masalah yang datang silih berganti
membuat ku menjadi pribadi yang lebih dewasa.
Terima Kasih Ya Allah karena
masih memberiku umur panjang agar aku dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan
yang telah aku lakukan sebelumnya. Terima kasih Ibu, karena telah melahirkan ku
dan jadi malaikat pelindung ku. aku tidak akan pernah bisa membalas semua
jasa-jasa mu Ibu. Selamat Hari jadi juga untuk mu Ibu (17 oktober 2013). Terima
kasih untuk mu Ayah karena masih mau menyayangi ku sampai saat ini. Terima
kasih untuk My Brothers (Bang An, Bang Ndut, Dek Pudan) karena selalu ada untuk ku.
I Love U All
Tidak ada komentar:
Posting Komentar