Sabtu, 11 Oktober 2014

Si Sakit Merindu

Seminggu lamanya sakit ini menggrogoti ku. tadinya sih hanya demam saja, dan itupun demamnya hanya malam hari saja. Lama-lama sakitnya malah menjalar ke mana-mana, mulai dari sakit kepala, maag, sampai telinga ku yang sakit. Yang paling parah adalah kemaren, dimana aku menggigil hebat karena kedinginan padahal matahari telah meninggi, setiap makanan yang masuk termuntahkan, bolak-balik ke toilet karena diare, dan kepala yang sakitnya serasa mau pecah. Untungnya hari itu teman sekamar ku ada kuliah, jadi seharian bisa istirahat tanpa ada yang menganggu.

Sebenarnya teman-teman sudah menganjurkan untuk berobat ke dokter, tapi dasarnya aku bandel keukeuh Cuma mau istirahat aja. Aku paling malas ketemu Dokter dan minum obat, jadi selama sakitnya masih bisa aku tahan aku ga akan mau minum obat. Tapi kali ini aku sepertinya harus mengesampingkan ego ku, karena kalau tidak sakit ku akan semakin parah. Mau tidak mau besok aku harus berobat ke dokter, huft…

Saat sakit seperti ini kalau di rumah Ibu biasanya paling cerewet, mulai dari mengantar ke Dokter, ngasih makan, plus obat. Semuanya serba di cerewetin. Aku jadi seperti anak kecil saja rasanya. Maklum Ibu-ibu he..he..

Aku kangen Bu…
Ingin merasakan hangatnya pelukan mu saat aku menggigil
Mendengar desahan nafas mu saat memeluk ku
Mendengar alunan lembut suara mu sebagai pengantar tidur
Tak akan ada yang bisa mengantikan itu semua
Obat alami yang dapat menyembuhkan ku dengan segera
Aku tak perlu dokter atau obat kimia lain
Aku hanya butuh kamu di sisi ku saat ini Bu
Aku sangat-sangat merindukan mu



Tidak ada komentar:

Posting Komentar