Hari jum’at merupakan hari yang cukup melelahkan buat ku.
kerena hari jum’at aku ada dua mata kuliah yang jadwalnya bersamaan (bentrok),
kenapa bisa begitu? Ceritanya panjang
banget…
Mata kuliah yang pertama ini, mata kuliah yang jadwal
sebenarnya memang jam 07.00 wib. Masalahnya
bukan pada mata kuliahnya, tapi lebih pada dosennnya yang sering ngaret
dan sesuka hati merubah jadwal kuliah. Selain itu dosen ini juga lebih sering
tidak hadir dengan alasan yang tidak jelas dan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Coba
saja bayangkan kuliah yang seharusnya minggu ini memasuki pertemuan ke -14
malah hanya masuk 6 kali. Setengahnya pun ga ada...
Sebenarnya hal yang paling mengesalkan adakah ketika beliau tidak datang
tanpa pemberitahuan. Padahal kita sudah menunggu selama satu jam lebih. Dosen tersebut
seharusnya memberitahukan kepada kami kalau beliau tidak datang dengan sms atau
telephon langsung kepada ketua kelasnya, karena itulah perjanjiannya.
Nah, sekarang aku akan membahas mata kuliah yang kedua. Mata
kuliah ini sebenarnya cukup sulit, jadi sangat penting bagi ku untuk mengetahui
perkembangan kuliah setiap minggu nya. Berhubung mata kuliah ini merupakan mata
kuliah yang aku ulang, jadi aku ngambilnya bareng junior. Jadwal kuliah ini sebenarnya
adalah jum’at pkl 13:20 wib.
Minggu pertama masih berjalan sesuai jadwal. Minggu
kedua dosennya ga datang. Kemudian pada minggu ke tiga ketika aku ga hadir
karena sakit mereka pun mengubah jadwal kuliah ke jam 07:00 wib.
Bisa donk bayangin bagaimana aku harus menghadapi polemik ini.
Mau ga mau harus di jalani dengan sistem masuk keluar masuk. Artinya aku
mengikuti mata kuliah itu secara bergiliran terus-menerus dalam selang waktu 15
menit. Ribet bukan!!!
Untungnya (namanya orang Indonesia walau buntung tetap
untung), kelasnya berdekatan dan dosen mata kuliah yang pertama tadi jarang hadir. Walaupun aku tetap tidak menyukai ketidak hadiran dosen yang sering
bolong-bolong, tapi di sisi lain hal itu malah membantu ku (di setiap kesulitan
pasti ada kemudahan). Jadi aku bisa mengikuti mata kuliah yang kedua tanpa
harus di buruh waktu dan keadaan.
Dosen mata kuliah yang kedua ini sebenarnya orangnya cukup
unik menurut ku. Kenapa? karena beliau selalu menyematkan nilai-nilai agama islam
di sela-sela mengajarnya. Keren bukan...!!!
Bahkan beliau bisa menggabungkan
ilmu yang kami pelajari dengan isi Al-Qur’an.
Kata-kata beliau banyak yang menginspirasi bagi ku,
salah satu nya adalah perkataan beliau yang mengatakan “Seorang Dosen atau Guru
itu tidak boleh membenci muridnya, kalau kamu sudah membenci murid mu maka
berhenti saja jadi pengajar”. Beliau mengucapkannya dengan mengatakan kalian,
memang di tujukan untuk kami, karena kami calon pendidik (Kata-kata yang singkat
tapi sangat bermakna).
Tapi ada hal yang kurang aku sukai dari dosen tersebut. Beliau
tidak bisa mengontrol emosinya. Usut punya usut, hal itu ternyata karena beliau
mempunyai penyakit darah tinggi, jadi kalau beliau sedang emosi langsung beliau
luapkan, kalau tidak beliau akan sakit.
Apa pun itu hari jum’at dengan aktivitas yang sama masih
harus akan ku jalani sampai dua minggu ke depan pada semester ini. Sulit,
ribet, menyebalkan capek adalah kata-kata yang harus ku telan agar bisa menyelesaikan
semua, karena kalau tidak usahaku selama ini akan sia-sia. Apapun yang terjadi
kedepan nya akan ku jadikan sebagai kejutan dalam hidup ku.yang pastinya
kejutan–kejutan itu akan membuat hidup
ku lebih hidup lagi.
Cemungut Ande…badai pasti berlalu….

Tidak ada komentar:
Posting Komentar