Jumat, 16 Mei 2014

Jum'at


Hari jum’at merupakan hari yang cukup melelahkan buat ku. kerena hari jum’at aku ada dua mata kuliah yang jadwalnya bersamaan (bentrok), kenapa  bisa begitu? Ceritanya panjang banget…

Mata kuliah yang pertama ini, mata kuliah yang jadwal sebenarnya memang jam 07.00 wib. Masalahnya  bukan pada mata kuliahnya, tapi lebih pada dosennnya yang sering ngaret dan sesuka hati merubah jadwal kuliah. Selain itu dosen ini juga lebih sering tidak hadir dengan alasan yang tidak jelas dan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Coba saja bayangkan kuliah yang seharusnya minggu ini memasuki pertemuan ke -14 malah hanya masuk 6 kali. Setengahnya pun ga ada...

Sebenarnya hal yang paling mengesalkan adakah ketika beliau tidak datang tanpa pemberitahuan. Padahal kita sudah menunggu selama satu jam lebih. Dosen tersebut seharusnya memberitahukan kepada kami kalau beliau tidak datang dengan sms atau telephon langsung kepada ketua kelasnya, karena itulah perjanjiannya.

Nah, sekarang aku akan membahas mata kuliah yang kedua. Mata kuliah ini sebenarnya cukup sulit, jadi sangat penting bagi ku untuk mengetahui perkembangan kuliah setiap minggu nya. Berhubung mata kuliah ini merupakan mata kuliah yang aku ulang, jadi aku ngambilnya bareng junior. Jadwal kuliah ini sebenarnya adalah jum’at pkl 13:20 wib. 

Minggu pertama masih berjalan sesuai jadwal. Minggu kedua dosennya ga datang. Kemudian pada minggu ke tiga ketika aku ga hadir karena sakit mereka pun mengubah jadwal kuliah ke jam 07:00 wib.

Bisa donk bayangin bagaimana aku harus menghadapi polemik ini. Mau ga mau harus di jalani dengan sistem masuk keluar masuk. Artinya aku mengikuti mata kuliah itu secara bergiliran terus-menerus dalam selang waktu 15 menit. Ribet bukan!!!

Untungnya (namanya orang Indonesia walau buntung tetap untung), kelasnya berdekatan dan dosen mata kuliah yang pertama tadi jarang hadir. Walaupun aku tetap tidak menyukai ketidak hadiran dosen yang sering bolong-bolong, tapi di sisi lain hal itu malah membantu ku (di setiap kesulitan pasti ada kemudahan). Jadi aku bisa mengikuti mata kuliah yang kedua tanpa harus di buruh waktu dan keadaan.

Dosen mata kuliah yang kedua ini sebenarnya orangnya cukup unik menurut ku. Kenapa? karena beliau selalu menyematkan nilai-nilai agama islam di sela-sela mengajarnya. Keren bukan...!!! 

Bahkan beliau bisa menggabungkan ilmu yang kami pelajari dengan isi Al-Qur’an.

Kata-kata beliau banyak yang menginspirasi bagi ku, salah satu nya adalah perkataan beliau yang mengatakan “Seorang Dosen atau Guru itu tidak boleh membenci muridnya, kalau kamu sudah membenci murid mu maka berhenti saja jadi pengajar”. Beliau mengucapkannya dengan mengatakan kalian, memang di tujukan untuk kami, karena kami calon pendidik (Kata-kata yang singkat tapi sangat bermakna).

Tapi ada hal yang kurang aku sukai dari dosen tersebut. Beliau tidak bisa mengontrol emosinya. Usut punya usut, hal itu ternyata karena beliau mempunyai penyakit darah tinggi, jadi kalau beliau sedang emosi langsung beliau luapkan, kalau tidak beliau akan sakit.

Apa pun itu hari jum’at dengan aktivitas yang sama masih harus akan ku jalani sampai dua minggu ke depan pada semester ini. Sulit, ribet, menyebalkan capek adalah kata-kata yang harus ku telan agar bisa menyelesaikan semua, karena kalau tidak usahaku selama ini akan sia-sia. Apapun yang terjadi kedepan nya akan ku jadikan sebagai kejutan dalam hidup ku.yang pastinya kejutan–kejutan itu akan  membuat hidup ku lebih hidup lagi.






Cemungut Ande…badai pasti berlalu….





Tidak ada komentar:

Posting Komentar