Selasa, 27 Mei 2014

ABOUT LOVE


“Munafik namanya kak, kalau kita mencintai tapi tidak memiliki….”

Begitulah tanggapan teman kos ku Nana begitu aku menanyakan pendapatnya nya mengenai “Love Relationship”. Aku yang mendengar pendapatnya sempat terdiam. Bukan karena aku terlalu tercengang mendengar kata-katanya, tapi lebih karena aku tidak sependapat dengannya.

Melihat aku cuma diam saja mendengar pendapatnya, Nana pun bertanya “kenapa kak? Kakak gak setuju yach???”. Di tanya secara tiba-tiba, membuat ku kelabakan “O…hm…apa na?

Nana yang melihat tingkah konyol ku pun tertawa “ha…ha.…kakak kenapa? Melamun yach….!!!”  Aku hanya bisa tersenyum kecut mendengar sindirannya.

“Kalau menurut kakak mencintai itu seperti apa?” Nana mengulang kembali pertanyaannya.

“Kalau menurut aku kita bisa mencintai siapa saja. Kita juga bisa memiliki atau tidak memiliki orang yang kita cintai. Semua itu tergantung konteksnya seperti apa”.

“Maksudnya kak…aku gak ngerti”.

“Hm…gimana yach ngejelasinnya…maksudnya, ketika kamu mencintai seseorang dan orang tersebut mencintai mu juga, kamu bisa memilikinya dengan mengabaikan halangan lainnya. Halangan lainnya di sini maksudnya bisa dari Ortu, perbedaan keyakinan, perbedaan pendapat, dan lainnya. Sedangkan untuk kasus kedua, kamu bisa mencintai seseorang tapi tidak bisa memilikinya, alasannya bisa jadi karena dia sudah punya yang lain atau dia sama sekali tidak mencintai mu. Hubungan yang seperti ini kalau terus dilanjutkan bisa dipastikan akan ada salah seorang darinya yang tersakiti.”

“O..O..(geleng-geleng kepala seperti boneka yg ada di dashboard mobil), gitu ya kak…ini pengalaman pribadi atau???”
“Ha…ha…bisa jadi….bisa jadi. Tapi yang pasti, pelajaran itu tidak harus berdasarkan pengalaman pribadi, bisa saja dari keluarga, teman atau orang-orang yang ada di sekeliling kita”.

“Yup…terima kasih Bu Guru…”

“Ha…ha…ada-ada aja kamu….”

Terkadang orang sering memaksakan kehendaknya untuk memiliki orang yang dia cintai tanpa pernah berfiikir apakah orang tersebut mencintainya juga atau tidak. Atau ada juga yang dengan mudah saja melepas orang yang dia cintai hanya karena perbedaan pendapat (curhat ni yeah..). Padahal setiap orang pasti akan memiliki pendapat yang berbeda-beda (lah wong kembar siam aja masih sering berbeda pendapat). Di sini kita di tuntut untuk bisa menghargai dan memahami pendapat  pasangan kita.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar