“Munafik namanya kak, kalau kita mencintai tapi tidak
memiliki….”
Begitulah tanggapan teman kos ku Nana begitu aku menanyakan
pendapatnya nya mengenai “Love Relationship”. Aku yang mendengar pendapatnya
sempat terdiam. Bukan karena aku terlalu tercengang mendengar kata-katanya,
tapi lebih karena aku tidak sependapat dengannya.
Melihat aku cuma diam saja mendengar pendapatnya, Nana pun
bertanya “kenapa kak? Kakak gak setuju yach???”. Di tanya secara tiba-tiba,
membuat ku kelabakan “O…hm…apa na?
Nana yang melihat tingkah konyol ku pun tertawa “ha…ha.…kakak
kenapa? Melamun yach….!!!” Aku hanya
bisa tersenyum kecut mendengar sindirannya.
“Kalau menurut kakak mencintai itu seperti apa?” Nana
mengulang kembali pertanyaannya.
“Kalau menurut aku kita bisa mencintai siapa saja. Kita juga
bisa memiliki atau tidak memiliki orang yang kita cintai. Semua itu tergantung
konteksnya seperti apa”.
“Maksudnya kak…aku gak ngerti”.
“Hm…gimana yach ngejelasinnya…maksudnya, ketika kamu
mencintai seseorang dan orang tersebut mencintai mu juga, kamu bisa memilikinya
dengan mengabaikan halangan lainnya. Halangan lainnya di sini maksudnya bisa
dari Ortu, perbedaan keyakinan, perbedaan pendapat, dan lainnya. Sedangkan untuk
kasus kedua, kamu bisa mencintai seseorang tapi tidak bisa memilikinya, alasannya
bisa jadi karena dia sudah punya yang lain atau dia sama sekali tidak mencintai
mu. Hubungan yang seperti ini kalau terus dilanjutkan bisa dipastikan akan ada
salah seorang darinya yang tersakiti.”
“O..O..(geleng-geleng kepala seperti boneka yg ada di
dashboard mobil), gitu ya kak…ini pengalaman pribadi atau???”
“Ha…ha…bisa jadi….bisa jadi. Tapi yang pasti, pelajaran itu
tidak harus berdasarkan pengalaman pribadi, bisa saja dari keluarga, teman atau
orang-orang yang ada di sekeliling kita”.
“Yup…terima kasih Bu Guru…”
“Ha…ha…ada-ada aja kamu….”
Terkadang orang sering memaksakan kehendaknya untuk memiliki
orang yang dia cintai tanpa pernah berfiikir apakah orang tersebut mencintainya
juga atau tidak. Atau ada juga yang dengan mudah saja melepas orang yang dia
cintai hanya karena perbedaan pendapat (curhat ni yeah..). Padahal setiap orang
pasti akan memiliki pendapat yang berbeda-beda (lah wong kembar siam aja masih
sering berbeda pendapat). Di sini kita di tuntut untuk bisa menghargai dan
memahami pendapat pasangan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar