Minggu, 11 Mei 2014

Keluarga Ku



Kalau aku pulkam ibu biasanya selalu memasak makanan kesukaaan ku. ya..cumi gulai itulah makanan kesukaan ku, bukan cuma aku, tapi seluruh penghuni rumah juga suka bangat sama makanan yang satu ini. Jadi moment aku pulang biasanya selalu di tunggu-tunggu oleh adek dan abang- abang, karena keinginan mereka ingin makan cumi gulai (Kasian bangat yah aku…) tapi ga apa-apa, yang penting bisa berkumpul dengan keluarga besar ku dan bisa memeluk ibu lagi (love u mom..).

Walaupun aku rada konyol, tapi kalau di rumah aku orang yang paling pendiam, lebih sering ngurung diri di kamar dan jarang keluar rumah, gabung sama teman-teman yang lain. Bukannya apa-apa sih, tapi kalau di rumah itu semuanya pada cerewet, mulai dari ibu, bang ndut sama adek. Coba dech bayangkan rumah yang penghuninya cuma lima orang saja bisa hancur kalau semunya juga rebut. Ayah sendiri orangnya lebih pendiam dan cuek. (kayak aku gitu....)

Bang ndut adalah saudara ku yang ke dua. Aku manggil bang ndut, karena memang dia orangnya emang gendut…tapi karena tubuhnya tinggi , ndut nya ga terlalu kelihatan dech…

Bang ndut merupakan orang yang paling sering ngebully aku di rumah (jadi aku korban bullying di rumah sendiri...).  Niatnya sebenarnya baik, dia pengen ngeliat aku ceria lagi. Beliau selalu bilang “ untuk apa kamu pulkam nde, kalau cuma jadi penghuni kamar, keluar donk..gabung lagi sama teman-teman mu…”. Dia juga sering memberikan motornya dengan cuma-cuma (tanpa di minta…) pada ku, dengan tujuan agar aku hangout bareng teman-teman…baik banget kan….

Banyak orang bilang kalau aku perpaduan antara ibu dan ayah, dengan wajah dan perawakan yang mirip ibu dan sifat yang seperti ayah. 

Karena aku perempuan satu-satu nya ,waktu kecil teman-teman aku selalu mengejek dengan mengatakan kalau aku itu cuma anak angkat bukan anak kandung. Setelah dewasa, walaupun tidak harus melakukan tes DNA seperti dalam sinetron-sinetron tapi aku yakin kalau aku memang anak kandung ayah dan ibu.

Ibu adalah wanita terkuat, terhebat, terkeren dan ter..ter…ter… lainnnya,  sulit bagi ku menggambarkan sosok ibu dengan kata-kata. Ibu sosok yang paling sering dicari di rumah (bukan berarti ibu ku seorang narapida yang kabur dari penjara) tapi karena beliau adalah inti dari rumah kami.

Setiap kami baru bangun tidur, habis dari perjalanan atau dari mana saja pertanyaan pertama yang keluar dari mulut kami adalah “ibu dmn..????”. beliau juga termasuk orang yang sibuk, punya teman dan bisnis dimana-mana. Jadi kalau orang-orang mau mencari ibu ku, biasanya datangnya malam hari agar bisa ketemu.

Adek ku sendiri biasanya selalu jadi tukang ojek ku kemana-mana, bukan berarti aku ga bisa bawa motor tapi kan lebih enak di boncengan dari pada bawa sendiri he...he...

Umurnya sebenarnya lima tahun di bawah ku, tapi karena tubuhnya lebih tinggi dia jadi sok kedewasaan gitu di depan aku…malas banget kan…dia paling sering nasehatin aku kalau keluar pulangnya jangan kemalamam (padahal keluar aja aku hampir ga pernah…), tiba kalau aku nasehatin, dia paling ga mau dengar…nyebelin sich…(tapi ngengenin).

Aku dan dia paling sering bertengkar di rumah, mulai dari rebutan remote TV, rebutan makan, rebutan motor, termasuk bertengkar karena dia ga mau aku suruh . Walaupun kami sering bertengkar seperti anak kecil, tapi kami juga cepat baikan seperti anak kecil juga, tanpa ada dendam dan sakit hati.

Aku sebenarnya masih punya abang yang paling tua, namanya bang an. Bang an sebenarnya lebih seperti sosok ayah untuk ku dari pada seorang abang. Bukan berarti karena dia udah tua, umurnya cuma tiga tahun kok di atas ku. Hal itu mungkin karena aku gak  terlalu dekat sama ayah (maklum, karena sifat aku sama ayah sama), jadi bang an lah yang selalu mengayomi ku, layaknya seperti ayah. Dia juga selalu bilang “dek, karena abang yang paling tua, jadi kalau adek ada masalah cerita aja sama abang, jangan terlalu membebani ibu dan ayah. Abang juga ingin menjadi teladan untuk adek-adek abang”.

Sosok yang tidak pernah aku temukan dari laki-laki manapun yang pernah dekat dengan ku. Dia juga merupakan orang pertama yang ingin aku beritahu tentang orientasi seksual ku, tapi sampai sekarang mulut ini masih belum bisa mengucapkannya.

Itu lah keluarga kecil ku yang sebenarnya. Rumah sederhana kami akan pecah dengan gelak tawa apabila kami semua sudah berkumpul. Momen itu biasanya hanya ada ketika lebaran tiba. Moment-moment yang akan selalu aku ingat sepanjang hidup ku, walaupun aku berada di rumah hanya sekitar dua minggu, tapi itu sudah cukup untuk mengisi kekosongan hati ku.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar