Rabu, 28 Mei 2014

Cinta Saudara (Bukan Kandung)



Pukul 17.00 wib aku terbangun setelah Nana mengetuk pintu kamar ku. Hari ini kami memang berencana mau menghabiskan sore di pantai, sekalian nunggu buka puasa.

Sosok Dey sudah tak ku temui lagi di kamar. Sebelumnya di minta izin mau pulkam karena ada beberapa hal yang mau diurus, aku yang sedang kurang enak badan hanya membalas seadanya saja ucapannya.

Masih dengan setengah malas aku pun beranjak dari tempat tidur.  Mau bagaimana lagi, janji ya tetap janji, harus di tepati.

Sejurus kemudian mataku terpaku pada kantong plastik hitam yang berada di atas meja. Kantong tersebut berisi Es buah dan dan lauk. dalam hati aku bertanya-tanya “punya siapa ini? Bukannya Dey pulkam?”. 

Secarik kertas berisi Memo menjawab semua pertanyaan ku.seperti ini isi memonya.

Assalamualaikum…

Kakak, maaf yach…Dey ndak bisa nemanin kakak. Soalnya Dey ada keperluan mendadak buat pulang kampung.

o..yach,ini Dey beliin Minuman dan Lauk…

di makan dan di minum yach kakak cantik…

semoga kakak cepat pulih…

salam sayang adek mu, yang sering buat kakak jengkel….

                                                TTD
                                                Dey


Terima kasih Dey  telah menjadi saudara ku, terima kasih telah menjadi sahabat ku dan terima kasih telah menjadikan ku kakak mu. Beruntung rasanya punya saudara seperti mu. Walaupun kita bukan saudara kandung, tapi ikatan persaudaraan kita Insya Allah akan kekal. Amin





Tidak ada komentar:

Posting Komentar