Pukul 17.00 wib aku terbangun setelah Nana mengetuk pintu kamar ku. Hari ini kami memang berencana mau menghabiskan sore di pantai, sekalian nunggu buka puasa.
Sosok Dey sudah tak ku temui lagi di kamar. Sebelumnya di
minta izin mau pulkam karena ada beberapa hal yang mau diurus, aku yang sedang
kurang enak badan hanya membalas seadanya saja ucapannya.
Masih dengan setengah malas aku pun beranjak dari tempat
tidur. Mau bagaimana lagi, janji ya
tetap janji, harus di tepati.
Sejurus kemudian mataku terpaku pada kantong plastik hitam yang
berada di atas meja. Kantong tersebut berisi Es buah dan dan lauk. dalam hati
aku bertanya-tanya “punya siapa ini? Bukannya Dey pulkam?”.
Secarik kertas berisi
Memo menjawab semua pertanyaan ku.seperti ini isi memonya.
Assalamualaikum…
Kakak, maaf yach…Dey ndak bisa nemanin kakak. Soalnya Dey
ada keperluan mendadak buat pulang kampung.
o..yach,ini Dey beliin Minuman dan Lauk…
di makan dan di minum yach kakak cantik…
semoga kakak cepat pulih…
salam sayang adek mu, yang sering buat kakak jengkel….
TTD
Dey
Terima kasih Dey telah menjadi saudara ku, terima kasih telah
menjadi sahabat ku dan terima kasih telah menjadikan ku kakak mu. Beruntung rasanya
punya saudara seperti mu. Walaupun kita bukan saudara kandung, tapi ikatan
persaudaraan kita Insya Allah akan kekal. Amin
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar