Air mata ini mengalir deras tak terbendung. Kamar yang sepi
remang-remang menjadi saksi bisu betapa perihnya hati ini.
Aku merindukan mu Bu!
Aku ingin mendekap mu , menangis di pelukan mu, dan menghilangkan semua perih
di hati ini.
Aku lelah dengan semua ini Bu! Letih rasanya. Bukan hanya
raga tapi jiwa juga Bu. Sampai kapan semua ini akan berakhir…
Kenapa jarak ini harus merenggut kebersamaan kita Bu!
Pelukan mu lah obat yang paling ampuh untuk menghilangkan keperihan hati ini.
Bahkan dengan ini semua aku tetap tidak bisa menyampaikan
gundah di hati ku. aku takut hal itu akan membuat mu semakin cemas. Sekali saja Ibu mendengar keluh kesah ku, Ibu pasti tidak bisa tidur semalaman.
Bagaimana aku bisa sanggup menyampaikannnya keluh kesah ku
kalau itu justru malah membuat mu kepikiran terus. Itu sama saja aku menyiksa
mu Bu.
Aku minta doa mu Bu. Berikan juga aku kekuatan mu untuk
menghadapi semua ini. Ibu lah alasan utama ku berada di sini, bertahan di sini,
dan beradaptasi di sini.
Seperti yang selalu Ibu bilang untuk meghibur ku “ibu bisa
kuat menghadapi semua ini karena ibu punya kalian, anak-anak ku. ibu punya kamu
putri ku. jadi kamu juga harus kuat, karena kamu masih punya aku, ibu mu”.
Ibu maaf kan aku karena sempat menyerah, ,maaf kan aku
karena terlalu cengeng, maafkan aku karena tidak sekuat mu, maaf kan aku karena
telah menangis meratapi, maafkan aku karena tidak ingat nasehat mu, maafkan aku
karena belum bisa menjadi putri yang Ibu harapkan.
Aku akan terus berusaha Bu…berusaha menjadi yang terbaik
seperti yang Ibu harapkan.
I LOVE MOM

Tidak ada komentar:
Posting Komentar